
Pajar pagi sudah tiba, disebuah rumah sakit. Terdapat dua pasang suami dan istri yang sedang melahirkan. Perasaan cemas dan was-was mulai menyelimuti diantara para suami. Sementara itu sang istri sedang berjuang keras untuk melahirkan sang buah hati tercenti.
Usaha dari sang ibupun membuahkan hasil. Dua bayi lahir bersamaan. Diwaktu yang sama pula. Dari pasangan Arya dan Asmita melahirkan seorang putri yang diberi nama Sheila sedangkan pasangan Nindi dan Efendi melahirkan putra yang di beri nama Vero.
...****...
Di tempat pembayaran administrasi. Pak Arya menengok ke arah kanan, disitu terlihat ada Pak Efendi, bosnya. Dengan rasa penasaran ia pun sengera menghampirinya dengan menyelinap ke tempat yang aman. Setelah mulai menemukan tempat yang aman. Pak Arya mulai mencari tahu apa sebab Pak Efendi disini. Ia melihat Pak Efendi sedang menatap tajam ke kasur bayi di sebuah ruangan. Dalam pikiran pak Arya, “Apakah itu anaknya, kalau bener itu anaknya. Ini adalah kesempatan bagus untuk aku menjalankan rencana yang sudah aku tunggu-tunggu!”. kemudian Pak Arya pun pergi dari tempat itu tanpa di ketahui oleh Pak Efendi.
...****...
Malam dini hari, Pak Arya terbangun dari tidurnya di sebuah sofa samping istrinya. Ia ingat untuk menjalankan rencananya yang selama ini dinanti-nantikan. Ia kemudian segera bergegas menuju ke ruangan bayi dengan memakai baju samaran.
Tak butuh waktu lama, pak Arya sudah tiba di depan pintu ruang bayi. Dengan memperhatikan keadaan sekitar, pak Arya menjalankan misinya. Ia menghampiri bayi pak Efendi kemudian menggendongnya. Setelah itu ia memperhatikan kembali area sekitar. Sekiranya sudah aman, pak Arya pun pergi dari ruang bayi tersebut dan segera membawa bayi itu ke suatu tempat melalui jalan khusus di rumah sakit ini.
Dengan sangat hati-hati Pak Arya membawa bayi itu keluar dari rumah sakit. Dan ternyata pak Arya keluar tanpa ada halangan yang berat yang menghalanginya. Ia segera masuk ke mobilnya dan membawa bayi itu ke suatu tempat, untuk menjalankan misinya.
...****...
Pagi telah tiba, sementara itu kabar tak baik datang kepada pak Efendi. Bahwa anaknya telah hilang dari rumah sakit, dan kemungkinan ia diculik. Mendengar kabar tersebut pak Efendi merasa gagal melindungi anaknya, ia memukul tembok hingga tangannya merah. Sementara itu istrinya pingsan karena shock mendengar kabar tersebut.
Pak Efendi terduduk lemas di lantai, sembari menangisi anaknya yang hilang. Ia kemudian mengambil handphone dari sakunya dan dengan segera menelpon anak buahnya untuk mencari keberadaan anaknya yang diculik.
“Siapa saja yang menyakiti anakku akan aku habisi. Aku tidak akan kasih dia ampun!” ancam pak Efendi pada penculit anaknya teresbut.
Tak lama datanglah sebuah pesan dari seseornag yang nomornya tidak dikenal oleh pak Efendi.
“Anak kesayanganmu ada bersamaku. Bila kamu ingin anakmu kembali dengan selamat, kamu harus menukarnya dengan semua hartamu. Jangan bermain-main dengan saya, bila kamu menelpon polisi atau membawa anak buahmu untuk menemuiku, aku tidak akan segan-segan menghabisi anak ini. Camkan itu!” ancam pelaku dalam pesan tersebut.
Kemudian pak Efendi pun mencoba untuk menelpon orang tersebut namun tidak diangkat. Ia pun mencoba lagi beberapa kali. Tapi, sama saja tak direspon. Tiba-tiba muncul pesan berupa vidio, dimana penculik itu akan membuang bayi malang tersebut dari ketinggian. Melihat tayangan tersebut membuat pak Efendi merasa kesal.
“Kamu pilih antara hidup anakmu atau kekayaanmu!” bunyi pesan dari si penculik.
Mendapat pesan tersebut membuat pak Efendi menjadi bingung.
“Apa yang harus aku pilih, hidup anakku yang selama ini aku nantikan kehadirannya, atau kekayaan yang selama ini aku dapatkan!” ucap Pak Efendi.
Pak Efendi bangung dan segera mengahampiri istrinya yang tengah pingsan. Ia duduk disampingnya dan menggenggam tangannya. Kemudian ia menceritakan semuanya, dan ia juga berkeluh kesah padanya.
“Sayangku, apa yang aku pilih, anakku atau kekayaan ini, bangunlah. Beri aku pencerahan mana yang sebaiknya aku pilih?” tanya pak Efendi pada istrinya yang terbaring di tempat tidur.
Bu Nindi kemudian terbangun dan perlahan mengejapkan mata secara perlahan. Ia kemudian berkata pada suaminya,
“Mas, selamatkan anak kita. Dia lebih berharga dari harta. Uang bisa dicari sedangkan nyawa hanya didapatkan sekali. Selamatkan dia mas!”.
Atas bimbingan dari istrinya tersebut pak Efendi kemudian berdiri dan berkata pada istrinya,
“Baiklah aku akan membawa anak kita kembali dan kita akan hidup tenang setelah ini!”.
Kemudian pak Efendi segera pergi untuk menemui si penculik tersebut.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...Hallo semuanya selamat datang di ceritaku. Semoga kalian suka ya sama alur ceritanya. ingat jangan lupa tinggalkan pesan di tombol like dan komen, untuk membuat saya lebih bersemangat lagi dalam membuat kisah cerita yang inspiratif dan kreatif lagi. terimakasih untuk yang telah baca dan menghargai karyaku🙏🙏🙏...