
Disekolah Vero dan Mauren sedang melakukan praktik di LAB IPA. Terlihat Vero dan Mauren sangat fokus dalam memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Ia tak tergubris atas kelakuan teman-temannya yang sering berisik dan banyak bercanda. Visi dan misi Vero dan Mauren adalah cerdas berilmu dan cerdas bersikap. Ia ingin menjadi orang yang sukses dan dapat membanggakan ibunya.
Vero dan Mauren saling bergantian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Tak ada rasa untuk mindir atau malu-malu bila ditunjuk oleh guru. Bagi Vero menjawab pertanyaan adalah sebuah tantangan yang harus diselesaikan dalam waktu cepat dan singkat dan juga logis dengan jawabannya.
...****...
Disebuah kantin, Vero sedang menikmati bekal makanan yang disiapkan oleh ibunya sebelum berangkat sekolah. Ia tak jajan di kantin untuk menghemat uangnya dan ia juga merupakan anak yang gemar menabung.
Ketika Vero sudah selesai untuk makan. Teman-temannya kembali berulah. Mereka menjahili Vero kembali dengan mengambil rantang makanannya yang merupakan pemberian dari ibunya. Karena ia tak rela jika harus kehilangan rantang itu. Vero meladeni kejahilan temannya tersebut. Mereka membuat sebuah lingkaran dan membuat Vero ada di tengah. Rantang tersebut dilempar-lempar ke orang-orang dalam lingkaran tersebut. Setiap rantang yang sudah ditangan, Vero berusaha keras untuk mengambilnya. Begitu juga ketika rantangnya melayang di udara, Vero mencoba loncat untuk mengambilnya. Namun sayang, semua yang dilakukan Vero sia-sia. Ia hanya dijadikan bahan mainan teman-temannya saja.
Ketika sudah merasa lelah, Vero berhenti sejenak dari mengejar orang yang memegang rantangnya. Salah satu orang dalam lingkaran tersebut, mengulurkan tangannya sambil memegang rantangnya seolah memberikannya secara percuma. Vero pun kemudian mendekatinya untuk mengambilnya. Namun sayang, begitu rantang sudah mendekati tangannya. Ia di tekel oleh orang yang berada di samping dan membuatnya terjatuh tersungkur dilantai. Kemudian mereka yang menjahili Vero memberikan rantangnya, sembari berkata,
“Dasar VAB, lemahhh!”.
Mereka semua pun pergi. Vero masih tersungkur dilantai sembari menggenggam erat rantang itu. Kemudian datanglah uluran tangan seseorang. Ia pun segera melihatnya,
“Sepertinya ini tangan perempuan!” ucap Vero.
Ia pun mencoba untuk memperhatikan wajahnya. Ia nampak asing dengan perempuan itu, Vero pun menyambut hangat uluran tangan perempuan itu dan kemudian berdiri berhadapan dengannya.
“Kenalkan nama saya Salsa!” ucap perempuan itu sembari mengulurkan tangan perkenalan.
“Vero!” sahut Vero menyambut uluran tangan perempuan itu.
“Senang berkenalan dengan mu, BTW kenapa kamu di jahili seperti itu?” tanya Salsa.
“Panjang ceritanya!” jawab Vero.
“Owh yaudah kalau kamu enggak mau cerita, aku paham kok!” ujar Salsa.
“Aku boleh jadi teman kamu!” tanya Salsa.
“Kamu memangnya tidak malu berteman dengan saya?” tanya Vero balik.
“Iya juga, tapi ini berbeda!” sahut Vero.
“berbedapun bisa menjadi satu dan sejalan!” ucap Salsa.
“Terserah kamu deh!” sahut Vero lagi.
Vero dan Salsapun pada saat itu menjadi sahabat dekat, menjadi teman bicara Vero. Kini Vero tak lagi sendirian dalam kegiatan disekolah. Ia dan Mauren memiliki teman baru yang mau dekat dengannya dan tak memandang setatus sosial. Vero disitu mulai salut dengan Salsa. Ia wanita yang tegas berani dan membela yang lemah. Ketika Vero dan Mauren dihina ia selalu hadir paling depan untuk membelanya.
Semakin hari Vero dan Salsa semakin dekat dan menjadi sepasang sahabat yang tidak bisa dipisahkan. Baik dalam kegiatan apapun disekolah. Dalam hati Vero timbul perasaan yang tidak diketahui olehnya. Karena masih kecil ia tak tahu apa arti jatuh cinta.
Keakraban mereka membuat semua orang menjadi iri. Orang kaya seperti Salsa mau berteman dengan anak seorang pembantu seperti Vero dan adiknya Mauren. Teman-temannya tersebut, merancang sebuah rencana untuk menjauhkan Salsa dari mereka berdua.
“Bagaimana caranya untuk memisahkan Salsa dari mereka. Kalau Salsa masih bersama mereka. Kita tidak bisa leluasa dalam mengerjai Vero dan Mauren?” tanya salah satu orang tersebut yang dijuluki sebagai jakam sekolah.
“Begini aku punya ide!” ucap perempuan yang berada disebelahnya.
“Apa?” jawab Rio, pemimpin kelas yang selalu memberikan tugas menjahili Vero dan Mauren.
“Sinih aku bisikin!” ucap perempuan tersebut.
“Cukup menarik, wajib dicoba!” ucap Rio.
“Semua ikuti Helen, jalankan misi ini dengan sukses!” perintah Rio pada anak-anak lain.
“Oke!” jawab semua orang yang berada dekat Rio.
Kemudian mereka semua pergi meninggalkan kelas, entah mereka pergi kemana, yang jelas apa yang mereka lakukan adalah sebuah kejahatan untuk membuat hubungan Vero dan Salsa retak.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
...Hello!, Terimakasih ya sudah setia membaca ceritaku. Ikuti terus kelanjutan ceritanya hingga tamat. Jangan sampai terlewatkan ya ceritanya. Untuk teman-teman semua jangan lupa tinggalkan pesan lewat tombol like jika suka dan juga komen bila ingin request. Terimakasih 🙏🙏🙏...