
Tas yang pertama kali untuk diperiksa adalah tas Mauren. Disana tidak ditemukan apapun selain buku pelajaran. Kini giliran tas Vero yang diperiksa. Satu demi satu bagian diperiksa. Hingga pada akhirnya Rio menemukan Hp Salsa kemudian mengambilnya. HP tersebut ditunjukan pada semua orang yang ada di situ. Alangkah terkejutnya Vero, Mauren dan Salsa melihat Hp tersebut.
“Hahhh, enggak mungkin itu bukan aku yang memasukannya ke dalam tas!” sanggah Vero.
“Maling dimana-mana enggak ada yang ngaku, kalau ngaku nanti penjara penuh!” ucap Helen.
“Bener kakak aku tidak mencuri Hp Salsa!” ucap Mauren.
Kemudian Vero menghampiri ke arah Salsa dan menjelaskan semuanya bahwasanya yang terjadi saat ini tidaklah benar.
“Salsa, kamu percayakan sama aku, aku tidak mencuri Hp kamu!” ucap Vero.
“Bener, kamu percayakan sama kita berdua?” tanya Mauren pada Salsa.
“Saat ini aku bingung, apakah aku harus percaya pada kalian atau tidak. Karena semua bukti sudah jelas mengarah kepada kalian!” jawab Salsa.
“Bukti itu tidak benar, itu bukan aku yang memasukannya kedalam tas. Mungkin ada orang lain yang tidak senang dengan persahabatan kita!” ucap Vero menyakinkan Salsa bahwa dirinya tidak bersalah.
“Aku enggak tahu, yang pasti aku kecewa sama kalian berdua, aku sudah anggap kalian sebagai sahabat baik ku. Tapi, ini balasan kalian?” ucap Salsa sembil meneteskan air mata.
“Selama ini aku percaya bahwa kalian anak-anak yang baik, yang berbeda dari yang lain. Tapi, pikiranku itu salah, kalian sama seperti yang lain, yang hanya memanfaatkanku hanya demi uang. Kalian dekat sama aku karena uang kan?” ucap Salsa.
“Sama sekali enggak, kami tulus berteman dengan kamu. Tidak memandang status mu!” sahut Vero.
“Ngaku ajadeh, pencuri tetap saja pencuri. Tidakan itu tidak dibenarkan. Ternyata disekolah kita mendidik copet!” sindir Rio.
“Tutup mulut mu!” ancam Vero.
“Kenapa?, owh marah, sinih-sinih pukul!, kiri atau yang kanan?, silahkan!” ucap Rio.
Tak terima Rio pun membalasnya kembali. Mereka semua saling bertengkar, memukul dan menendang satu sama lain. Tak ada yang melerai mereka. Hingga pada akhirnya Salsa berjalan menuju tempat perkelahian mereka berdua dan berdiri ditengah. Posisi tangan diantara keduanya dekat disamping (pipi) Salsa. Seakan ingin memukulnya di dua posisi. Namun, tertahan sejenak karena keberadaan Salsa. Perkelahian tersebut akhirnya berhenti.
“Rio, sudah cukup!” ucap Salsa.
“Vero, aku kecewa sama kamu!, dan ingat mulai hari ini kamu bukan temanku lagi. Kamu hanyalah benalu dihidupku!” ucap Salsa.
Kemudian Salsa pun pergi bersama Rio dan Helen diikuti beberapa teman yang lain. Kini, tinggak Vero dan Mauren saja tak ada siapapun yang mempercayai Vero bahwa itu bukan perbuatannya. Tapi, semua orang percaya dengan rencana yang dibuat Rio dan kawan-kawan sehingga menyudutkan Vero dan Mauren.
Kini, Vero dan Mauren kembali dalam kesendirian. Mereka akan ditinggal sahabat dekatnya yang baru saja ia kenal. Sungguh hal tersebut membuat Vero sedih.
...****...
Di sisi lain, Sheila saat ini tengah berada dibelakang rumah. Ia sedang melakukan sesuatu yang paling ia cintai. Yaitu menanam bunga dan merawatnya. Sepanjang halaman belakang rumah, semuanya dipenuhi bunga-bunga indah nan cantik berbagai warna sehingga membuat sejuk mata. Ia paling suka dengan bunga mawar selain melambangkan cinta. Bunga mawar juga melambangkan kebahagiaan untuk nya.
Selain itu hobi yang ia lakukan selain berkebun adalah menulis puisi serta membaca buku. Sehingga orang-orang sering menjulukinya sebagai kutu buku. Namun, juga menjadi orang yang paling hits di sekolah karena kekayaan orang tuanya sehingga ia sangat dihormati.
Meskipun begitu ia sangat ramah dan baik hati pada orang lain, meskipun ia tak mengenalnya. Ia sering memberikan uang jajannya kepada orang yang lebih butuh. Suatu ketika teman sekolahnya tidak bisa jajan dikantin karena tidak memiliki uang. Dengan rasa iba ia membelikan makanan serta meminta pelayan kantin untuk mengantarnya tanpa memberi tahu siapa yang membelikannya. Sungguh wanita itu cantik nan baik hati. Ia sangat berbeda sekali dengan ayahnya yang jahat, arogan, emosianal dan tanpa belas kasihan. Sehingga membuatku berpikir bahwa “Buah jatuh tak akan jauh dari pohonya” ternyata salah. Karena sifat datangnya dari hati dan nurani.
...****...
......\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=\=......
...Hello!, Terimakasih ya sudah setia membaca ceritaku. Ikuti terus kelanjutan ceritanya hingga tamat. Jangan sampai terlewatkan ya ceritanya. Untuk teman-teman semua jangan lupa tinggalkan pesan lewat tombol like jika suka dan juga komen bila ingin request....
...Terimakasih 🙏🙏🙏...