
Saat memasuki rumah utama Dafa melihat mama Maya yang sedang menuruni tangga menyambut kedatangan nya.
“Gustiiiiiiiii, kalau ada penghargaan anak yang lupa sama rumah nya sendiri kamu pasti bisa jadi juara 1.” Ucap Maya menggerutu kesal, dia tidak menyambut putra nya dengan pelukan hangat tetapi dengan omelan.
Bukankah seorang ibu memang biasa melakukannya? Di saat anak nya membuat ulah atau membuat nya kesal, saat pulang kerumah tentu sang ibu akan menghadiahi mereka dengan omelan khas ibu-ibu.
“Assalamualaikum dulu ma, Assalamualaikum mama ku yang cantik. Kenapa sih marah-marah terus?” sudah dibilang bukan? Saat dihadapan mama nya Dafa ya tetap bertingkah seperti anak kecil.
“Waalaikumsalam, lagian kamu ya kenapa sih mama hubungi tuh susah banget? Mama sampai harus meminta orang lain untuk menyuruh mu pulang. Dosa Dafa dosa! Mengabaikan orang tua itu Dosa nya berat.” Maya kembali mengomeli anak nya itu, dengan kedua tangan nya yang berada di pinggang nya.
“Ma, Dafa sudah besar. Dafa juga di luar tidak melakukan Tindakan kriminal.”
“Kecuali membawa putri orang kawin lari ma.” Lanjut Dafa dalam hati nya.
“Terserah, mama pusing liat kamu. Lebih baik kamu temuin papa di ruang kerja nya, ada yang ingin kami bahas.” Maya mendorong punggung putra nya agar segera berjalan ke arah ruang kerja sang suami.
“Paaaa, nih anak nya pulang!.” Maya berteriak dari luar ruangan kerja Lukaz.
“Akhir nya dia pulang setelah di jemput paksa sama si Reza!” Dafa melihat ke arah mama nya itu, dia seolah tidak terima dengan ucapan mama nya itu, seolah dia adalah tersangka yang harus di jemput paksa.
Lukaz yang melihat kedatangan Dafa melepaskan kacamata nya dan beranjak dari meja kerja nya, dia berpindah posisi ke sofa yang berada di dalam ruangan tersebut.
“Apa kau mulai melupakan orang tuamu Dafa?” Tanya Lukaz.
“Tidak pa, bukan begitu. Aku hanya sedang memiliki kesibukan baru maka nya jarang pulang ke rumah.” Jawab Dafa.
“Jarang pulang? Kamu bahkan tidak pernah pulang!” Ucap Maya yang menunjukan sisi keganasan nya, dia terus memojokan Dafa.
“Ma! Sabar dulu” Ucap Lukaz menghentikan ocehan istri nya.
Lukaz menatap kembali kea rah putra nya itu.
“Kesibukan? Kesibukan apa yang kamu lakukan Dafa? Sedangkan perusahaan dan rumah sakit menunggu mu. Dan lagi, papa tidak mau tahu kamu mulai minggu depan fokus mengurus perusahaan dan rumah sakit.” Ucap Lukaz dengan tegas.
“Paaaaaa! Mana bisa begitu aku memiliki profesi ku sendiri yang aku pilih.” Jawab Dafa yang masih menolak perintah papa nya itu.
“Tentu bisa, dan juga kita sudah pernah berbicara tentang perjodohan mu dengan Thannia. Kita akan segera melamar Thannia untuk menikah denganmu, oleh sebab itu kamu harus segera memimpin perusahaan dan rumah sakit.” Ucapan Lukaz seolah tamparan bagi putra nya.
“APA? Melamar Thannia? Pa, bukan nya Dafa sudah bilang bahwa Dafa tidak mencintai Thannia? Dafa tidak mau menikahi sahabat Dafa sendiri pa!” Dafa terkejut, dia tak mau dijodohkan dengan Thannia dia merasa kesal dengan keputusan orang tua nya yang semena-mena.
“Kamu sejak dulu papa bebaskan memilih, kemarin kamu ingin menjadi dosen juga papa izinkan. Sekarang kamu harus menuruti pilihan papa! Dan Lagi Paman Tody dan Tante Vera tidak keberatan, cinta akan tumbuh dengan sendirinya nanti setelah kalian menikah.” Jawab Lukaz.
Dafa semakin tidak habis pikir dengan kelakuan kedua orang tua nya, mereka bahkan sudah berbicara dengan orang tua dari Thannia.
Dafa sendiri tahu kedua orang tua nya cukup dekat dengan paman Tody dan tante Vera selaku orang tua dari Thannia, tapi mengapa harus begini?
Dafa memijat pelipis nya, kepala nya terasa pusing dengan keadaan ini. Orang tua nya meminta agar dia melamar sahabat nya sendiri, sedangkan dia bahkan sudah menikahi Ria yang kini sedang tidak berdaya di rumah sakit.
“Pa! aku tidak mau dan lagi….” Ucapan Dafa terhenti dia berpikir sejenak, apa ini waktu yang tepat untuk membicarakan pernikahan nya dengan Ria.
“Dan lagi apa?” Tanya Maya yang penasaran dengan ucapan putranya yang terpotong.
“Dan lagi Dafa sudah menikah.”
JEDUEERRR
Alis Maya dan Lukaz berkerut menyatu, mereka terkejut dengan ucapan putra semata wayangnya.
“Kalau becanda jangan keterlaluan kamu, di tampiling mah tau rasa” Ucap Maya setelah mendengar ucapan Dafa.
Sedangkan Lukaz masih berdiam diri menatap wajah Dafa, mencari kebohongan dari sorot mata nya.
Dafa merasa ini waktu yang tepat memberi tahu kedua orang tua nya tentang pernikahan nya dengan Ria sebelum perjodohan nya dengan Thannia dipersiapkan semakin jauh.
Seolah di lempar dengan batu meteor, Maya dan Lukaz kini begitu marah setelah mendengar ucapan Dafa yang telah menikah tanpa sepengetahuan mereka.
“Kamu? Apa maksud kamu Dafa? Jangan bercanda! Siapa perempuan itu?” Tanya Lukaz.
“Dia muridku di kampus, Ma..Pa.. bukankah kalian menginginkan aku menikah? Aku sekarang sudah menikah, jadi tolong batalkan perjodohan dengan Thannia.” Ucap Dafa seolah tanpa dosa.
“Dafa, kamu benar-benar bikin kepala mama sakit tujuh keliling ! Paaaa, apa saat mama melahirkan anak kita tidak tertukar? Tolong cek lagi pah, barangkali saat itu dokter keliru sehingga anak kita tertukar.” Mama Maya begitu emosi, dia memegang kepala nya dia merasa ingin sekali memukul anak nya itu.
“Ma!” Jawab Dafa dan Lukaz secara bersamaan.
“Apa? Mama tidak mungkin melahirkan anak yang tidak tahu sopan santun seperti itu. Kami masih hidup Daf, bagaimana mungkin kamu menikah tanpa memberi tahu kami.” Ucap Maya yang kini menatap Dafa dengan tajam.
Sedangkan papa Lukaz kini hanya bisa menghela nafasnya kasar, dia sendiri memang terkadang begitu memanjakan Dafa dalam memilih pilihan hidupnya.
Bahkan walaupun dia terkesan sering menyuruh kepada dafa untuk mengurus perusahaan dan rumah sakit, tapi dia tidak memaksa seperti seorang ayah di novel lain.
“Dimana perempuan itu sekarang? Papa ingin bertemu.” Tanya Lukaz kepada Dafa.
Lukaz memang marah karena Dafa sudah menikah, tapi dia marah bukan karena perempuan yang di nikahi oleh Dafa bukanlah Thannia.
Dia marah karena sang anak menikah tanpa memberitahu nya terlebih dahulu, padahal mereka sudah begitu lama meminta Dafa untuk menikah.
Dan lagi bila Dafa menikah diam-diam bagaimana publik menilai? Bisa hancur nama besar keluarga Morrone karena scandal yang dibuat anak nya itu.
“Dia… dia…” Dafa menjawab dengan tergagap karena bingung bagaimana menjawab pertanyaan nya ayah nya.
“Dia apa?” Tanya Maya yang sedari tadi tak sabar dalam pembicaraan keluarga itu.
“Dia sedang di rawat, ma.” Jawab Dafa yang akhirnya berkata jujur walaupun tidak sepenuh nya.
“Dia sedang sakit? Istri mu sakit Dafa? Pa sekalian saja kita menjenguknya di rumah sakit.” Ajak Maya kepada sang suami.
“Benar ma, dimana istrimu di rawat? apa di rumah sakit kita?” Tanya Lukaz menyetujui ajakan sang istri, dia juga ingin mengenal siapa perempuan yang sudah dinikahi anak nya itu.
“Di rumah sakit lain pa, dan emh… jangan dulu menemui nya. Dia sedang marah kepadaku.” Dafa menjawab dengan wajah yang lesu.
Maya dan Lukaz saling menatap heran kepada putra nya itu, biasanya di awal pernikahan akan dihiasi dengan kemesraan dan rasa bahagia tapi tadi putranya berkata dia sedang bertengkar?
Bagaimana bisa?
Akhirnya Dafa menceritakan awal mula dia dan Ria bertemu, bagaimana mereka bisa menikah dan Dafa yang jatuh cinta kepada Ria.
Dafa mulai berkata jujur kepada orang tua nya berharap mereka bisa membantu untuk meluluhkan hati Ria dan kedua orang tua Ria.
Maya dan Lukaz pun semakin emosi setelah mendengar cerita dari Dafa, namun akhir nya mereka mengerti memang begitu sifat Dafa, dia akan memilih jalan nya sendiri walaupun penuh tanggung jawab.
Kini mereka juga mengerti, ketika Dafa sudah jatuh cinta dia akan menunjukan sisi kejam nya ketika Wanita miliknya diganggu walau hanya lewat tatapan mata.
Maya dan Lukaz menilai Dafa yang baru mengenal Ria sudah begitu jatuh terlalu dalam dengan sosok seorang Ria, mereka semakin penasaran dan ingin bertemu dengan menantu nya itu.
Namun mereka menghargai privasi rumah tangga anak mereka itu.
Biarkan Dafa menyelesaikan masalah nya dengan Ria terlebih dahulu, baru mereka bertemu dengan Ria dan orang tua Ria untuk meminta maaf atas perilaku putra nya yang sudah membawa Ria untuk kawin lari.
Flashback Off
TBC🌝