
Mendengar perkataan tersebut membuat Mauren tak terima. Ia terlihat sangat emosi dan ia pula menggenggam tangan dengan erat sambil mengepalnya. Kemudian Mauren langsung menampar Helen dan menjenggut rambutnya.
“Pakkkkkkk” suara tamparan Mauren kepada Helen.
Vero yang berada di situ mencoba melerainya namun, cengkeraman tangan Mauren ke rambut Helen begitu kencang sehingga sulit untuk di lepaskan. Rio yang mendengar keributan dari dalam ia pun langsung masuk dan ia melihat Helen sedang bertengkar dengan Mauren. Rio pun ikut juga dalam melerai mereka berdua bersama Vero. Dari kejauhan datanglah Salsa melihat dari depan toilet. Ia melihat Mauren sedang berkelahi dengan Helen. Salsapun mencoba masuk dan melerai pertikaian itu.
“Mauren!, Helen!. Berhenti ini sekolah bukan teman berantem. Mauren lepas!” perintah Salsa.
Kemudian Maurenpun mengurangi tekanan cangkeramannya pada rambut Helen. Lalu ia melepaskan rambut itu.
“Mauren apa yang kamu lakukan. Sudah cukup ya kamu buat onar. Kamu dan kakak kamu sudah mencuri hp ku dan sekarang kamu bikin keributan di sekolah ini dengan berantem dengan Helen. Setelah ini mau apa lagi?, apa lagi yang kamu akan perbuat?” ucap Salsa.
“Salsa bukan aku yang mulai duluan. Tapi, Helen yang mulai duluan!” ucap Mauren.
“Sudahlah aku tak mau dengar lagi apapun alasan kamu, Helen ayo kita pergi dari sini!” ujar Salsa.
“Rio ayo!” ajak Salsa.
“Iya ini aku mau pergi!” sahut Rio.
Kemudian Mauren menatap kakaknya yaitu Vero,
“Kak, ini gimana?”.
“Kakak enggak tahu, yang jelas dengan kejadian ini membuat Salsa semakin menjauh dari kita!” ujar Vero.
...****...
Pada saat di kantin, Vero melihat Salsa sedang membeli sesuatu. Ia pun segera menghampirinya.
“Salsa, aku mau jelasin tentang yang tadi di toilet sekolah!” ucap Vero.
“Mau jelasin apa lagi?, bukannya semua sudah jelas ya?” sahut Salsa.
“Sudahlah aku tidak ada waktu sama kamu!” ucap Salsa lalu pergi dari Vero.
Vero tak tinggal diam ia lari untuk mengejarnya dan ia genggam tangan Salsa. Melihat tangan yang digenggam oleh Vero. Ia pun langsung melepaskannya, ia menatap tajam ke wajah Vero.
“Kamu mau apa?” tanya Salsa.
“Aku mau jelasin, bahwa itu tidak benar!” sahut Vero.
“Yasudah silahkan!” ujar Salsa.
“Sebenarnya Helen yang memulainya lebih dulu. Ia menjahili Mauren pada saat ia sedang mengepel lantai. Akhirnya Mauren terpancing emosi dan mereka pun berantam disana!” terang Vero.
“Owh!” kata Salsa.
“Kok, cuman owh?” tanya Vero bingung.
“Sudah pasti kamu akan mengelak, orang kalian yang salah. Yang jelas Helen tidak akan menjahili kamu. Helen itu orang baik, inget ya kalian jangan pernah jelek-jelekan helen di depanku, karena aku tidak akan percaya dengan apa yang kamu sampaikan. Aku percaya dengan Helen bahwa ia orang yang baik!” ujar Salsa.
Salsapun kemudian pergi meninggalkan Vero. Vero seakan tak percaya dengan ucapan Salsa. Ia lebih percaya dan membela Helen daripada sahabatnya yang dulu kenal. Orang yang selalu sama-sama pada kegiatan apapun.
“Aku seakan tidak mengenal lagi sosok Salsa!” ujar Vero.
“Ia sudah berubah dan ia sama seperti yang lain!” sambung Vero.
Vero pun ikut pergi juga menuju ke kelasnya untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
...Hello!, Terimakasih ya sudah setia membaca ceritaku. Ikuti terus kelanjutan ceritanya hingga tamat. Jangan sampai terlewatkan ya ceritanya. Untuk teman-teman semua jangan lupa tinggalkan pesan lewat tombol like jika suka dan juga komen bila ingin request. ...
...Terimakasih 🙏🙏🙏...