
"Soo mau kemana? Kok buru2 gitu?" Donghae pada putri nya saat melihat putrinya langsung beranjak dari duduk nya saat selesai makan malam.
"Emm ... soo mau... mau ke rumah temen, ada janji"
"Tapi ini udah jam 19:30 soo"
"papa, masih jam segitu kok, soo bentar kok"
"Hemm"
"papa... Boleh ya, ya, ya,"
"Hmm jam 20:30, 1 jam lagi harus ada di sini lagi"
"Hah? benarkah?baiklah, papa memang yg terbaik" soo berkata sambil memeluk dan mencium pipi papa nya dgn manja.
"Ye, tapi ingat 1 jam lagi harus ada di sini lagi"
"iya papa"
"janji"
"iya pa, janji"
Gadis itupun cepat2 beranjak, takut papa nya berubah fikiran.
Gadis itupun melajukan motor nya dan sperti biasa dia langsung menuju tempat untuk balapan, dan lagi2 malam ini dia menjadi pemenang.
"Hebat kamu soo" puji iu.
"Iya donk"kedua gadis itu nongkrong dgn asik nya sambil menikmati cemilan mereka.
_____________
Ingatan kim kini kembali mengingat gadis yg sangat dia cintai, bayangan sae sllu datang di saat dia sedang sendiri.
Rasa rindu itu menyelimuti hatinya.
Kim terus melamun sambil terus melajukan mobil nya, sampai akhir nya dia tidak sadar telah menabrak motor yg terparkir di pinggir jalan itu.
Kim sempat kaget, namun dia kembali tenang saat dia melihat hanya motor yg dia tabrak, dia akan mengganti motor itu jika ada kerusakan.
Kim menarik nafas untuk menenangkan dirinya yg tadinya sempat kaget.
Kim melihat 2 orang gadis berlari ke arah motor itu, ke dua gadis itu sama2 memakai pakaian hitam ala anak jalanan.
Kim dapat melihat jelas wajah salah satu gadis itu , namun yg satunya kim tidak bisa melihat nya jelas karna terhalang topi yg dia pakai.
Gadis bertopi itu menghampiri motor yg di tabrak oleh kim, dan kim yakin gadis bertopi itu lah pemilik motor itu.
"Aduuh motor kesayanganku, gimana ni, ini motor pemberian kakak, kakak bilang jika motor ini rusak dia gak bakalan beliin aku motor lagi, minta sama ortu gak mungkin di beliin, aduuhh gimana ni," kata2 itu yg terdengar dari mulut gadis bertopi itu.
"Udah deh , gak usah khawatir, tuh mobil yg nabrak motor kamu, kamu minta ganti rugi aja, gimana?" Saran gadis satunya, dan kim hanya tersenyum, dia juga berniat untuk menggati motor itu.
Gadis bertopi itupun menghampiri mobil mewah kim, dan menggedor2 kaca mobilnya, kim tanpa melihat ke arah gadis itu, kemudian keluar dari mobil nya dan mengambil dompet di saku jas kerja nya.
Kim sedikitpun tak melihat ke arah gadis itu, dan hanya mendengarkan omelan2 yg keluar dari gadis bertopi itu, sedangkan gadis satunya memukul2 teman nya yg sedang ngomel2, berharap teman nya berhenti dari omelan2nya itu, namun apa daya gadis bertopi itupun terus saja nyelocos.
"Heh kau, punya mata gak sih? Baru belajar nyetir ya? Liat tuh, gara2 kamu motorku rusak, kamu tau berapa harga motorku itu hah? Dasar gak punya mata kamu" gadis itu terus ngomel2, sedangkan kim mulai membuka dompet nya dan mengambil uang dari dalam dompet itu.
"Berapa aku harus menggantinya, agar mulutmu itu berhenti nyelocos sperti itu?" Kim tetap seperti dulu, sifat arrogant nya melekat pada diri nya, kata2 nya datar dan dingin, membuat gadis itu semakin geram.
"Heh, kau itu, sudah salah bukan nya minta maaf malah bilang aku nyelocos murahan, kurang ajar kau"
Kata2 gadis itu berhasil membuat kim marah, wajah nya mulai memerah dia pun yg sedari tadi tak minat untuk melihat ke arah gadis itu, karna terpancing oleh amarah nya dia pun menatap nya, dan seketika itu juga amarah itu berganti dgn degupan jantung nya yg tidak karuan, perasaan tidak menyangka dan bercampur bahagia. Dia merasa orang yg slama ini dia rindukan sedang berdiri di hadapan nya sedang mengomelinya.
Gadis bertopi itu terus saja marah2 tak jelas, namun kim hanya memandang nya, hatinya memanggil2 nama SAE, namun kim tak dapat mengeluarkan sepatah katapun, antara percaya dan tidak percaya, apa mungkin gadis di depan nya adalah sae yg dia cintai? Apa mungkin hanya kebetulan orang yg mirip saja dgn sae?... mana mungkin dia sae, jelas2 sae sudah meninggal 5 tahun yg lalu, kalo di lihat2 ya gadis itu memang bukan sae, dia hanya gadis yg kebetulan mirip dgn nya, kim juga merasakan hal itu, sae adalah gadis yg lemah lembut, pendiam, ramah dan kalem, sedangkan gadis di depan nya adalah gadis yg cerewet dan kasar, sangat lah berbeda secara sikap nya.
"Heh kau, knpa diam saja hah? Tuli? Bisu?" Gadis itu terus saja marah2, kim hanya membalas nya dgn senyuman.
"Gila kau, aku marah2 kok malah senyum, gak waras" lanjutnya.
"Udah soo, lagian motor kamu gpp kok, cuma lecet sedikit, udah yuk cabut ah" kata gadis satunya menghentikannya.
"Okelah, percuma juga aku marah2 sama pria aneh kyk dia"
Kedua gadis itupun mulai melangkah, namun kim menahan langkah kedua gadis itu.
"Hey kau, gadis yg bekerja di butik ibuku !" Kim berkata pada iu, membuat jantung iu serasa ingin copot, iu tau sperti apa kim itu, dan iu memang sangat menghormati keluarga kim yg sangat terpandang karna kesuksesan nya.
"I...iya, saya lee jii eun tuan" iu gemetaran, dia takut dapat masalah karna tingkah soo berusan.
"Siapa teman mu itu, ku rasa aku tertarik untuk berkenalan dgn nya" kim berkata sambil mendekati ke 2 gadis itu .
Seketika itu iu menarik tangan soo dan mengarah kan nya pada kim, sperti seseorang yg sedang mengajak kenalan.
"Kenalkan dia soo teman baik saya" iu berusaha tersenyum seramah mungkin.
"Eh apa2an sih kamu iu, gak mau ah" soo menarik tangan nya kembali, namun iu menunjukkan wajah memelas dan memohon pada soo, iu tidak mau di pecat hanya gara2 tingkah soo yg keterlaluan.
"Ya memang aku sombong, lalu apa masalah nya dgn mu?" Balas soo tak kalah datar nya.
Kim hanya tersenyum, yg kemudian menarik soo dgn keras, membuat soo jatuh dalam pelukan nya, iu menutup mulutnya, dia mulai cemas dan takut.
"Hey iu, pergilah, aku akan memberi sedikit pelajar pada temanmu ini"
"Taa...pi..."
"Kau mau kehilangan pekerjaanmu?" Ancam kim.
Kemudian iu melihat ke arah soo, dan soo terlihat tenang2 saja, karna gadis itu memang bukan tipe gadis penakut.
"Pergilah iu, kau tau aku kan" soo tersenyum evil.
Iu pun mulai melajukan motor nya pergi dari tempat itu.
Kim menatap soo yg berada dalan pelukan nya, kim melihat jelas wajah yg sangat dia rindukan, namun tak lama kemudian kaki soo dgn lincah nya menendang kim, dan ternyata soo memiliki bela diri yg cukup hebat, kim tersenyum, dia kagum pada soo.
"Waaw rupanya kau gadis yg benar2 hebat ya"
"Tidak usah banyak bacot deh, "
Kim hanya tersenyum, dan soo pun mulai kesal, bertubi2 pukulan dia lemparkan pada kim, namun bertubi2 tangkisan juga dia dapat dari kim, kim sama sekali tidak melawan, dia hanya menangkis pukulan yg di berikan soo.
"Hay kau, knpa kau tidak melawanku hah?"
"Kau ingin aku melawan?"
"Ya"
"Baiklah," kim mendekati soo dan menguncinya dgn sebuah pelukan erat, soo sedikitpun tak bisa bergerak, kim sangat merasakan hal yg telah bertahun2 berlalu kini terulang kembali, pelukan ini mengingat kan nya pada saat dirinya memeluk nya, tubuh soo dan sae sama2 mungil, hingga memudahkannya untuk memeluk nya, ya kim merasakan sosok seorang sae kini berada pada soo.
Kim memandang soo, yg oleh soo di balas dgn pandangan sinis.
"Lepaskan aku"
"Kau cantik nona"
"Ya aku memang cantik, dan setiap lelaki sllu memujiku sperti itu" soo berkata dgn penuh percaya diri membuat kim tersenyum, dia merasa sifat gadis di pelukan nya ini sangat berlawanan dgn sifat sae.
"Anda sangat begitu percaya diri nona"
"Tapi memang fakta kan? Sudahlah lepaskan aku"
"Tidak akan"
"Kurang ajar kau"
Lagi2 kim tersenyum, ini adalah ke 2 kalinya ada gadis yg menolak pesona nya, dulu sae dan sekarang soo, namun kim semakin yakin bahwa soo adalah seorang gadis yg di utus tuhan untuk nya sebagai pengganti sae.
Dan kim berjanji bahwa dirinya akan membuat gadis angkuh ini jatuh cinta padanya, sperti dulu sae si gadis yg seakan tak mengenal cinta kini bisa takluk ke dalam pelukan nya namun akhir nya gagal untuk dia miliki.
"Kau milikku nona"
"Jaga mulutmu sebelum bicara"
Lagi2 kim tersenyum melihat wajah soo yg sedari tadi cemberut sambil mengerucutkan bibir mungil nya.
Kim pun melepas soo, dan soo seketika merapikan bajunya kembali, dan dia terkaget saat melihat jam tangan nya.
"OMO? Ahh sudah jam 23:24 , ahh aku bisa kena marah papa ni, huuhh gimana nii" soo terlihat cemas, dan wajahnya cemberut menambah keimutan wajah boneka cantik nya itu dan terlihat jelas sikap manjanya saat ini.
Kim tersenyum, tidak menyangka gadis yg tadi sperti tomboy ternyata dia adalah gadis yg manja, dia kira soo adalah gadis jalanan yg tak takut akan apapun, tapi ternyata gadis itu masih punya rasa takut, yaitu terhadap orang tua nya. Kim tersenyum sambil melihat ke arah gadis itu.
"Apa kau lihat2 hah?"
"Tidak apa2 nona"
"Gara2 kamu sih, huuu aku bisa di marahi appa nih, heeemm gimana donk"
"Entah, knpa nona menanyakannya padaku?"
"Huh! Tauk ahh" gadis itu pun mulai melajukan motor nya dan mulai hilang di persimpangan jalan.
Kim masih mematung dalam senyuman yg melekat di bibir nya.
"Sae, akhirnya aku menemukanmu kembali, dan aku mengerti knpa kau sllu hadir dalam mimpiku, sekarang aku tau, ternyata skrng kau telah hadir lagi di sini sebagai sosok gadis yg berbeda, terima kasih sayang, tenang lah di alam sana" kata batin kim kemudin berlalu mengendarai mobil nya.
_________________________
😘😘😘
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Kim taehyung lope yuuu...
Tiana Mutiara.