Love Story Sheila And Vero

Love Story Sheila And Vero
Episode 7



Pak Arya semakin kaya raya dan hidup bermewah-mewahan, begitu juga dengan anak dan istrinya. Mereka sangat senang dan bahagia tanpa tahu milik siapa harta tersebut.


Sementara itu Bu Nindi terus berjuang untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. Ia ikhlas menjalani hidup ini karena menganggap bahwa ini adalah ujian. Yang ia pikirkan hanya membuat anaknya tenang dan kenyang tiada yang lain. Segala pekerjaan ia lakukan. Ia rela banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.


...****...


7 Tahun Kemudian!


Waktu terus berlalu kini anak-anak bayi itu sudah tumbuh menjadi anak-anak yang cantik dan ganteng.


...****...


“Tringgggggggggg”, bunyi alarm Sheila.


Sheila pun terbangun dari tidurnya dan langsung mandi. Setelah itu ia langsung memakai serangam sekolah dan berkemas merapikan buku pelajarannya.


“Sheila ayo makan, papah sudah tunggu nih!” ajak bu Asmita pada Sheila.


“Iya Mah, ini aku kebawah!” sahut Sheila.


Sheila pun berjalan menuruni anak tangga menuju ke meja makan. Ia menyapa kedua orang tuanya dengan hangat.


“Good Morning papah!” sapa Sheila.


“Good Morning!” sahut pak Arya.


“Mamah enggak diucapin?” ucap Bu Asmita merasa cemburu.


“Ini baru mau mah, Good Morning mamahku sayang yang cantik dan baik hati” sapa Sheila.


“Yasudah ayo makan nanti keburu telat masuk ke sekolahnya.


...****...


Sementara itu, Vero masih tidur padahal alarm sudah berbunyi. Adiknyapun mencoba untuk membangunkannya.


“kakak ayo bangun kita ke sekolah, nanti telat. Aku enggak mau di hukum!” ajak Mauren.


“iya-iya ini aku mau bangun, tapi lima menit lagi deh!” ucap Vero mencari alasan.


Mendengar perkataan Vero, ibunya berteriak sehingga membuat Vero dan Mauren tersentak. Vero pun langsung bangun dan langsung menuju ke kamar mandi.


...****...


Di meja makan sudah terlebih dahulu ada bu Nindi dan Mauren. Vero kemudian duduk di kursi samping diantara mereka. Bu Nindi memberikan Vero nasi dan lauk pauknya selanjutnya Bu Nindi juga melakukan hal yang sama pada Vero. Meski Mauren bukan anak kandungnya. Tapi, Bu Nindi sangat mencintainya sama seperti dia mencintai Vero.


Hal yang membuat semua tersentuh adalah ketika Bu Nindi tidak makan bersama mereka. Dengan rasa kebersamaan mereka berdua memberikan makan untuk ibunya. Vero memberikan lauknya sedangkan Mauren memberikan nasinya. Mauren dan Vero makan 1 piring ber-2. Hal ini membuat Bu Nindi menjadi terharu dan meneteskan air mata. Vero langsung duduk di samping ibunya begitu juga dengan Mauren. Mereka saling mengusap air mata ibunya dari sisinya masing-masing. Sungguh kebahagian yang nyata untuk mereka meski ditengah keterbatan yang melanda.


Bu Nindi berkata pada mereka berdua,


“Ibu bangga punya kalian berdua. Kalian adalah kebanggaan ibu. Tolong kalian nanti belajar yang rajin dan buat ibu senang. Inget pesan ibu, kalian berdua harus jadi orang sukses agar tidak seperti ibu!”.


“Iya bu, aku janji akan inget pesan ibu?” sahut Mauren.


“Iya bu, aki janji akan menjadi orang sukses dan bisa membuat ibu bangga. Aku kan anak laki-laki satu-satunya, dan aku kebanggaan untuk kalian berdua. Jadi, aku akan ingat kalian disaat aku putus asa!” ucap Vero dengan perkataannya yang bijak.


Mereka berdua pun segera menghabiskan sarapan setelah itu mereka akan berangkat ke sekolah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...Hallo!, Terimakasih ya sudah setia membaca ceritaku. Ikuti terus kelanjutan ceritanya hingga tamat. Jangan sampai terlewatkan ya ceritanya. Untuk teman-teman semua jangan lupa tinggalkan pesan lewat tombol like jika suka dan juga komen bila ingin request. Terimakasih 🙏🙏🙏...