Love Story Sheila And Vero

Love Story Sheila And Vero
Episode 6



Kembali lagi dalam kehidupan keluarga Bu Nindi. Ia semakin hari semakin menderita. Untuk itu, agar bisa menyambung hidup anak-anaknya ia mencoba mencari kerja sambil membawa kedua anaknya tersebut. Semua pekerjaan ia lakukan semata-mata agar anaknya bisa makan. Dari pagi bertemu pagi, pada saat hujan atau panas. Ia terus bekerja banting tulang untuk kedua anak-nya. Ia ikhlas menjalankan semua ini karena cintanya pada putra dan putri angkatnya.


Sedangkan dalam kehidupan pak Arya dan keluarga-nya, ia hidup senang dan bahagia. Serba kecukupan dan makan dengan kenyang. Mereka bisa tertawa lepas tanpa ada beban.


Dunia serasa berputar. Orang yang dahulu menjadi kaya, kini hidup menderita begitu pula sebalik-nya. Dalam hati bu Nindi berkata,


“Aku bisa hidup susah, asal jangan anak-anak ku hidup menderita. Aku selalu berdo’a kepada yang maha kuasa untuk memberikan kami jalan keluar dari masa ini”.


...****...


Pak Arya pagi ini akan berangkat ke kantor, ini adalah hari pertama-nya bekerja. Ia tak pernah masuk kerja selama ini, karena ia menganggap bahwa dia sudah kaya, dan dia bebas menentukan kapan ia harus bekerja dan tidak.


Dalam acara penyambutan pemimpin baru dikantor, semua orang sedang berbisik-bisik ketika pak Arya sedang berbicara. Salah satu karyawan-nya mengatakan,


“Pak Arya sungguh kejam ia tega menghabisi sahabat-nya sendiri hanya demi menguasai harta-nya”.


“Bener apa kita bisa bekerja dengan orang seperti dia?” tanya salah satu karyawan itu .


Pembicaraan dua karyawan itu terdengar ke telinga pak Arya. Ia pun segera berhenti memberikan sambutan dan mendekati dua perempuan itu yang tadi membicarakan dirinya.


“Kalian berdua membicarakan saya. Baiklah kalian akan saya beri hadian!” ucap pak Arya.


“Shut-shut-shut-shut, enggak usah minta maaf. Saya akan kasih kalian hadiah!” ucap pak Arya sembari mengangkat jari telunjuk untuk memberhentikan pembicaraan karyawan itu.


“Apa pak?” tanya salah satu karyawan itu.


Pak Arya pun memanggil anak buahnya. Ia membisikan sesutu pada anak buahnya tersebut. Kemudian ia pergi meninggalkan ruangan ini.


Setelah menunggu lama kemudian orang itu kembali lagi. Dan kali ini ia membawa dua orang anak buahnya. Mereka membawa sesuatu di belakang-nya. Kemudian mereka menyiramkan-nya kepada karyawan yang membicaran pak arya tadi. Itu adalah bensin.


“Itu adalah hadiahnya. Untuk kalian semua jangan pernah macam-macam dengan saya. Kalian berdua saya maafkan. Kalau tidak saya bisa bakar kalian dengan bensin itu!” ancam pak Arya.


Kemudian pak arya melangkah untuk pergi, ia balik lagi sembari mengangkat jari telunjuk ke dua orang tersebut.


“Dan satu lagi, kalian berdua saya pecat dan kalian tidak akan mendapat gaji dan pesangon dari saya”, ucap pak Arya.


Kedua karyawan tersebut hanya bisa menangis karena harus dipecat tanpa hormat di depan orang-orang. Mereka berdua menahan rasa malu dan hanya bisa menutupkan wajah sembari berjalan keluar kantor.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...Hello!, Terimakasih ya sudah setia membaca cerita ku. Ikuti terus kelanjutan cerita-nya hingga tamat. Jangan sampai terlewatkan ya cerita-nya. Untuk teman-teman semua jangan lupa tinggalkan pesan lewat tombol like jika suka dan juga komen bila ingin request. Terimakasih 🙏🙏🙏...