
Disekolah Vero dan Mauren suasana kelas berubah. Ketika Vero dan Mauren masuk semua orang berkata Aco,Aco, Aco,Aco yang memiliki arti awas copet. Kata-kata tersebut membuat Mauren down. Berbeda dengan Vero, ia masih bisa bersabar dan memakluminya. Ia pun segera menenangkan Mauren.
“Mauren tidak apa-apa, ayo!” ucap Vero.
Kemudian mereka berdua berjalan menuju ke tempat duduknya. Namun, tempat duduk yang biasanya ditempati mereka berdua sudah ditempati oleh orang lain. Kemudian ia mencari tempat yang baru. Tempat tersebut ada dibelakang, kali ini Vero dan Mauren duduk bersama. Karena sebelumnya Vero duduk dengan Salsa dan Mauren dengan Helen.
Guru kemudian datang untuk memberikan pelajaran pagi ini.
...****...
Diperpustakaan Vero tengah asik membaca buku. Ia kemudian melihat kedatangan Salsa. Ia mengambil beberapa buku dan membawanya ke meja. Vero dengan inisiatif ingin menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi kemarin. Namun, ketika Vero duduk disamping Salsa. Ia kemudian berdiri dan pindah tempat duduk. Vero dengan sabar mencoba mendekatinya lagi. Salsa tetap saja menjauhi Vero. Hingga pada akhirnya membuat Salsa marah hingga mendorong Vero sampai terjatuh.
“Udah gue bilang kan jangan pernah dekat-dekat sama gue lagi. Gue enggak mau barang-barang gue yang lain dicuri sama lu!” ucap Salsa memberikan peringatan.
“Tapi Sal…” ucap Vero terpotong.
“Enggak ada tapi lagi. Gue benci sama lu dan enggak akan pernah gue mau kenal dan inget lu lagi dalam hidup gue!” ucap Salsa.
Kemudian Salsa meninggalkan Vero yang tengah terjatuh, sedari tadi Vero menunggu uluran tangan dari Salsa untuk bangun. Tapi, sikap Salsa sekarang sudah berubah. Ia tak ingin kenal lagi dengan Vero dan adiknya. Setiap kali diantara mereka berdua mendekatinya. Ia pergi dan terus-terusan menjauh. Hingga pada akhirnya kesalah pahaman ini terjadi berlarut-larut. Membuat hubungan Vero, Mauren dengan Salsa merenggang. Tidak ada yang mau lagi dekat dengan mereka berdua. Cap pencuri sudah melekat pada diri mereka berdua, sehingga membuatnya dijauhi banyak orang.
...****...
Rio dan Helen tengah berbicara di kantin. Mereka duduk hanya berdua saja. Mereka sedang membicarakan bagaimana mengajak Salsa masuk ke gengnya. Helen mencoba berpikir untuk mencari caranya. Selama ini hal-hal yang diinginkan Rio selalu terwujud berkat kecemerlangan Helen. Tanpanya Rio bukanlah siap-siapa. Jadi, Helen merupakan orang yang dapat dipercaya olehnya.
“Gimana udah dapat?” tanya Rio.
“Blom bingung gue. Nanti aja deh mikirnya, gue laper!” jawab Helen.
“Yaelah makan mulu. Pokoknya lu harus dapat ide buat Salsa gabung ke geng kita!” ucap Vero.
“Oke, siap tenang aja, santai!” sahut Helen.
Kemudian Rio pergi dari kantin menuju ke kelas. Ditengah jalan ia bertemu Salsa yang tengah sendirian membaca buku. Ia pun menghampirinya.
“Hai, sendiri aja?” tanya Rio.
“Iya”, jawab Salsa.
“Apa gue langsung bilang aja ya ke dia untuk gabung ke geng?” gumam Rio dalam hati.
“Salsa!” panggil Rio.
“Apa?” sahut Salsa.
“Lu mau enggak gabung ke geng gue!” ajak Rio.
“Untuk tawarannya terima kasih. Tapi, maaf gue enggak tertarik!” tolak Salsa.
Kemudian Salsapun pergi meninggalkan Rio sendirian.
“Sial tawaran gue ditolak!” ucap Rio.
...****...
“Tenggggggggg” bunyi bel pulang sekolah.
Semua orang telah keluar dari ruang kelas begitu juga dengan Mauren. Tapi, Vero ia sedang membantu guru untuk membawa buku-buku ke ruang guru. Setelah dari ruangan guru ia pergi menuju ke halaman sekolah, untuk menemui adiknya yang masih menunggu. Ditengah jalan ia bertemu dengan Salsa yang belum pulang, ia pun segera menghampirinya.
Salsa tak membalas ucapan Vero. Ia hanya diam saja menatap layar ponsel sambil mendengarkan musik. Kemudian Vero duduk disampingnya.
“Salsa!” panggil Vero lagi.
Namun, kini juga tak ada respon darinya. Ia pun segera mengambil airpods yang berada ditelinganya. Sehingga membuat Salsa marah.
“Kamu ini mau apa sih?” tanya Salsa.
“Aku mau jelasin yang sebenarnya!” jawab Vero.
“Enggak perlu semuanya sudah jelas!” ucap Salsa dengan emosi.
“Itu masih belum jelas!” ucap Vero lagi.
“Stop!” sahut Salsa.
“Gue enggak mau dengar lagi apapun alasan yang keluar dari mulut lu. Lu udah buat gue kecewa. Selama ini gue baik sama lu tapi balasan lu ke gue jahat!, gue enggak mau lagi kenal dengan yang namanya Cavero. Mulai hari ini, esok, dan selamanya. Gue Benci Sama Lu!” ucap Salsa panjang lebar.
“Aku terima kamu benci sama aku. Tapi, izinkan aku untuk menjelaskan yang sebenarnya!” pinta Vero.
Kemudian Salsa memberikan kesempatan untuk Vero menjelaskannya.
“Sebenarnya yang terjadi….”, ucap Vero agak gugup.
“Apa?” ucap Salsa.
Dari kejauhan Rio melihat Vero dan Salsa sedang berbicara serius, ia pun berkata dalam hati,
“Jangan sampai Vero bicara yang sebenarnya, bisa-bisa rencana gue gagal!”.
Rio pun langsung menghampiri mereka dan memanggil Salsa.
“Salsa!”.
“Lu masih disini?, kamu ngapain sama dia yang jelas-jelas pencuri?” tanya Rio.
“Iya, geu masih nungguin jemputan. Tapi, kayaknya jemputan gue enggak bisa dateng deh!” ucap Salsa.
“Mau barang sama gue!” ajak Rio.
“Boleh!” sahut Salsa.
“Yaudah ayo tinggalin aja dia sendiri. Ngabisin waktu bicara sama copet ini!” ucap Rio menyindir Vero.
“Ayo!” sahut Salsa.
Pada akhirnya Vero pun gagal menjelaskan yang sebenarnya terjadi, sehingga membuat kesalah pahaman ini terus berlanjut entah sampai kapan akan berakhir.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=÷÷\=÷\=\=\=\=\=\=\=...
...Hello!, Terimakasih ya sudah setia membaca ceritaku. Ikuti terus kelanjutan ceritanya hingga tamat. Jangan sampai terlewatkan ya ceritanya. Untuk teman-teman semua jangan lupa tinggalkan pesan lewat tombol like jika suka dan juga komen bila ingin request....
...Terimakasih 🙏🙏🙏...