innocent girl and arrogant guy

innocent girl and arrogant guy
Seuntai kata cinta



Cahaya bulan begitu terang menyinari jalan, seorang gadis sedang menelusuri jalan dgn kedua kaki mungil nya dgn santai, kini jam menunjukan pkl 09:35, Kim sae ron gadis berusia 16 tahun itu melangkah menuju tempat tinggal nya sepulang dari bekerja di Rumah makan. Rasa lelah membuat tubuh nya lemas dan sebagian tubuh nya juga terasa sakit.


"Huufff hari ini aku lelah sekali, aku harus cepat sampai ke panti untuk melepas rasa lelah ini" gumam nya sambil menarik nafas panjang dan terus melangkah, sampai akhir nya dia harus melewati jalan yg sepi, perasaan nya mulai tidak nyaman saat dia merasa ada yg mengikutinya, ya, ada sebuah mobil yg mengikutinya sedari tadi.


Sae pun mulai mempercepat langkah nya, dan tiba2 saja mobil tadi menghadang jalan nya, sae tak asing lagi melihat nya, dari dalam mobil itu keluarlah sosok pria berwajah pangeran yg tak lain adalah mantan majikan nya, pria itu terus mendekati sae dgn tatapan membunuh, wajahnya merah padam.


Sae mulai gemetar ketakutan, dia tau pria di depan nya sedang marah saat ini, sae pun mengambil langkah mundur, mata nya mulai berkaca2 dan wajah mutihnya mulai merona, seluruh tubuh nya bergetar menahan rasa takutnya.


Kini kim tak sabar lagi, dgn cepat dia menarik pergelangan sae dgn kasar, membuat pemilik nya meringis kesakitan.


"Aww" rintih sae sambil mencoba melepas genggaman kim.


"Lepas" lanjut nya.


"Tidak akan"


"Lepaskan" sae berusaha meronta.


"DIAM"Bentak kim membuat sae semakin gemetaran. Namun sae tak ingin lagi terlihat lemah di depan kim, dgn sekuat tenaga dia meronta2 sambil teriak2 meminta pertolongan.


"Tolooong...tolooong...tolooong" sae terus meronta, dan kim semakin marah terhadap nya.


"DIAM"bentak kim lagi.


"Tidak!!! TOLOONG....." Suara sae semakin keras membuat kim kehilangan kesabaran dan tanpa sengaja tangan kim melayang mendaratkan sebuah tamparan di pipi sae.


TAAAARRR.....


Sae yg hanya seorang gadis lemah langsung terjatuh saat itu juga, tangan nya memegang pipi nya yg sekarang sudah ada tanda tangan kim membuat memar disana, darah segar mengalir dari sudut bibir mungil nya, air mata nya tak lagi dapat di bendung nya, air mata itu tumpah, sae merasa gigi2 nya serasa copot semua karna begitu sakit nya tamparan kim, hingga membuat sae serasa ingin pingsan.


Kim mulai duduk mendekati sae yg telah lemah tak berdaya itu, entah knpa hatinya terasa sakit melihat gadis yg di cintainya sperti itu padahal itu adalah ulahnya sendiri.


Dgn lembut kim membawa sae ke dalam gendongan nya, dan membawa nya ke sebuah tempat yaitu apartement nya.


Kim membaringkan tubuh sae di sofa, dan mengambil kotak yg berisi obat2an, dgn lembut kim membersihkan darah yg mengalir di sudut bibir sae, sae hanya meringis menahan sakit, bibir nya tak lagi dapat berkata apa2 karna begitu sakit yg ia rasakan.


"Tahanlah" hanya itu yg kim katakan, kemudian kim mengompres memar di pipi sae yg sekarang sudah berwarna merah agak kebiruan. Dan sae semakin meringis menahan rasa sakit yg menjalar ke seluruh tubuh nya.


Rasa pusing di kepalanya semakin menjadi2, membuat air mata nya semakin deras mengalir.


"Tinggalah disini untuk beberapa hari, sampai luka di wajahmu sembuh, aku akan merawatmu" kata kim cuek kemudian menggedong sae membawa nya ke kamar nya dan membaringkan nya ke ranjang tidur.


"Istirahat lah, aku akan membeli makan untukmu" pria itu memandang sae yg terus menerus memejamkan matanya menahan sakit. Kemudian kim beranjak pergi dgn mengunci apartement.


"Bisa2 nya dia berkata seperti itu tanpa meminta maaf padaku" batin sae.


___________________


2 hari kemudian...


Kini sae sudah sehat, hanya saja bekas memar di wajah nya masih belum hilang, kim merawatnya, namum sekarang sifat kim telah kembali sperti semula, dia cuek, dingin, dan kasar, sering membentak, segala kemauan nya harus di turuti, sae menghabiskan waktunya hanya dgn menagis. Sperti malam ini, kim datang membawa makanan, dan menyiapkan nya di atas meja makan, kemudian memanggil sae, dan saepun menurutinya, kini kim dan sae telah duduk di kursi meja makan, kim mulai menyantap makanan nya, namun sae tak sedikitpun menyentuh nya.


"Knpa kau tidak makan?"


"Aku tidak lapar"


"Makanlah, kau seharian masih belum makan sama sekali"


"Aku mau pulang"


"Makanlah, aku akan mengantarmu pulang setelah memar di wajahmu hilang"


"Aku mau pulang sekarang, aku sudah 2 hari di sini, ibu panti dan adik2 pasti khawatir terhadapku"


"MAKANLAH" bentak kim, membuat mata sae mulai berlinang air mata. Karna takut sae pun mulai memasukkan nasi ke dalam mulut nya sambil terisak2, kim hanya melihat nya sejenak, kemudian beranjak menuju dapur untuk mengambil minuman.


Sae hanya memakan 2 sendok makan, membuat kim mengerutkan dahinya.


"Habiskan"


Sae hanya menggeleng.


"Habiskan sae"


Gadis itu kembali menggelengkan kepalanya, membuat kim geram, wajah kim mulai merah, dan dia mendekati sae, dan menatap nya tajam.


"HABISKAN, JGN MEMANCING EMOSIKU" bentak kim, namun sae masih saja menggelengkan kepalanya, kim sudah kehilangan kesabaran, dan dgn kasar dia menarik sae kasar, membawa nya ke kamar nya dan mengunci kamar, tubuh mungil sae di hempaskan, membuat sae terjatuh ke lantai.


"Kau benar2 membuatku emosi sae, sudah lama aku ingin membalas penolakan mu itu, kau lebih memilih jungkook, dan bisa2 nya kau bermesraan dgn nya tanpa memikirkan aku sedikitpun" kim benar2 marah, bahkan dia sudah hilang kesadaran, emosinya memuncak, sae hanya menangis ketakutan.


Kim mendekatinya, dan membawa paksa sae ke ranjangnya, menidihnya dan mencoba mencium nya, namun sae terus berontak menolak, kim semakin kesal dan kesal, api amarah nya semakin berkobar2.


"Jangan tuan, aku mohon jangan hiks hiks" sae terus menangis, entah kenapa hati sae terasa sakit melihat kim memperlakukan nya sperti ini, sebenar nya slama sae berhenti bekerja di rumah kim, sae sllu merindukan tuan muda nya itu, namun sae tak tau knpa dirinya sllu merindukan kim, dia memang menyayangi jungkook namun rasa sayang itu hanya sebatas rasa sayang seorang adik terhadap kakak nya tidak lebih, dan perasaan nya kpda kim itu yg berbeda, sae kadang merasa rindu dan hatinya memaksa ingin bertemu namun sae segera menepis perasaan itu, sae tak tau knpa kim sllu menghantui hari2 nya.


Kim sangat marah saat sae mendorong kim, dan sae mencoba lari darinya, namun kim yg sudah kerasukan setan itu segera menarik sae, dan menjambak rambut sae keras, membuat sae meringis kesakitan.


"Jgn mencoba berlari dariku, kau malam ini adalah pemuas ku, pelacurku, jalangku"


Kata2 kim serasa menusuk ke hati sae, rasa sakit, pedih, hancur bercampur aduk di hatinya, knpa kim berkata sperti itu, sedangkan sae sudah mulai mencintainya.


Air mata terus mengalir deras.


"A...ku bukan pemuas nafsumu tuan, aku bukan *******, aku bukan ******" suara sae terdengar lemas di sela2 isak tangis nya, membuat kim tersenyum sinis.


"Lalu apa? Hah? Wanita murahan?"


Plaaaakkkk....


Sebuah tamparan mendarat di pipi kim, dan kim semakin marah, dia menarik sae dan membaringkan nya, kemudian menindihnya.


"Ja...janga tu...an, sa..ya mo..hon hiks hiks"


"Jangan harap kali ini aku melepasmu ******, aku akan menjadi orang pertama yg akan merenggut kesucian mu,"


Kemudian kim mulai ******* bibir mungil itu dgn kasar dan penuh nafsu.


"Jika memang tuan ingin balas dendam, silahkan bunuh saya saja tuan, kumohon jgn menyiksa perasaan saya sperti ini, hiks hiks,"


"Bisa2 nya kau memikirkan perasaanmu? Apakan kau tak pernah memikirkan perasaanku?"


Seketika itu kim beranjak duduk dan mengusap wajahnya, sae pun cepat meraih selimut untuk menutupi tubuh nya.


"Maafkan saya tuan, karna selama ini saya tidak pernah memikirkan perasaan tuan, saya hanya tidak mau tuan menyakiti jungkook, saya tidak mau ada keributan dan permusuhan"


"Bisa2nya kau menyebut nama jungkook" kini wajah kim merah padam kembali, amarahnya kembali berkobar2.


"Okelah, kau benar2 membuangku sae, kau benar2 membuatku sehina ini, kau tadi bilang lebih baik aku membunuhmu, baiklah, jika aku tak dapat memilikimu, maka orang lain pun tak boleh memilikimu" kim tersenyum evil, kemudian meraih pisau buah di meja dekat ranjang, dan mendekati sae , menarik tubuh sae yg terbungkus selimut, sae tau bahwa ajalnya sudah dekat, dia hanya diam pasrah, namun air mata nya terus mengalir.


Tubuh mungil nya sudah berada dalam pelukan kim, dan pisau itu sudah mengarah ke arah perut nya, tinggal mendorong sedikit saja sudah akan menusuk nya.


"Kau sudah siap sayang? Apa ada kata2 terakhir untuk kekasihmu jungkook? Atau kau akan mengucapkan selamat tinggal dulu pada dunia yg indah ini?" Kim tersenyum sinis sambil terus menatap sae tajam.


"tidak ada kata2 terakhir untuk jungkook, namun saya ada pesan terakhir untuk tuan muda" suara sae terdengar lemah di sela2 isakan tangisnya.


"apa maksud mu pesan terakhir untuk ku?"


"jaga diri anda baik2, jgn pernah melewatkan makan, jgn suka marah2 lagi, dan kenanglah saya sbgai wanita yg pernah menyiapkan makan siang untuk tuan, jgn membenci saya tuan kumohon" di iringi dgn senyuman...


"apa maksud kata2mu itu?" kim merasa bingung...


"tuan akan tau sendiri pada akhirnya"


Beberapa detik kemudian, tiba2 sae mendorong pisau di tangan kim, perih, sakit dan ngilu rasanya, ketika pisau itu menusuk perutnya...


kim panik, tak menyangka sae melakukan itu, pdhl tadi kim hanya berniat menakut2i saja, agar sae tak lagi mengabaikan nya, namun sae malah menusukkan pisau itu sendiri pada dirinya (Bunuh diri)


Darah segar mengalir deras membasahi selimut dan spray, wajah sae memucat, mata nya bengkak dan terus mengalir air bening , bibir nya gemetar menahan sakit.


Kim masih memeluk nya, dan pelukan kim semakin erat, mata kim mulai berkaca2 melihat gadis yg di cintainya kesakitan, sae mencoba tersenyum dari bibir nya, mata nya memandang dalam2 mata kim, sae baru sadar ternyata dia mencintai kim bukan jungkook, skrng dia merasa kan damai dan tenang berada dalam pelukan kim yg begitu tulus. Dan sae juga sadar bahwa kerinduan nya slama ini adalah pertanda cinta nya terhadap pria arrogant itu.


Tangan sae yg semulai tadi memegang perut nya kini dia angkat, membawa nya menyentuh pipi kim, dan kini darah sae membasahi pipi kim.


Sae tersenyum penuh arti, dan kim mulai bingung, knpa sae melakukan nya, knpa sae tersenyum padanya, knp dgn pandangan matanya itu, dan knpa tangan nya itu menyentuh lembut pipinya.


"Tu...tu..an mu...daku... a..ku ti...dak apa2...jgn... me..nangis" saat itu sae melihat ada air mata mengalir dari mata kim.


Kim kaget mendengar kata2 sae dgn menyebut nya sebagai tuan mudanya.


"Apa maksudmu sae?" Suara kim terdengar parau.


"A..ku ba...hagia..., aku ba..hagia akhir nya.... aku me...nyadari pe...rasaan..ku khuk khuk" sae mulai batuk2.


"Menyadari perasaan apa sae?"


"Apa...kah ...tuan... ma..sih men..cintaiku?" Sae memandang kim penuh arti.


"Ya, aku selalu mencintaimu, kau wanita pertama yg merebut hatiku"


Sae tersenyum, kemudian menarik nafas dan kemudian batuk2 membuat darah di perut nya semakin deras keluar, sae meringis menahan sakit, wajahnya semakin pucat, namun dia terus mencoba tersenyum.


"Tu...an.... ma..af, jika a...ku ba..ru menyada...ri pe...rasaanku, a...ku.. aku... se...benar...nya" kata2 sae berhenti saat dia merasakan perutnya semakin sakit dan perih menjalar keseluruh tubuhnya.


"A...ku..."


"Cukup sae, jgn memaksakan untuk bicara, aku akan membawamu ke rumah sakit, maafkan aku, aku sungguh menyesal" kim sudah mulai terisak2 dalam tangis nya.


"Ti...dak tu....an, a..ku su...dah ti...dak ak..an la..ma lagi, ku..mohon... dgr...kan aku..." sae menahan kim. Kemudia dia menarik nafas panjang mengumpulkan tenaga untuk bicara.


"Tu...an muda...ku, se...be...nar nya, a..ku ... aku me..nyukai...mu, a...ku sllu me...rin..dukan...mu tuan"


Seketika jantung kim berdegup kencang, dia tidak menyangka dan tidak percaya, bahwa slama ini sae juga mencintainya.


Namun gadis itu pandai menyembunyikan perasaan nya.


"Sae, knpa kau hanya diam slama ini? Kau tau aku sering menyiksa dan menyakitimu karna aku kira kau menyukai jungkook"


"A..ku ha..nya menga...nggapnya ka...kak, ti...dak le...bih tu...an"


"Knpa kau baru memberi tahuku sae?"


"Ka..u ter...lalu ke..ras kpla tu..an, bah...kan ber...temu dgn...mu sa...ja a..ku ta..kut, ba...gai..mana a...ku ak...an men...jelas...kan nya..." sae terus menarik nafas dan terus mencoba tersenyum sperti orang yg lagi baik2 saja.


Kim menangis dan terus menangis, sae hanya memandang nya dgn senyuman.


"Sae kau tau, aku sungguh mencintaimu"


Sae masih tetap tersenyum, kedua mata itu bertemu, dalam keromantisan, kim perlahan mencium dan ******* bibir pucat itu dgn begitu lembut dan hati2, takut akan menyakiti sae lagi, dan kim merasakan bahwa sae membalas ciuman nya.


"Aku mencintaimu sae"


Sae hanya tersenyum, matanya mulai terpejam, dan senyum di bibirnya mulai luntur, dan pada akhirnya kim melihat gadisnya sudah kehilangan kesadaran.


Kim memeluk erat tubuh sae, dan setelah ia sadar, dgn cepat dia membawa nya ke rumah sakit.


__________________


😢😢😢😭😭😭


Tiana Mutiara.