KinarArga

KinarArga
Bu Guru Cantik dan Siswa Alay



Suara hak sepatu terdengar perlahan memasuki kelas XI IPA 3. Ketika ambang pintu terbuka, setiap mata melongo tak percaya dengan sesuatu yang hadapannya. Senyuman seorang wanita menyinari kelas mereka layaknya matahari sebagai penolong mawar yang hampir layu. Semuanya menggeleng terkesima, wanita itu tersenyum kemudian berkata.


"Assalamualaikum wr.wb."


"Walaikumsalam wr.wb."


"Perkenalkan saya Sofia Nurbaita. Saya guru kesenian baru disini."


Semua mata terlihat berbinar. Guru kesenian lama sudah hilang entah kemana. Ia pergi tanpa pamit pada mereka. Mungkin sudah tak tahan karena tak tahan diploncoi mereka. Kalau gurunya bening seperti ini, bukannya gurunya tak tahan. Tapi dikhawatirkan mereka diabetes masal karena gurunya terlalu manis.


"Masyaallah, durian runtuh. Nikmat bannaaa," kata Rian sambil menangkup wajahnya diatas meja.


Sementara Buk Sofia tidak terlalu menghiraukan. Ia menatap siswa-siswinya dengan penuh keramahan.


"Ada pertanyaan?" tanyanya.


Kinara mengangkat tangan. "Pindahan mana Buk?"


"SMA Garuda," kata Buk Sofia. "Ada lagi?"


"Ibuk punya pacar ?" tanya Arga membuat sejua mata mengarah kearahnya. Seharusnya Arga bersikap sopan sedikit saja, apalagi ini guru baru. Tidak seharusnya Arga berkata begitu. Namun semua maklum, karena orang gila tak berdosa.


"Ngak," jawabnya membuat semua siswa bersorak heboh kegirangan.


"Horeee..Buk Sofia Jomblo, kita cinta buk Sofia...Hidup buk Sofia...Calon dari ibu anak-anak kita. Buk Sofia love you so much," ucap Arga yang bicara semakin lama semakin gila.


Sofia geleng-geleng kepala, dengan cepat ia menambahkan "Tapi saya sudah punya suami."


Semuanya diam dan saling pandang. Terlihat pandangan mereka meredup seolah kecewa. Padahal baru saja mereka bahagia dengan kehadiran Buk Sofia sebagai penyemangat belajar mereka. Sayangnya Buk Sofia sudah ada yang punya. 


Adit berdiri layaknya seorang pejuang yang tak kenal menyerah. "Sebelum janur kuning melengkung. Asal bahagia, gas terus!!"


Ali ikutan berdiri dan menengahi seraya memasang wajah terluka.


"Oh.. Buk Sofia...Ku kira kau setia.. Tapi ternyata kau memberiku nelangsa.. Ku pikir kau benar cinta..Tapi ternyata kau berdusta... Kini, terpaksa aku menyerah.. Aku pasrah.. Pada cinta yang di akhirkan berpisah.." Ucap Ali sok bernada picisan, menirukan gaya bicara penyair terkenal.


Serempak semua siswi menyoraki para siswa yang ada di kelas itu "Ihhhh. Aalay!!"


Berbeda dengan Ardy, ia tak mengubah wajah girangnya, ia tak bersedih dan lebih memilih menyanyikan lagu Astrid-Mendua.


"Jadikan aku yang kedua... Buatlah diriku bahagia... Meski ku tak kan bisa memiliki mu selamanya...." Ardy bernyanyi dengan suara cemprengnya. Tak sadar, yang lain pada tutup telinga. Seakan suara itu memecahkan gendang telinga mereka.


M


aka jadilah keempat laki-laki yang bernisial nama A. Arga, Adit, Ali dan Ardy menjadi empat laki-laki gila di kelas mereka. Hanya satu orang yang pantas disalahkan, tiada lain tiada bukan adalah Arga sebagai penyebar virus kejiwaan.


Buk Sofia geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol siswanya. Sebagai guru yang baik, ia harus bersabar menghadapinya.


"Udah ya anak-anak becandanya. Sekarang kita mulai belajar!"


Setelah mengabsen dan mengahapal nama siswa siswi nya satu-satu. Sofia meminta membuka bab baru.


"Oke, semuanya. Silahkan buka kitab seni halaman 125!"


Semuanya menurut. Baru pertama kali mereka sepenurut ini, seolah mereka terhipnotis dengan suara Buk Sofia yang mengema menjelaskan materi di dalam ruangan.


"Hari ini pelajaran kita tentang..." Sofia menulis sesuatu di papan tulis "M-U-S-I-K" Setelah selesai menulis, ia kembali berdiri di tengah-tengah mereka. "Ibuk mau tanya, siapa di sini yang tahu pengertian musik?"


Kinara mengangkat tangan. Ia memang biasa menjadi bintang kelas "Musik adalah bunyi yang mengandung irama dan harmoni untuk mengekspresikan perasaan seseorang, dengan tujan untuk di dengar kan."


"Yak tepat sekali. Ada yang tau contoh-contoh nya apa saja?"


Diwaktu yang bersamaan. Di deretan paling belakang telinga Arga mendengar bunyi dan hidungnya mencium bau yang tak mengenakkan.


"Arga?" tanya Buk Sofia menunjuk.


Arga melirik Adit yang dicurigai telah menyebarkan virus mematikan. Perhatiannya tidak pada Buk Sofia, namun pada Adit yang pura-pura tidak melakukan kesalahan.


"Ish, jorok. Kentut!" jawab Arga membuat semua orang melongo mendengar jawaban konyolnya.


"Apa?" tanya Buk Sofua keheranan. Baru kali ini ia mendengar jawaban semacam itu. "Sejak kapan kentut bagian dari seni?"


"Eh." Arga menganggaruk telungkuknya yabg tak gagal. Padahal ia sedang bicara pada Adit namun semua orang malah salah paham padanya.


"Arga?" kata Buk Sofia meminta penjelasan.


"Iya Buk."


"Kalau menurut kamu kentut bagian seni. Coba beri contoh!" kata Buk Sofia menyilang lengannya didepan dada.


Ali berdiri bagai pahlawan kesiangan. Sebagai super Hiro yang menjadi penolong Arga.


"Tenang, super Hiro datang!" katanya membantu Arga.


Arga mmebefikan jempol, menunjuk-nunjuk Ali bangga.


"Ali tunjukkan bakatmu! Tunjukkan pada dunia bahwa kita benar!"


Ali segera berdiri keatas kursinya. Meninggikan posisinya dari yang lain. Kemudian mengatakan sesuatu


"Oh... Kentut...


Suara mu halus dan lembut..


Seperti suara burung perkutut...


Bila di buang bikin ribut...


Kentut...


Engkaulah angin ribut


Engkau bersemayam di dalam perut..


Kalau berbunyi put put put..."


I


nilah kentut versi Ali, kentut dimasukkan dalam seni puisi. Kreatif bukan?? Seperti nya Ali terobsesi ingin jadi Khairil anwar kali ya? Puisi mulu, ngak beres lagi tuh.


Jangan heran, Arga dan Ali otaknya emang sedikit geser.


Semua orang tertawa terbahak-bahak. Tapi kemudian tercium bau dan terdengar bunyi yang tak mengenakkan.


Puuuuuuuut....


"Adit lo kentut lagi...!" Arga yang paling utama bereaksi.


Sedangkan Adit bicara tanpa dosa "Sorry kelepasan!" kemudian ia bergegas keluar kelas "Buk saya permisi ke toilet!!"


Lagi-lagi semuanya tertawa kecuali Kinara.


"Heran gue, kenapa pelajaran kita ampe ke materi kentut sih" jengah Kinara sendiri. Ia lagi tak mood untuk tertawa.


***


"Sudah..sudah" Sofia menasehati agar berhenti melawak. "Sekarang kita kembali ke tema MUSIK!"


"Disini ada yang bawa alat musik?"


Rico mengangkat tangan. "Ada buk, saya bawa gitar."


"Okey, pinjam Ibuk sebentar Rico!" Sofia meraih gitar yang di serahkan padanya.


"Arga maju kedepan, main kan gitar ini!" pinta Sofia. Dari tadi Arga yng terus melawak. Jadi Sofia ingin kali ini Arga serius.


Arga melangkah dengan pedenya.


"Go Arga Go Arga Go!" Ardy memberikan tepukan meriah untuk mendukung Arga.


Setelah duduk di kursi depan kelas Arga. Sebelum bernyanyi Arga menoleh ke arah Kinara dengan tatapan benci. Arga tersenyum. "Lagu ini spesial untuk Kinara tersayang..."


Cieeee..


Kinara berusaha mengalihkan pandangan ke arah lain. Rasanya ingin muntah melihat Arga sok keren itu.


Mereka mengira Arga akan menyanyikan lagu romantis seperti lagu Adele-Some one like you.


Semua orang menunggu Arga bernyanyi. Mereka mengitung  1, 2, 3. Arga mulai memetik gitar.


"Kinara Kinara.. Alangkah indah mu... Merah kuning hijau... Hiasan matamu.. Pelukismu agung.. Arga yang punya... Kinara Kinara kamu jodoh ku...!"(Pake lirik pelangi-pelangi!)


Selesai bernyanyi semuanya menatap Arga melongo.Kirain lagu pop luar Indonesia, eh ternyata lagu anak tk yang di ubah liriknya.


Kinara tak mengubris penampilan Arga. Ini di luar kendali nya.


"Kinara..oh..Kinara..." Panggil Arga dengan gaya memanggil Afika di iklan oreo.


"Apaan sih?" sinis Kinara.


"Love youu," Arga memonyongkan bibir layaknya seperti seseorang yang mencium jarak jauh.


Kinara kembali mengalihkan tatapan. Tak mengubris juga.


Arga melangkah ke kursinya dengan menang, melihat Kinara yng tak berkutik lebih lanjut.


Ardy melihat Arga seolah ia iri pada Kinara. "Arga, Kok kamu jahat sih. Aku yang udah berisi lima bulan ini mau kamu kemanain?"


Arga memandang jijik. "DASAR ARDY HOMO!"


Buk Sofia geleng-geleng kepala. Melihat tingkah siswanya yang pada alay semua.


Kemudian Sofia mengembalikan topik pembelajaran "Udah ya anak-anak becandanya. Sekarang kerjakan latihan hal—"


Kringgggg....


Bel berbunyi. tanda waktu istirahat telah tiba. Semua orang bersorak ria karena Buk Sofia tidak jadi memberikan tugas. Tak lama mereka berhamburan keluar kelas.


Seperti untuk kali ini keberuntungan berpihak pada siswa siswi ini. Mereka idak jadi belajar. Horeeeee..


*****


Sebelum istirahat, orang ganteng ijin selfi ya😄 —Mak Arga.




*****