
Di perpustakaan Vero tengah mencari buku. Ia mengelilingi semua rak buku untuk mencari apa yang ia cari. Hingga di satu rak buku di pojok ruangan ia melihat keberadaan buku yang ia cari. Ia pun langsung berjalan menghampirinya, setelah sampai dirak buku tersebut ia langsung mengambilnya. Namun, buku tersebut sulit untuk diambil, karena penasaran ia mengambil satu buku yang berada disebelahnya untuk melihat siapa orang yang juga mengambil buku itu. Dan ternyata, alangkah terkejutnya Vero, orang yang juga mengambil buku itu adalah Salsa. Ia pun melepaskan tangannya di buku itu.
“Bukunya buat kamu saja!” ucap Vero.
Salsapun berpindah ke tempat Vero berdiri. Ia berkata sambil mengulurkan buku tersebut.
“Buku-nya untuk kamu saja, aku bisa cari yang lain!”.
Vero pun langsung menjawab,
“Tidak, ini untuk kamu. Sepertinya kamu lebih membutuhkannya dari pada aku!”.
“Tidak, ini untuk kamu saja!” sahut Salsa.
“Aku ambil buku yang ini saja!” ujar Vero sambil mengambil buku yang berada disebelahnya yang ternyata tidak ia cari/butuhkan. Ia hanya ingin membuat Salsa menerima apa yang ia beri.
Vero pun langsung pergi meninggalkan Salsa dengan membawa buku yang asal ia ambil dari rak yang berada di depannya.
...****...
Di waktu pulang sekolah. Vero dan Mauren tidak langsung pulang, mereka mendapat jatah untuk piket membersihkan kelas. Vero dan Mauren saling berbagi tugas. Mauren menyapu lantai, sedangkan Vero mengangkat bangku ke atas meja.
Mereka menjalankan-nya dengan senang hati karena ini merupakan sebuah kewajiban yang harus dijalankan. Bila kita bertanggung jawab sejak dini pasti setelah dewasa nanti kita akan di berikan atau menanggung jawab hal yang lebih besar dari ini. Jadi ini adalah pembelajaran untuk hidup Vero dan Mauren.
Di sela-sela mereka berdua sedang membersihkan kelas. Rio dan Helen kembali berulah. Ia mengunci kelas yang masih ada Vero dan Mauren di dalamnya. Vero yang melihat hal itu langsung lari untuk menahannya. Namun, sayang gerakan Rio terlalu cepat, sehingga pintu lebih dulu tertutup. Rio menguncinya dari luar. Vero dan Mauren berteriak agar ada orang di luar yang bisa membantunya keluar dari kelas ini.
“Selamat menikmati hiburan!” kata Rio dan kemudian ia pergi.
Vero dan Mauren masih terus berteriak untuk meminta bantuan kepada orang lain yang berada di luar untuk mengeluarkan mereka dari dalam kelas.
“Tolong, tolong, ada kita di dalam, tolong!”.
...****...
Waktu kini telah menunjukan waktu sore. Burung-burung telah kembali ke sarangnya. Senja telah tiba, warna awan sudah berubah menguning. Sementara Vero dan Mauren masih di dalam kelas. Bu Nindi merasa cemas karena putra dan puterinya masih belum pulang. Ia pun menelpon wali kelas-nya.
“Hallo Bu apakah disekolah masih ada pembelajaran tambahan, soalnya kedua anak saya masih belum pulang BU!” tanya Bu Nindi.
“Maaf bu tapi anak-anak sudah pulang sejak jam 2 tadi!” jawab Wali Kelas.
“Lalu anak saya kemana bu?” tanya Bu Nindi.
“Bu, nanti saya tanya dulu sama satpam yang ada disekolah. Kalau sudah ada info terbaru nanti saya kabari ibu lagi!” ucap Bu Wali Kelas.
“Baik bu, di tunggu ya informasinya!” sahut Bu Nindi.
Wali kelas pun langsung menghubungi satpam sekolah yang bertugas menjaga malam ini. Pak satpam yang mendapat perintah langsung menjalankan tugasnya. Ia mengecek semua kelas di sini. Hingga pada akhirnya ia melihat masih ada anak sekolah di dalam kelas. Ternyata itu adalah Vero. Ia tak beranjak dari tempat itu hingga kini. Sungguh pendirian yang luar biasa dilakukan oleh Vero. Pak Satpam langsung menghampirinya dan membuka pintu tersebut. Kebetulan kuncinya masih menempel di pintu itu. Pintu pun akhirnya bisa terbuka, Vero lega karena ia bisa kembali kerumah bertemu ibunya dan Mauren pun berhenti menangis dan segera berdiri.
Pak Satpam mengantarkan kedua anak tersebut pulang ke rumahnya menggunakan motor, karena keadaan mulai gelap dan takut terjadi apa-apa pada anak tersebut.
Vero merasa bersyukur bisa selamat dari kurungan ini. Perbuatan Rio sudah keterlaluan ia tak bisa lagi sabar menghadapi Rio. Dengan emosi ia menggepal kedua tangannya dengan penuh rasa amarah.
“Vero kamu harus kuat dan segera hentikan kejahilan yang dilakukan Rio dan Helen. Kamu harus balas mereka dan buat meraka kapok dan menyadari kesalahan yang mereka buat selama ini!” ujar Vero.
...****...
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
...Hello!, Terimakasih ya sudah setia membaca ceritaku. Ikuti terus kelanjutan ceritanya hingga tamat. Jangan sampai terlewatkan ya ceritanya. Untuk teman-teman semua jangan lupa tinggalkan pesan lewat tombol like jika suka dan juga komen bila ingin request....
... Terimakasih 🙏🙏🙏...