Love Story Sheila And Vero

Love Story Sheila And Vero
Episode 22



Sesampainya di rumah, Mauren langsung memeluk ibunya karena ketakutan, dan Vero menghampirinya juga kemudian memeluknya.


“Ya ampun nak, kalian semua dari mana saja?, ibu cemas menunggu kabar kalian?” ucap Bu Nindi.


“Bu saya menemukan mereka berdua ada di dalam kelas, sepertinya ada yang mengunci mereka dari luar!” ungkap pak Satpam.


“Apa?, siapa dia?” tanya Bu Nindi.


“Saya tidak tahu bu, yang pasti ada yang menjahili mereka. Untuk itu saya akan memproses kasus ini sampai pelakunya ketemu dan menyadari kesalahannya!” ujar Pak Satpam.


“Terima kasih pak!” ujar Bu Nindi.


“Iya sama-sama!” sahut Pak Satpam.


Pak satpam pun pergi setelah mengantarkan Vero dan Mauren ke rumahnya. Bu Nindi masih penasaran dengan orang yang menjahili putra dan putrinya, ia pun menanyakan hal itu pada Mauren.


“Mauren siapa orang yang menguncimu di kelas?”.


“Yang mengunci itu…..!” ucap Mauren terpotong.


“Orang tidak di kenal Bu!” sela Vero atas pembicaraan Mauren.


“Owh, nak siapapun itu kamu harus hati-hati. Kita tidak pernah tahu kejahatan apa lagi yang akan mereka lakukan. Jaga diri kalian baik-baik. Mungkin kali ini mereka hanya mengunci kalian di dalam kelas, jangan sampai nanti mereka mencelakakan kalian dan membuat kalian menjadi bahaya, juga sudah begitu kamu harus sampaikan atau bicara dan adukan itu kepada guru BP atau orang tua disekolah. Kamu inget pesan ibu baik-baik!” papar Bu Nindi.


“Baik bu!” sahut Vero.


“Baik bu!” sahut Mauren.


Mereka semua masuk ke rumah dan langsung mengunci pintunya.


...****...


Ayam sudah berkokok pertanda hari sudah dimulai. Vero dan Mauren sudah terbangun mereka semua langsung mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah dengan mandi, memakai pakaian seragam, dan mengemas buku pelajaran hari ini ke dalam tas. Setelah semuanya siap mereka berdua menemui Bu Nindi yang tengah mempersiapkan sarapan pagi.


“Pagi ibu!” ucap Vero.


“Pagi Nak!” sahut Bu Nindi.


“Pagi bu!” ucap Mauren.


“Pagi juga anak ibu!” sahut Bu Nindi.


Mereka bertiga duduk di meja makan seperti biasanya dan langsung menikmati makanan yang telah di buat oleh bu Nindi.


...****...


Sesampainya di sekolah ia langsung masuk ke kelas. Di kelas ia hanya terduduk sambil menatap layar ponsel. Tak lama Bu Guru pun sampai untuk mengajarkan pembelajaran hari ini. Sheila langsung memasukan hp-nya ke dalam tas. Bu Guru kemudian berdiri dan membagikan selembar kertas ke tiap siswa dan siswi, entah apa isi surat itu. Sheila merasa itu tidak penting, paling hanya rapat orang tua atau bayaran. Ia seolah cuek pada pengumuman yang ada dalam kertas tersebut.


Kemudian setelah Bu Guru membagikannya ke semua siswa dan siswi. Ia meminta untuk semuanya membaca surat itu.


Serentak seluruh siswa dan siswi yang berada di dalam kelas langsung merespon perintah tersebut. Terkecuali Sheila, ia hanya diam saja dan menunggu apa isi dalam surat itu.


Setelah beberapa detik, semua orang yang membaca teriak dan merasa senang dengan isi yang ada dalam surat itu. Hal tersebut membuat Sheila menjadi penasaran juga. Ia membuka lipatan kertas tersebut dan kemudian membacanya seccara perlahan. Setelah membaca bagian penting dari isi surat itu. Sheila merasa kaget dan senang karena selama ini ia tak pernah liburan meski ia adalah orang kaya.


Sheila kemudian bertanya kepada bu Guru,


“Bu apakah isi surat ini beneran, kita akan pergi ke kota tua?”.


“Benar Sheila kita akan pergi ke sana waktunya sudah tercantum di dalam situ!” jawab Bu Guru.


“Yesssss!” desis Sheila merasa senang dengan pengumuman ini.


...****...


Sementara itu di kelas Vero dan Mauren, wali kelas mereka meminta salah seorang untuk maju ke depan. Helen yang di perintah maju ke depan. Ia pun langsung menyambut perintah tersebut. Kemudian bu wali kelas memberikan selembar surat dan meminta Helen untuk membacakannya.


“Kepada seluruh siswa dan siswi kelas 6, pada hari minggu besok. Kita akan mengadakan study tour ke Jakarta untuk berkunjung ke kota tua. Acara study tour ini tidak di pungut biaya dan semua akan di tanggung oleh sekolah!” ucap Helen membacakan bagian isi dalam surat.


Helen kemudian bertanya kepada bu wali kelas,


“Bu apakah ini bener kita akan liburan?”.


“Bukan liburan Helen, tapi study tour!” jawab Bu Wali Kelas.


“Yessss!” sahut Helen.


Dan semua siswa dan siswi di sana pada teriak dan bersemangat karena mereka akan jalan-jalan dan bersenang-senang untuk melepas lelah di sekolah. Begitu juga Vero dan Mauren, mereka turut senang menyambut kabar baik tersebut.


...****...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


...Hello!, Terimakasih ya sudah setia membaca ceritaku. Ikuti terus kelanjutan ceritanya hingga tamat. Jangan sampai terlewatkan ya ceritanya. Untuk teman-teman semua jangan lupa tinggalkan pesan lewat tombol like jika suka dan juga komen bila ingin request....


... Terimakasih 🙏🙏🙏...