
1 minggu setelah pernikahan kim, kini sae akan melakukan perjalanan jauh untuk menenangkan pikiran dan mencoba mengubur semua kenangan bersama pria itu...
walau pun sulit, namun dia akan terus berusaha, jika gagal, maka dia akan mencoba nya lagi, intinya dia tak akan putus asa untuk mengubur kenangan2 itu...
"Jadi besok kamu jadi pergi ke Tokyo?" Tanya soo
"Iya soo, jaga diri kamu baik2 ya"
"Itu pasti, kamu juga yaa"
"Pasti"
"Ya udah sini aku bantuin beres2 nya" soo membantu sae memasukkan barang2 yg akan di bawa ke dalam koper
"Kira2 berapa lama kamu di tokyo?"
"Entahlah, sampai aku bisa melupakan semua nya"
"What? jadi kamu nunggu bisa move on baru mau kembali kesini? yg bener aja"
"Iyaa aku serius, tujuanku pergi kan emang itu"
"Sae... saudari kembarku yg malang" soo memeluk sae sambil meneteskan air mata nya...
"Udah deh jgn lebay"
"Aku sungguh2, tdk lebay lo"
"Iya iya, yg malang aku kok yg nangis kamu sih"
Soo tetap menangis sambil memeluk kembaran nya...
Ke esokan hari nya, sae pun melakukan penerbangan menuju tokyo, jepang.
Sae di antar oleh soo, jungkook, yena dan jimin...
"Baiklah, aku akan ke pergi, kak jungkook tolong jaga adikku soo"
"Iyaa itu pasti, kamu juga jaga diri baik2"
"Iyaaa... terima kasih..., oh iya kak dimana kak seokjin, kata nya dia juga akan ikut ngantar aku ke bandara, tapi kok gk kelihatan?"
"Iya juga ya, aku baru sadar dia tidak datang"
"Haaay kalian mencariku" tiba2 muncullah seorang seokjin dgn membawa koper yg terlihat berat...
"Kok bawa koper segala?" Tanya jungkook
"Aku akan ikut sae ke tokyo"
"Jgn bercanda"
"Aku serius, tdk baik membiarkan seorang gadis pergi ke tokyo sendirian"
"Hey kamu serius?" sae meyakinkan
"Iya aku serius, untuk apa aku bawa semua ini jika tdk serius"
"Ah kalo gtu sukurlah, terima kasih, jaga kakak ku sae ya"
"Pasti.... Ok sae, ayo kita berangkat"
"Yg bener" sae masih kebingungan
"Sudahlah sana brangkat" Yena mendorong sae untuk mengikuti seokjin yg sudah mulai melangkah jauh...
"Aku rasa seokjin cocok buat sae, dia tampan dan juga baik, walaupun dulu dia mantan brandal" Yena pada soo
"Iya siih, dari pada sae terus terusan mikirin si kim yg sudah ber istri itu"
"Tapi kita juga gk bisa maksa sae untuk sama jin, karna move on dari cinta pertama itu emang sulit" Soo hanya menjawab nya dgn anggukan...
______________________
"Sae, dari pada kamu tinggal di hotel, mending kamu tinggal bersamaku di apartemen, kebetulan aku ada apartemen di deket2 sini"
"Siapa saja di apartemen itu kak?"
"Kita berdua saja"
"Hah? kita berdua saja?"
"Tenang sae, nanti aku tdr di sofa ruang tamu, kamu di kamar"
"Gk usah kak, biar aku cari hotel aja gk apa2"
"Udah ayuk" seokjin menarik koper sae paksa dan mau tak mau sae harus mengikutinya
Sesampainya di apartemen
"Ini kamar nya, kamu bisa menggukan nya"
"Apa benar tdk apa2 kak?"
"Iya tdk apa2"
"Terima kasih kak"
"Sama-sama"
Di sebuah malam dgn dihiasi gemerlap sang bintang, kini sae dan seokjin duduk bersama sambil menyantap makanan malam nya...
di tengah2 makan, tiba2 handphone sae berdering, dan nama soo tertera di sana...
Soo, Suga dan iu:( "Haaaayyy") di vc itu terlihat sae sedang bersama dgn suga dan iu
Sae: ("kak suga, kak iu, kapan kalian ke seoul?")
Suga: ("Kemarin sae, kamu kok ke tokyo gk bilang2 kakak sih")
Sae: ("Maaf kak, gk sempet ngabarin")
"Sae, tambah daging nya ya" seokjin menambahkan daging ke piring sae
"Sudah cukup kak, aku sudah kenyang"
"Kamu akhir2 ini cukup banyak kehilangan berat badan mu, jadi banyak2lah makan"
"Emmmm"
Soo: ("Sae, kamu tinggal 1 pertemen bareng kak seokjin ya?" )
Sae: ("iya soo")
Soo: ("Baguslah kalian tinggal bersama, siapa tau kalian memang ditakdirkan bersama")
"Uhuuk uhuuuk" seketika itu sae tersedak karna kata2 soo, dan seokjin segera memberi sae air putih
Soo: ("Okelah, aku tutup dulu ya, aku gk mau ganggu kalian, saeee berbahagialah eeeemuuuah")
Sae: ("Hey soo, apa2an sih")
"Maaf atas perkataan soo yg ngawur itu kak, dia emang begitu"
"Iya gak apa2 kok, ya udah abis ini kita jalan2 yuk"
"Kemana kak malam2 begini?"
"Tokyo indah sekali lo kalo waktu malam"
"benarkah?"
"Iyaaa"
"Waaaah indah nyaa"
"Kamu suka?"
Sae hanya mengangguk...
________________________
Beberapa bulan kemudian...
"Sayang, sampai kapan aku harus sabar menunggu? kamu sllu menolakku, aku istrimu, malam ini sudah 3 bulan malam pernikahan kita, dan kamu masih belum menyentuhku sama sekali, bahkan ciuman saja tak pernah" park bo young mwngatakan dgn deraian air mata
"Maafkan aku, tidak tau kenapa aku sllu tdk siap untuk hal itu, maafkan aku"
"Jujurlah padaku, kamu tidak mencintaku kan? aku bukan gadis dalam mimpimu itu kan? jawab aku"
"Aku juga tdk tau, aku mencintaimu atau tidak, tapi jujur saja gadis itu masih sllu hadir dalam mimpiku slama ini"
"Oh Tuhan... aku bodoh sekali, sungguh"
"Maafkan aku"
Park bo young menarik nafas panjang kemudian menghembuskan nya kembali "Baiklah, kita bercerai saja, ku rasa percuma menjalani hubungan sepsrti ini"
"Kenapa? kenapa begini park bo young?"
"Buat apa aku masih harus jalani hubungan yg jelas2 cinta bertepuk sebelah tangan, jadi ku mohon, kita bercerai saja, dan semoga kamu bisa secepatnya mengingat gadis itu"
"Park bo young kamu"
"Aku tidak apa2, okelah, mari kita urus perceraian kita secepatnya, aku akan pindah besok, ku harap kamu membantuku"
"Park bo young maaf"
park bo young hanya tersenyum, kemudian pergi menuju kamarnya, karna memang slama ini mereka lain kamar walaupun sudah menikah.
Hari2 berlalu, kini kim dan park bo young sudah resmi bercerai, kim hidup menduda, dan park bo young menjanda, kim sudah dapat mengingat sebagian dari ingatan nya, namun kim masih tak bisa mengingat gadis dalam mimpinya itu...
Di malam yg kelam, kim bermimpi dalam tidur nya, lagi2 gadis itu yg hadir
Dalam mimpi itu...
Di waktu SMA sperti biasa aku sllu diam di belakang sekolah sambil merokok ketika jam pelajaran usai, saat itu aku melihat seorang gadis datang dan melihatku yg sedang merokok di sana, namun gadis itu akan berlalu pergi dgn tergesa, dalam benakku berkata, siapa gadis itu? Cantik sekali, dan ini pertama kali aku melihat nya, apa dia anak baru? saat itulah aku iseng menarik tangan nya dan menahan nya agar tdk pergi, namun dia terlihat ketakutan, hah? ketakutan? apa aku terlihat seperti hantu di mata nya? biasa nya stiap gadis yg melihatku sllu memandangku seakan2 aku seorang pangeran yg tampan...
di saat itulah aku merasa tertarik pada gadis itu...
"Apa yg kau lakukan disini?"
"A...aku hanya menghirup udara segar" gadis itu terbata2
"Menghirup udara segar kemudian tak sengaja melihatku, begitu?"
"I...iya"
"KAU" aku membentak nya, dan dia hanya menunduk ketakutan
"LIHAT AKU" lanjutku...
"Diamlah, jgn bicara apa2, anggap saja kau tak pernah melihat semua ini, jika kau masih ingin hidup"
Kim terbangun dari tidur nya dgn keringat yg membasahi tubuh nya...
"Sae, ternyata gadis itu adalah sae, kenapa aku bisa melupakan nya, pdhl aku sangat mencintainya, dan dia satu2 nya orang yg paling berharga dalam hidupku, aku harus menemuinya, tunggu aku sae, maaf slama ini tk mengingatmu" Kim bergegas mengambil jaket dan meraih kunci mobil nya, kemudian menuju rumah sae...
setiba nya di sana, seorang gadis yg mirip dgn sae, saudara kembar sae, yaitu soo yg membukakan pintu rumah nya...
tanpa menunggu izin pemilik rumah kim tiba2 menerobos masuk sambil memanggil nama sae...
"Sae, sae, keluarlah, ini aku tuan mudamu, sae sae"
"Hey, kim, apa yg kau lakukan, menerobos masuk malam2 begoni dan teriak2 di rumah orang?"
"Soo dimana sae? aku mau bertemu dgn nya, aku harus bicara dgn nya"
"Sae tdk ada, dia sudah lama pergi dari sini"
"Kemana dia pergi?"
"Tokyo, jepang"
"Soo, berikan aku alamat nya, aku akan pergi kesana"
"Kim plis deh jgn ganggu sae lagi, sudah cukup dia tersakiti karnamu, biarkan dia bahagia skrng"
"Dia tak akan babagia tanpaku soo"
"Kata siapa? skrng dia sudah punya kekasih, bahkan mereka sudah tinggal bersama"
"Kekasih?" kim memutar ingatan nya, swaktu itu di hari pernikahan nya bersama park bo young, sae mengenalkan kekasih nya padanya
"Apakah seokjin?"
"Ya benar, Tunggu dulu, untuk apa kamu mencari sae? bukan nya skrng kamu sudah ber istri?"
"Aku sudah bercerai"
"Kenapa?"
"Karna park bo young tau aku hanya mencintai sae, dan tak mencintainya"
"Tunggu2, apakah kamu sudah bisa mengingat masa lalumu?"
"Ya, aku sudah mengingat nya"
"Seberapa banyak kau mengingat nya?"
"Semua nya"
"Benarkah?"
"Ya"
"Sayang sekali, kamu terlambat, sae skrng punya kekasih, jadi ku mohon lupakan sae, biarkan dia bahagia, ku mohon"
"Kenapa kamu menyuruhku melupakan nya stelah slama ini aku berjuang untuk mengingat nya"
"Hey kim, perjuanganmu tak sepadan dgn perjuangan kakak ku sae, dia telah banyak berkorban, coba kamu pikirkan, bagaimana menderitanya dia saat dia tau kau hilang ingatan dan sudah bertunangan dgn orang lain, bahkan stelah itu kau menikah, semudah itu kamu menikahi wanita lain, apa itu yg kau sebut perjuangan?"
"Aku menikahinya karna aku kira dia adalah sae, aku kira dia adalah gadis yg sllu ki mimpikan"
"Omo, dgn semudah itu? haha dgn semudah itu kamu berkata kalau kau mengira si park bo young adalah kakakku? seharusnya kamu berusaha mengingat nya dgn jelas terlebih dahulu, eeh ini masih belum jelas siapa gadis dalam mimpimu sudah asal menikahi gadis lain, itu artinya kamu sudah putus asa untuk mengingat kakakku, dan sudah berhenti berjuang, jadi jgn anggap itu semua perjuangan okee, sudahlah, sana pergi, aku mau melanjutka tidurku"
"Maaf, maaf, aku memang salah"
"Sukurlah kau sadar" soo tersenyum miring, kemudian menutup pintu rumah nya, sedangkan kim dgn penuh rasa bersalah berlalu pergi...
____________________
**Tanya jawab ke tiga
Kapan dan dimana Kim taehyung dan kim sae ron pertama kali bertemu?...
A. Di panti asuhan
B. Di belakang sekolah
C. Di Tempat sae kerja
D. Di jalan
Silahkan di jawab di kolom komentar yeorobun...
jgn lupa like, comment kiritik dan saran nya yaa... jgn lupa di vote juga 😍😘😘
Tiana Mutiara**