
Di sekolah, Vero dengan hikmat mendengarkan guru yang tengah menjelaskan pelajaran. Vero ini memang beda dengan teman yang lainnya. Ia selalu patuh pada perintah gurunya. Berbeda dengan teman yang lain, yang sulit diatur dan kadang sering menyebalkan.
“Andai saja semua anak didik saya seperti Vero. Tentu saya tidak akan kewalahan menghadapi tingkah laku mereka yang kadang-kadang membuat saya geram!” ujar Guru Vero.
Vero dikenal oleh para guru sebagai anak yang rajin, pintar, dan patuh pada perintah. Bahkan para guru perempuan sering menganggapnya sebagai anaknya. Karena salut dengan tingkah Vero.
Vero selalu di puji para guru. Berbeda dengan teman-temannya. Mereka selalu mengejek dan menghina Vero dengan sebutan VAB yang artinya Vero Anak Babu (Pembantu). Meski demikian Vero tetap santai menanggapinya, ia malahan bangga dengan ibunya karena telah membesarkannya sendirian tanpa seorang ayah.
...****...
Pada saat waktu istirahat. Vero tidak jajan di kantin, melainkan ia membawa bekal pemberian orang tuanya yang paling ia cintai. Disaat itu ketika Vero tengah makan, ia dijahili oleh teman-temannya dengan memberikan cicak yang telah mati ke makanan Vero. Sungguh tindakan yang tidak baik dilakukan anak-anak itu. Sikap Vero masih tetap sabar dan tidak terpancing emosi karena ulah teman-temannya itu. Ia teringat pesan ibunya ketika teman-temannya itu selalu menjahilinya, ibunya berkata
“Kamu harus kuat menghadapi kata-kata orang lain. Mulut manusia itu fungsinya itu ada dua, kalau tidak untuk makan dan minum mereka akan membicarakan keburukan orang lain. Ketahuilah nak, keburukan yang mereka bicarakan akan menjadi kelebihana di masa depan. Kamu harus kuat karena di masa depan ada yang jauh lebih berat dari kata-kata mereka!”.
Vero pun langsung pergi dan meninggalkan teman-temannya yang jahil itu.
...****...
Vero melangkah ke perpustakaan setelah dikantin ia dijahili. Disana ia banyak mengambil buku-buku yang akan dibaca. Kebetulan ia sangat suka dengan pelajaran IPA dan Matematika. Cita-citanya adalah menjadi seorang dokter yang dapat menolong orang banyak.
...*****...
Sementara itu, Sheila. ia datang ke sekolah dengan didampingi bodyguard. Ketika berjalan menuju ke kelas. Ia menjadi bahan perhatian orang lain. Bagaimana tidak, ia merupakan perempuan paling cantik di sekolah ini dan juga satu yang harus di ketahui. Ia paling kaya di sekolah. Semua yang melekat di tubuhnya dari atas kepala sampai ke kaki bermerek. Ia dijuluki sebagai ratu di sekolah. Biarpun usianya 7 tahun. Tapi, ia sudah seperti anak remaja kekinian.
...****...
“Misi-misi ratu kita mau lewat!” ucap sahabat Sheila.
Semua orang menyingkir dari jalan Sheila. Di sana banyak orang-orang memujinya dari mulai kecantikannya hingga hal-hal yang dikenakannya. Hal ini berbeda 180º dari Vero. Dimana ia selalu dihina dan menjadi bahan bercandaan orang-orang yang tak suka padanya. Namun, Vero kuat dalam menjalani kehidupan ini. Karena ia berjanji pada ibunya untuk menjadi laki-laki yang kuat agar bisa melindungi ibu dan adiknya, serta untuk menghadapi tantangan masa depan yang jauh lebih berat dari masa sekarang.
...****...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...Hallo!, Terimakasih ya sudah setia membaca ceritaku. Ikuti terus kelanjutan ceritanya hingga tamat. Jangan sampai terlewatkan ya ceritanya. Untuk teman-teman semua jangan lupa tinggalkan pesan lewat tombol like jika suka dan juga komen bila ingin request. Terimakasih 🙏🙏🙏...