
Keadaan diluar sudah gelap gulita, namun Vero dan Mauren masih terjebak di ruang pos yandu. Mauren terus saja menangis tak henti-henti, sementara itu Vero mencoba mencari cara untuk keluar dari tempat itu. Ia mengitari sekeliling ruangan untuk mencari celah, biarpun kecil tapi itu sangat berarti.
Vero melihat bahwa sekeliling ruangan adalah jendela yang dipagari besi. Sehingga untuk keluar dari sini terbilang mustahil. Cara satu-satunya untuk mereka keluar adalah berteriak agar orang-orang mendengarnya.
Vero kembali menghampiri adiknya yang sedari tadi hanya menangis, ia pun mencoba untuk terus menenangkannya. Veropun mencoba lagi berteriak, karena ia mendengar bunyi orang lewat di sekitar pos yandu,
“Tolong, tolong, tolong kami di dalam sini, siapapun yang diluar sana tolong keluarkan kami!”.
Orang yang diluar sana, merasa ketakutan karena tak biasanya ada suara anak kecil disekitar sini. Mereka pun langsung pergi terbirit-birit seperti dikejar setan. Harapan Vero dan Mauren pun pupus untuk keluar dari tempat ini. Vero hanya bisa termenung dalam duduknya sambil mengusap rambut Mauren. Ia berharap ada orang yang mau menolongnya keluar dari tempat ini.
...****...
Sementara itu, bu Nindi mulai gelisah mencari keberadaan kedua anaknya yang belum pulang dari sekolah. Ia menelpon ke gurunya, orang tua teman-temannya, dan warga di sekitar rumah. Mereka mengatakan bahwa tidak melihat anak ibu Nindi di hari ini. Mendengar perkataan tersebut, membuat Bu Nindi semakin gelisah. Ia tak henti-hentinya mencari keberadaan anaknya tersebut.
Bu Nindi berjalan menemui pak RT untuk memberitahu bahwa anaknya tidak pulang sejak pulang sekolah. Pak RT pun memerintahkan semua warganya bergerak mencari keberadaan Vero dan Mauren.
...****...
Setelah para warga mengitari sekeliling kampung. Mereka tidak menemukan keberadaan Vero serta Mauren. Mereka pun segera melapor ke pak RT.
“Lapor pak, kita tidak berhasil menemukan keberadaan Vero dan Mauren!” ucap hansip sebagai perwakilan warga.
“Kalian sudah cari sekeliling RT kita?” tanya pak RT.
“Sudah pak tapi tidak ada!” ucap hansip.
Mendengar laporan tersebut membuat salah satu warga beropini,
“Mungkin saja mereka berdua di culik?”.
“Diculik?” tanya Bu Nindi.
Kemudian Bu Nindipun pingsan karena omongan warga tesebut. Pak RT memerintahkan istrinya untuk membawa masuk bu Nindi ke dalam rumah. Sementara itu para warga dan juga pak RT akan mencari mereka berdua lagi. Kali ini pencarian diperlebar hingga ke luar wilayah RT setempat.
...****...
Pak RT kemudian mencari kembali anak-anak itu hingga ke luar wilayah tempat tinggal.
...****...
Sementara itu utusan yang di minta pak RT telah bertemu dengan ketua RT dekat sekolah. Dan ia pun segera menanyakan keberadaan Vero dan Mauren.
“Pak saya mau tanya, apakah hari ini bapak pernah bertemu atau melihat anak dua memakai seragam sekolah lewat sini?” tanya warga yang di utus pak RT.
“Anak yang mana ya, di sini banyak anak-anak yang lewat. Kalian punya fotonya, kali saja saya mengenalinya?” tanya pak RT.
“Bentar pak saya tanyakan dulu ke orang tuanya!” ujar warga tersebut.
Akhirnya foto anak-anak itu dikirim ke salah satu warga tersebut. Ia langsung memberikan foto tersebut ke pak RT. Pak RT pun merasa familiar dengan wajah dua anak tersebut. Ia pun mengingat kembali kejadian hari ini. Dengan cepat ia pun ingat dengan anak-anak itu.
“Owh, dia tadi saya beri dia hukuman membersihkan pos yandu tapi saya tidak tahu lagi dia sudah selesai membersihkannya atau belum, karena saya banyak urusan jadi saya tidak sempat memperhatikan mereka!” ujar Pak RT.
“Apakah mereka masih ada di sana pak?” tanya salah satu warga.
“Saya tidak tahu, coba kita lihat disana!” ajak pak RT.
Mereka berdua pun berjalan ke pos yandu untuk memastikan apakah keberadaan Vero dan Mauren masih ada di sana atau sudah pergi.
...****...
Setibanya disana mereka melihat bahwa pintu terkunci. Merekapun mencoba mengelilingi pos yandu tersebut. Salah satu warga yang diutus pak RT sudah berada tepat didepan anak-anak itu, namun ia tak melihat kebawah melainkan pandangannya lurus ke depan. Lalu ketika pak RT pandangannya melihat kebawah dan…………….
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...Hello!, Terimakasih ya sudah setia membaca ceritaku. Ikuti terus kelanjutan ceritanya hingga tamat. Jangan sampai terlewatkan ya ceritanya. Untuk teman-teman semua jangan lupa tinggalkan pesan lewat tombol like jika suka dan juga komen bila ingin request. Terimakasih 🙏🙏🙏...