innocent girl and arrogant guy

innocent girl and arrogant guy
Sebuah perasaan



Kim sae ron, gadis mungil itu sedang mengamati sebuah buku yg ada dalam genggaman nya, otak nya terbang jauh mencari kunci jawaban pelajaran yg muskil dalam otak nya.


Dan pada beberapa menit kemudian sae merasakan ada seseorang duduk di sebelah nya.


Terukir senyuman indah di bibir sae, begitupun di bibir pria itu.


"Buku apa yg kau baca?"


"Ah...ini ada sedikit pelajaran yg tidak aku mengerti"


"benarkah?... bukankah kamu adalah siswi ter cerdas"


"Ahh kakak, jgn begitu, masih banyak yg lebih cerdas dariku"


"Emm sudah makan siang?" Tanya pemuda bernama jeon jungkook itu.


"Belum kak, aku harus menyelesaikan ini dulu"


"Ok, sini aku bantu" jungkook mendekat pada sae, untuk melihat buku di genggaman gadis itu, wajah tampan itu sangat dekat dgn wajah sae, sae mengamati wajah itu yg bibir nya bergerak perlahan menjelaskan pelajaran yg sae tidak mengerti, dan ternyata pria itu sangat lah cerdas, pria itu menjelaskan dgn begitu detail, membuat sae manggut2 mengerti dan memahami penjelasan jungkook.


"Apakah bisa difahami?" Suara khas yg ramah dan lembut itu terdengar sangat nyaman di telinga sae, juga senyuman yg keluar dari bibir kelinci itu membuat sae nyaman melihatnya.


"iya kak, terima kasih" sebuah senyuman terukir indah di bibir mungil itu, membalas senyuman pria berwajah sempurna di depan nya.


"Ok. sama sama"


"Yuk kita makan, biar aku yg traktir, sebegai ucapan terima kasih" kata gadis itu dgn wajah yg amat ceria.


"Mmm ok, tidak baik menolak rezeki," kata jungkook yg kemudian tertawa.


Kedua remaja itu duduk sambil menyantap makanan dgn lahap, karna memang perut mereka yg sudah dari tadi terus2 menjerit meminta untuk di isi.


Tak lama kemudian seorang gadis cantik juga ikut bergabung bersama mereka.


"Hallo" sebuah senyuman terlempar kepada sae dan jungkook, dan kemudian duduk di sebelah jungkook.


"Yena, apa yg kau lakukan disini?" Tanya jungkook dgn wajah yg terlihat kesal.


"Memang nya kenapa kak? Tidak boleh, aku mau makan, dan seharusnya aku yg bertanya, apa yg sedang kakak lakukan disini bersama sahabatku?" Yena menyerang balik pertanyaan kakak nya, dan membuat wajah jungkook mulai merona, dan terlihat bingung harus menjawab apa, karna memang adik nya benar. "Oh... apa mungkin kakak mulai suka pada sahabatku, dan mulai mendeka-" kata2 yena terputus, karna dgn tiba2 jungkook membumkam mulut yena dgn makanan di depan nya.


"Kau ini, tutup mulutmu yena, jgn menjadi durhaka pada kakakmu ini" kata jungkook dgn nada kesal nya, sae hanya tertawa kecil melihat tingkah konyol mereka.


"kakak, kau tega sekali pada adikmu yg cantik ini, kau membuatku sulit bernafas, bagaimana jika aku mati ?" Suara yena terdengar sangat manja.


Jungkook mengabaikan nya, dia terus melahap makanan nya sampai kandas. Setelah itu dia pamit untuk kembali ke kelas duluan, karna kalau lama2 disini adik nya itu pasti akan terus menggoda nya.


"Sae, aku ke kelas dulu ya"


"ya kak"


Pria itupun berlalu, dan yena masih dgn lahap nya menyantap makanan nya.


"Yena, kau keterlaluan"


"Bodo amet, ya udah yuk kita ke kelas, udah kenyang ni" yena pun beranjak dari duduk nya sambil menarik tangan sae, pertanda tidak boleh menolak dgn ajakan nya.


Di tengah perjalanan menuju kelas, yena dan sae tak sengaja berpapasan dgn seseorang yg tak asing bagi yena, namun asing bagi sae.


"Yena kan?" Sapa pria itu.


"I...iya" jawab yena gugup.


"Emm adik jungkook?" Tanya nya lagi.


"I...ya" lagi2 sae hanya menjawab kata iya dgn suara nya yg gugup.


"Jungkook sering cerita tentangmu, kenalin, aku Park Jimin, dari kelas 12" sambil mengulurkan tangan nya.


Yena menelan ludah tak percaya, cowok yg slama ini membuat nya sllu berkhayal kini mengajak nya kenalan, dgn tangan gemetar dia menjabat uluran tangan pria itu.


Pria yg memiliki senyum manis, yg mampu membunuh setiap wanita yg melihat nya.


"Ye...na" berkata dgn senyuman yg di paksakan.


"Oke, siapa dia? Temanmu yena?" Tanya nya lagi, sambil melihat ke arah sae. "Kenalin, jimin" lanjut nya, sambil mengulurkan tangan nya untuk sae.


"Sae, teman yena" dgn senyuman ramah nya.


"Ok, aku ke kelas dulu ya" pamit cowok berwajah ceria itu.


"Ya kak" kata mereka bersama'an.



Muncul deh si chim chim.


Nama:Park jimin.


Umur:19 tahun.


Dari kelas 12.


"teman kak jungkook?" Tanya sae.


"Iya sae, aduuh gak bisa napas aku" yena sambil menarik nafas dalam2 kemudian menghembuskan nya.


"Emang kamu kenapa yen?"


"Kebayang gak sih? Orang yg slama ini aku taksirin, dia si jimin , ngajak kenalan, seneng banget saeee" sambil memeluk sae sangat begitu erat, membuat sae sulit bernafas.


"Ok ok yena, ok aku tau kamu sedang bahagia, tapi pliisss lepasin pelukan kamu, aku sulit bernafas"


"Oops, hehe maaf, aku bener2 seneng deh"


"Hemmm ok, yuk ke kelas" kini gantian sae yg menarik tangan yena.


Di dalam kelaspun yena hanya senyum2 sendiri, bahkan dia sama sekali tak memperhatikan penjelasan guru.


"YENA" bentak guru, membuat yena sadar dari lamunan nya.


"Ah, aa... Ya, ?" Expresi yena yg langsung kaget dan berdiri dari bangkunya, membuat semua siswa siswi di kelas nya tertawa geli, begitupun dgn sae.


"KAMU DARI TADI TIDAK MEMPERHATIKAN PELAJARAN SAYA, KELUAR DARI KELAS"tegas guru.


"Ta... tapi buk"


"TIDAK ADA TAPI2AN,KELUAR KAMU SEKARANG"


Dengan kesal yena melangkah keluar dari kelas sambil mengrucutkan bibir nya.


Sae hanya tersenyum melihat yena yg sampai di keluarkan dari kelas gara2 cowok bernama jimin itu.


________________


Di jam istirahat, sae melangkah mencari sahabat nya, dan akhir nya dia melihat sahabat nya sedang mengadukan masalah tadi di kelas pada kakak nya jungkook, yena dan jungkook adalah anak dari pemilik sekolah, yena berharap papa nya mengeluarkan guru yg di sebut nenek sihir oleh para siswa dan siswi itu di pecat, ya guru yg satu itu memang super galak.


"kakak, laporkan pada papa, aku tidak suka guru itu,dia membuatku malu di depan teman2" adu yena pada jungkook dgn nadanya yg sangat manja.


"Itu salahmu, siapa suruh tidak memperhatikan nya" kata jungkook dgn senyuman yg mematikan itu.


"Aaaa , ok, aku akan bilang sendiri pada papa, aku tidak suka guru itu" yena kesal dan beranjak pergi dari tempat itu, sae hanya memperhatikan nya dari jarak jauh.


Beberapa detik kemudian, jungkook menyadari bahwa sae sedang memperhatikan dirinya dan yena, jungkookpun menghampiri sae.


"Kenapa Hanya berdiri di sini sae?"


"Ah Sebenarnya tadi aku mencari yena, dan aku lihat kalian sedang bicara, jadi aku menunggu di sini"


"Tapi yena sudah pergi, duduk lah,"


"Terima kasih" kemudian sae duduk si sebelah jungkook.


"Bagaimana sekolah di sini? Apakah kamu betah?"


"Ya kak, sangat betah"


"Syukurlah, mau minum?" Sambil menyodorkan jus pada gadis di samping nya.


"tidak, terima kasih"


"Minumlah, kurasa wajahmu agak sedikit pucat, mungkin kau kelelahan, dan kau harus banyak minum di saat kau banyak memikirkan sesuatu" senyuman di bibir kelinci itu kembali menghiasi raut wajah yg amat begitu tampan.


"terima kasih" sae mengambil jus yg di berikan jungkook kepada nya, kemudian meminumnya.


"Ok, aku kesana dulu, ada urusan dgn teman ku, jika kau mau menemui yena, silahkan" jungkook bangkit dari duduk nya dan kemudian melangkah menjauh dari sae, tanpa sadar terukir senyuman indah di bibir mungil itu, sae menatap punggung pria itu sampai akhir nya menghilang dari pandangan nya.


"Pria yg baik dan lembut" kata2 itu keluar dari bibir sae yg masih tetap tersenyum.


__________________


Akhirnya, slesai chapter ke limaku...


Maaf kalau chapter ke lima pendek, soal nya author lagi lemes banget, lagi puasa nii...


Jgn lupa saran nya yah...


Tiana Mutiara.