Love Story Sheila And Vero

Love Story Sheila And Vero
Episode 4



Langkah kaki terus menggerakan Bu Nindi, entah kemana ia pun tak tahu. Sekarang ia tak memiliki apa-apa. Baik uang maupun kendaraan, yang ia miliki saat ini hanya Vero putra satu-satunya dan kebanggaannya.


Di tengah jalan ia mulai kehausan begitu juga dengan Vero. Ia butuh susu formula karena ia tak bisa memberikannya ASI. Dengan tekat dan cinta ia pun mencari pekerjaan di pinggir jalan untuk membeli susu anaknya.


Di suatu tempat makan, Bu Nindipun segera menghampirinya dan menanyakan lowongan pekerjaan untuknya,


“Bu maaf, apakah disini ada lowongan pekerjaan. Kerja apa saja saya bisa bu, kesiani anak saya bu, dia butuh susu!”.


Ibu warung tersebut kemudian berkata,


“Ya sudah, kamu bantuin cuci piring saja di sana, kebetululan di sana piring sudah menumpuk!”.


“Terimakasih bu, saya janji akan kerja dengan benar!” sahut Bu Nindi.


Sambil menggendong Vero. Bu Nindi membersihan piring satu demi satu.


...****...


Tidak sampai satu hari, Bu Nindi sudah di suruh oleh ibu warung untuk berhenti. Ia pun menuruti perintah tersebut. Sang ibu warung memberikan imbalan serta melebihkan uang gajinya.


“Terimakasih Bu, saya enggak akan lupakan jasa baik ibu untuk anak saya!” ucap Bu Nindi.


Dengan rasa bahagia ia pun segera menuju ke mini market untuk membeli susu formula.


Selepas itu ia memberikannya pada Vero. Perlahan perut bu Nindi mulai keroncongan. Ia tak punya uang lagi untuk membeli makan. Ia hanya bisa minum dari uang sisa beli susu tadi. Ia dengan ikhlas menahan lapar demi sang putra tercinta.


...****...


Bu Nindi meneruskan perjalanan menuju ke tempat yang aman. Ia mulai teringat dengan rumah pemberian keluarganya di bogor. Ia berencana untuk jalan kaki dari Jakarta menuju ke Bogor. Namun, ditengah perjalanan ia melihat truk bernomor kendaraan kota Bogor. Ia pun segera menghampirinya dan menanyakan arah mobil ini.


“Pak maaf. Mobil ini mau ke mana ya?”.


“Pak boleh enggak saya numpang di mobil bapak?” pinta Bu Nindi.


“Boleh neng, tapi memangnya mau kalau di belakang. Soalnya di depan sudah ada istri saya!” ujar pak Supir.


“Enggak apa-apa pak!” jawab Bu Nindi.


Bu Nindipun segera naik ke bak truk tersebut sembari menggendong Vero.


...****...


Dalam perjalanan ia terus mengingat kejadian-kejadian yang dialami beberapa hari terakhir. Betapa menyedihkan kisah pilu itu. Ketika mengingatnya tak henti-hentinya ia meneteskan air mata, apalagi mengingat apa yang dialami suaminya ketika dikroyok anak buah Arya dan juga orang-orang yang telah berhianat. Ia menatap tajam ke arah Vero, kemudian mengelus-elus kepalanya sembari berkata,


“Kamu harus jadi kebanggaan untuk ibu nak, kamu harus membalaskan dendam atas apa yang dilakukan Vero padamu dan juga kamu harus beri pelajaran padanya agar dia merasakan apa yang kita rasakan!”.


...****...


Akhirnya setelah satu jam perjalanan dari Jakarta, Bu Nindipun sampai di Bogor. Ia langsung turun dari mobil dan berjalan kaki menuju ke rumah tersebut, kira-kira perjalanan menempuh jarak 3 KM. Dengan dengan hati ikhlas bu Nindi rela melakukannya, agar Vero tidak kehujanan dan tidak sakit karena angin malam.


Di tengah perjalanan, ia mendengar bunyi tangisan bayi. Karena penasaran ia pun mencara asal suara bayi tersebut. Ia mencari hingga ke semak-semak. Usaha Bu Nindi membuahkan hasil. Ia menemukan seorang bayi perempuan yang dibuang oleh seseorang yang tak bertanggung jawab. Dengan rasa iba, bu Nindipun membawa bayi tersebut turut serta bersamanya menuju ke rumah.


...****...


Setelah menempuh perjalanan panjang, ia pun sampai di rumah pemberian orang tuanya. Kondisinya sangat menghawatirkan, karena tak terawat. Dengan ikhlas ia pun segera membersihkannya dan merapikan untuk tempat istirahatnya. Ibu tersebut seperti tidak ada lelahnya meski ia belum makan dari pagi dan hanya bisa minum sebotol air putih saja.


...“My mother is like woman no other. She gave life nurtured me, taught me, dressed me, fought for me, held me, shout at me, kissed me, but most importantly love me unconditionally”....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...Hallo!, Terimakasih ya sudah setia membaca ceritaku. Ikuti terus kelanjutan ceritanya hingga tamat. Jangan sampai terlewatkan ya ceritanya. Untuk teman-teman semua jangan lupa tinggalkan pesan lewat tombol like jika suka dan juga komen bila ingin request. Terimakasih 🙏🙏🙏...