
Kejadian tadi siang membuat Arga berfikir panjang. Ia menatap awang-awwng kamarnya dengan melipat kedua tangannya dibelakang kepala. Isi kepala Arga cuma satu. Otaknya sedang mencerna kejadian tadi siang. Sejak awal bertemu, Arga menganggap Kinara sebagai canda. Ia suka mengundang amarah gadis yang tak lebih dianggapnya sebagai mak lampir. Namun ketika air mata gadis itu mengalir deras, Arga terpaku dan tak dapat berucap.
Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Kinara, mendekepnya erat agar gadis itu berhenti menangis.
Sejak kejadian tadi, Kinara tidak sekalipun membuka suara sampai jam sekolah berakhir. Pandangannya lelah dan kosong. Arga ingin menanyakan banyak hal sekaligus meminta maaf. Namun wajah sendu itu berhasil membuat Arga ikut bungkam dalam penyesalan.
Arga menyukai tatapan tajam yang Kinara punya. Namun ia benci tatapan sendu yang ia lihat beberapa jam yang lalu. Ia benci saat gadis itu lemah. Arga menyukai Kinara yang galak agar Arga bisa menyamakannya dengan gonggongan Anjing Pak Somat. Bukan Kinara yang rapuh seolah ia kehilangan segala harapan dalam hidupnya.
Tanpa berfikir dua kali, Arga meraih ponselnya yang tergeletak kemudian mengetik kan sebuah pesan yang di kirim melalui Whatsapp dengan nama kontak "Nona Manis"
Anda
Hi.
Arga menunggu respon. Ia melihat gadis itu sedang online. Satu menit berlalu, Arga sabar. Dua menit, teruspun begitu. Lima menit terjeda, Arga menunjukkan dirinya yang asli. Ia bukan orang yang suka bersabar. Kemudian ia mengetikkan pesan dengan cara meng-spam chat Kinara.
Anda
Oiii
Anda
Halo
Anda
Holla
Anda
Assalamualaikum sahabat beriman.
Disisi lain Kinara bising dengan getar ponselnya, ia menggerutu. Ia tahu orang yang mengirimkan pesan itu adalah Arga. Namun Arga bagi Kinara adalah sesuatu hal yang tidak pernah penting. Ia hanya pengacau. Ia perusak di hidup Kinara yang sudah buruk. Bertahun-tahun Kinara menghindari phobia yang ada dalam dirinya. Tapi hari ini Arga dengan mudahnya membuatnya hampir mati ketakutan.
Setelah lima menit berlalu lagi, Arga merasa telah menunggu balasan selama lima jam. Ia tersenyum ketika Kinara membuka pesan darinya. Nyatanya gadis itu tidak mengetik, ia ceklis dua biru.
"Njay. Yang bener aja, orang ganteng di read doang?" tanya Arga menatap ponselnya dengan kesal.
Dengan tidak menyerah, Arga kembali mengetikkan pesan. Kali ini dengan kalimat yang lebih panjang. Ia jamin Kinara tidak mungkin mengabaikan pesannya.
Anda
Rasullullah Saw. bersabda "Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” Artinya kita sebagai umat islam diperintahkan untuk menjawab salam.
Nona Manis
Walaikumsalam wr.wb.
Anda
Ra, soal kejadian tadi, gue ngak tahu lo phobia.
Nona manis
Terus?
Anda
Gue nyesel
Nona manis
Terus?
Anda
Gue minta maaf
Nona manis
Terus?
Anda
Gua ngak tahu jadinya kayak gitu. Sorry.
Nona manis
Ada lagi?
Anda
Ngak, cuma itu.
Setelah Arga menekan tombol send. Jeda kembali mengisi. Arga menjentikkan jari-jarinya untuk menghilangkan kebosanan. Sesaat kemudian tak ada respon sama sekali. Kinara pun tak meng-read pesan terakhir Arga. Ia online, tapi tanda ceklis satu.
Sialan.. Gue diblock..!
****
Kinara melemparkan ponselnya yang belogo Apple bergigit itu ke sembarang arah. Tidak ada faedahnya jika terus-terusan mengurusi Arga. Jadi memblok laki-laki gila itu adalah keputusan terbaik.
Membayang hal tadi siang, membuat Kinara memukul jidatnya berkali-kali. Bisa-bisanya ia jatuh dalam pelukan orang gila.
Tapi mau gimana lagi.Jika Arga tidak memelukknya, ia akan jatuh untuk kedua kalinya. Hari ini membuat kebencian Kinara pada Arga semakin menjadi. Cowok itu sudah melewati batas dan kesalahannya tidak akan termaafkan.
"Pa, Mama sama Kak Fir mana?" lamunan Kinara melayang lagi pada kejadian 10 tahun silam.
Wira mengelus rambut putrinya dengan lembut. Ia berusaha tersenyum kaku. Lalu mengecup puncuk kepala Kinara. Gadis kecil itu masih terbaring lemah dengan selang-selang yang membantunya untuk tetap bernafas. Pria paruh baya itu menggenggam tangan putri bungsunya dan berkata.
"Mama pergi ninggalin kita."
Gadis itu baru sadar dari komanya yang panjang. Ia masih merasakan sakit di seluruh tubuhnya. Selang-selang ini cuma alat, satu hal ia butuhkan. Wanita itu! Ia menginginkan pelukan hangat dari orang paling ia cintai. Hanya ada satu alasan yang membuatnya tetap hidup, ia tidak siap berpisah Ibu kandungnya. Namun ketika ia membuka mata, wanita itu pergi.
"Kemana?"
Wira meneteskan air mata. Ia berusaha tegar dan terlihat kuat dihadapan putrinya.
"Papa ngak tau. Intinya dia pergi ke tempat yang jauuuuuh."
"Sama Kak Fira juga?" tanyanya dengan suara serak.
Wira mengangguk, membuat anak kecil yang terbaring itu menangis.
"Terus adek ngak dibawa? Adek ditinggal?" tanyanya semakin histeris.
Wira menempelkan wajahnya ke pipi putrinya. Ia menghapus jejak air mata Kinara, walau itu adalah usaha yang sia-sia karena gadis kecil itu tak berhenti menangis.
"Masih ada Papa nak!" kata Wira menenangkan.
Kinara menggeleng. "Mau Mama..." lirihnya terisak.
"Kak Fira aja dibawa. Kok Kinar ditinggal. Kinar tidurnya kelamaan ya Pa? Kok Papa ngak bangunin Kinar sih Pa?!" ucapnya menggerutu dalam tangis yang tak kunjung reda. "Adek mau ikut mereka Paa.."
Tangisan Kinara pecah dalam ruangan yang bernuansa cat putih itu. Ia hanya seorang anak kecil yang masih membutuhkan kasih seorang Ibu. Ia masih membutuhkan sosok kakak yang selama ini menjadi penyemangat hidupnya. Namun mereka pergi bahkan sebelum Kinara sadar dari komanya. Ia cuma anak berusia tujuh tahun yang harus menerima kenyataan bahwa ternyata realita sepahit itu. Kalau penyemangatnya pergi, bagaimana caranya ia melangkah dalam dunia yang tidak adil padanya?
Kalau satu-satunya bahagia yang Kinara punya terbang entah kemana. Bagaimana mungkin ia bisa menjalankan kehidupan dengan bahagia? Kalau ia tahu dari awal ini akan terjadi, maka hari itu ia tidak ingin bangun.
"Mama mana? Kinar mau Mama. Cuma Mamaa!!!" teriakkannya menggema keras. Wira menenangkan Kinara, namun tidak bisa. Hingga akhirnya perawat datang dan menyuntikkan obat penenang.
Perlahan efek dari obat itu membuat tubuh Kinara melemah. Sebelum matanya benar-benar tertutup, telinganya menangkap kata-kata Wira sampai akhirnya ia tertidur dalam tangisan.
"Papa janji, kita ngak akan miskin lagi. Supaya Mama kamu tahu bahwa cinta ngak semurah itu!" kata Wira saat itu.
Hari ini Kinara tahu bahwa cinta itu tidak pernah ada. Hanya pengkhianatan, janji palsu, dan harapan kosong. Bahkan ketika seseorang menjaga sesuatu yang paling berharga bertahun-tahun, tidak menjamin seseorang akan setia selamanya. Cinta terlalu munafik dan Kinara bersumpah ia tidak akan pernah jatuh cinta.
*
Notifikasi ponsel Arga tak berhenti bergetar. Menandakan bahwa pesan beruntun sedang masuk. Matanya berbinar ketika beranggapan whatsapp dari Kinara. Nyatanya hanya obrolan yang tak berfaedah dari kumpulan orang-orang gila.
GRUP CIPTAAN ALLAH YANG PALING SEKSI.
Kambing hamil (Ardy)
Ohhh penghuni grupp.. Datanglah..datanglah.. Aku rinduuuuu😘😘😍😍
Cicak meyap (Adit)
Jangan rindu. Kata Dilan rindu itu berat😴
Aspal berjalan (Ali)
Itu kan kata Dilan. Yang berat bukan rindu. Tapi...
Cicak merayap (Adit)
Tapi???
Aspal berjalan (Ali)
Ardy. Wkwk, beratnya 120kg. Selamat anda rekor memenangkan orang terberat sedunia!👏
Kambing hamil (Ardy)
Anjay. Lu kira gua obesitas!👀
Aspal berjalan (Ali)
Ha aku? Jadi duta shampo lain?
Cicak merayap (Adit)
Ape sih
Aspal berjalan (Ali)
Kata Lee meen hoo. Tolong, jangan perebutkan saya.
Cicak merayap (Adit)
Ngomong aja terus, orang gila ngak berdosa!
Kambing hamil (Ardy)
Afikaaaaaaaaaa, ada yang baru loh.
Cicak merayap (Adit)
Maap anda salah alamat. Saya Manu Rios, bukan Afika!
Aspal berjalan (Ali)
Ha Panu?
Cicak merayap (Adit)
Bukan, kurap!
Kambing hamil (Ardy)
Aspal berjalan (Ali)
Situs apaan?
Kambing hamil (Ardy)
Bokep!
Cicak merayap (Adit)
😱😱😱😱😱😱😱😱
Aspal berjalan (Ali)
Jalan-jalan ke rumah maya
Jangan lupa bawa Aqilah
Wahai Ardy yang over gila
Moga segara dapat hidayah
Kambing hamil (Ardy)
Bacot. Mau ngak?
Aspal berjalan (Ali)
Sebenarnya ngak. Tapi kalau lo maksa ya udah kirim.
Cicak merayap (Adit)
Otak mesum lo pada, inget mati! Ar, cepetan dong kirimnya. Lama banget sih!
Aspal berjalan (Ali)
Fuck🖕🏿
Kambing hamil (Ardy)
Sama-sama ****, jangan saling menghina. Bagi rata, oke?
Aspal berjalan (Ali)
😂
Ada jeda sesaat, namun ponsel Arga kembali bergetar. Kali ini melebihi yang sebelumnya. Ardy mengirim link-link bokep. Karena merasa sebagai manusia penghuni surga, Arga tidak pernah membuka konten tak berfaedah tersebut. Ia tidak akan membuka, kecuali dalam waktu-waktu tertentu.
Anda
Astagfirullah. Ampuni teman hamba ya Allah.
Kambing hamil (Ardy)
Sok muna lo. Biasanya juga nobar kita.
Anda
Masa sih? Kok gue ngak ingat ya?
Aspal berjalan (Ali)
Iyalah, kan yang ada di otak lo cuma Kinara🤣
Anda
Kok tau? Kembaran dilan ya?
Aspal berjalan (Ali)
Bukan. Tapi kembaran Lee meen hoo.
Anda
Wah, pede mu berlebihan kawan.
Kambing hamil (Ardy)
Kata Kinara, lu pacarannya maksa. Bener?
Anda
Hooh
Aspal berjalan (Ali)
Enak ngintipin anak gadis orang ganti baju?
Anda
*****, gue becanda. Ngak bener-bener ngintipin tau.
Cicak merayap (Adit)
Sulit dipercaya
Anda
Gue kan cuma bohong sama dia. Siapa suruh percaya.
Aspal berjalan (Ali)
Jatuh cinta ya? Ciee..
Anda
Ngak.
Cicak merayap (Adit)
Masa? Tadi aja ngelirik Kinar ngak henti-henti.
Anda
😭😭😭
Aspal berjalan (Ali)
Kenapa lu? Ditolak? Dicuekin? Bunuh diri aja! Cepetan, lu hidup nyusahin doang😪
Anda
Kampret
Cicak berjalan (Adit)
Eh, tadi habis istirahat kalian kok diem-dieman?
Anda
Dia marah.
Kambing hamil (Ardy)
Wajarlah. Orang lo selalu cari masalah sama dia.
Anda
Gue keterlaluan?
Kambing hamil (Ardy)
Keterlaluan banget.
Cicak merayap (Adit)
Sangat keterlaluan.
Aspal berjalan (Ali)
Keterlaluan sekali.
Anda
Terus gue harus gimana?
Aspal berjalan (Ali)
Minta maaf udah?
Anda
Udah, tapi ngak dimaafin. Gimana dong?
Cicak merayap (Ardy)
Kasih bunga, pasti klepek-klepek.
Anda
Yakin berhasil?
Kambing hamil (Ardy)
Tenang aja, pesona orang ganteng ngak akan ada yang nolak.
Anda
Oke akan gue coba
Aspal berjalan (Ali)
Abang-abang, adek bobok dulu ya.
Kambing hamil (Ardy)
Silahkan, gua saranin ngak usah bangun lagi!
Chat empat laki-laki yang berinisial A itu berlangsung panjang hampir mendekati jarum jam 12 malam. Obrolan mereka memang tidak ada manfaat, hanya sekedar cerita-cerita bodoh. Namun keempat orang itu mengetahui bahwa mereka saling peduli.
*