Love Story Sheila And Vero

Love Story Sheila And Vero
Episode 11



Setibanya disana mereka melihat bahwa pintu terkunci. Merekapun mencoba mengelilingi pos yandu tersebut. Salah satu warga yang diutus pak RT sudah berada tepat didepan anak-anak itu, namun ia tak melihat kebawah melainkan pandangannya lurus ke depan. Lalu ketika pak RT pandangannya melihat kebawah dan ia pun melihat dua anak kecil yang tengah terduduk dilantai. Kemudian ia memberitahunya ke salah satu warga utusan pak RT tersebut.


“Pak itu ada anak kecil?” ujar pak RT.


“Benar pak, itu anak yang saya cari!” sahut salah satu warga utusan pak RT.


“Yasudah ayo kita masuk!” ajak pak RT.


Mereka berdua pun langsung menuju ke pintu pos yandu. Dan pintu tersebut ternyata di kunci dari luar, pak RT pun keheranan dengan kunci yang berada diluar.


“Pak sepertinya mereka berdua di kerjain!” ujar warga.


“Mungkin seperti itu, nanti saya akan cari tahu lebih lanjut!” ujar pak RT.


Pak RT pun segera membuka pintu yang dari siang telah terkunci. Mereka langsung menemui Vero dan Mauren.


“Kalian enggak apa-apa?” tanya pak RT.


“Enggak apa-apa pak, terimakasih ya pak sudah tolongin kita?” ucap Vero.


“Iya sama-sama!” sahut pak RT.


“Kalian ikut sama saya ya, saya utusan dari pak RT tempat kalian tinggal. Saya akan antar kalian pulang ke rumah!” ajak salah satu warga.


“Terimakasih pak!, ayo Mauren kita pulang kamu jangan nangis lagi!” ujar Vero.


Mereka berdua pun akhirnya pergi meninggalkan pos yandu tersebut diantar oleh salah satu warga yang diberi perintah oleh pak RT untuk mengantarkannya pulang.


...****...


Bu Nindi yang tadi pingsan kini telah sadar dan ia mulai menanyakan keberadaan kedua anaknya.


“Bagaimana dengan anak-anak saya, apakah sudah ketemu?” tanya Bu Nindi.


Semua ibu-ibu di rumah pak RT hanya bisa diam, tak ada sepatah katapun yang terucap dari mulutnya.


“Kenapa semua hanya diam, bagaimana dengan anak-anakku apakah ia sudah ketemu?” tanya Bu Nindi kembali.


Tak lama kemudian teriakan Ibu terdengar.


“Ibuuuuuuuuuuuuuuu!”


Mereka langsung berpelukan melepas kerinduan, serta melepas rasa gelisah yang sedari tadi menyelimuti bu Nindi.


“Kalian dari mana saja?, kalian baik-baik saja?, tidak ada luka?, kamu bagaimana nak Vero, Mauren?” tanya Bu Nindi bertubi-tubu.


“Tidak apa-apa bu!” jawab Vero.


“Aku tidak apa-apa bu!” jawab Mauren.


“Syukurlah kalau begitu, ayo nak kita pulang!” ucap Bu Nindi sambil menggenggam tangan kedua anaknya tersebut.


Bu Nindipun berpamitan dengan ibu-ibu yang ada di situ serta berterimakasih karena telah menolongnya tadi.


...****...


Sesampainya dirumah Vero dan Mauren saling berkumpul di kamar tidur. Mereka berdua tertidur dipangkuan Bu Nindi. Belaian halus dan lembut dilakukan Bu Nindi kepada kedua anaknya tersebut. Mauren kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya.


“Bu tadi aku dikunciin di pos yandu sama orang tak dikenal, kenapa ia jahat sama kita ya bu. Padahal aku kan tidak berbuat apa-apa?” tanya Mauren dengan wajah polosnya.


“Mauren biarkan saja nak orang lain berlaku seperti itu terhadap kita, yang penting kalian sabar dan tidak terpancing emosi. Kedepan kalian tidak hanya dikunci di sebuah ruangan, melainkan melebihi itu. Kalian nanti akan mempertaruhkan nyawa untuknya!” ujar Bu Nindi.


“Sebegitu besarkah tantangan untuk menjadi orang dewasa bu?” tanya Vero.


“Benar nak, jika kamu besar nanti. Banyak masalah yang nantinya menimpa kalian. Untuk itu kalian harus belajar sejak dini. Bagaimana caranya mengatasi masalah dan mencari solusinya. Kalian harus pikirkan itu mulai sekarang!” jawab Bu Nindi.


“Kalau begitu aku mau jadi orang cerdas saja bu!” ujar Vero.


“Cerdas saja belum cukup untuk dapat menyelesaikan masalah, yang diperlukan itu pengalaman. Itu yang lebih pentin!” sahut Bu Nindi.


“Udah-udah kalian kembali ke kasur masing-masing. Ibu masih ada pekerjaan, besok harus segera di kirim ke yang pesan!” ucap Bu Nindi.


“Baik bu, Goodnight!” ucap Vero.


“Goodnight bu!” ucap Mauren.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


...Hello!, Terimakasih ya sudah setia membaca ceritaku. Ikuti terus kelanjutan ceritanya hingga tamat. Jangan sampai terlewatkan ya ceritanya. Untuk teman-teman semua jangan lupa tinggalkan pesan lewat tombol like jika suka dan juga komen bila ingin request. Terimakasih 🙏🙏🙏...