innocent girl and arrogant guy

innocent girl and arrogant guy
Cinta dan kerinduan (Special episode)



Di sebuah makan malam keluarga donghae dan yoona kini semakin ramai dgn hadir nya sae, kedua gadis kembar itu duduk berdampingan, dan suga spertinya masih sulit untuk membedakan mana yg soo mana yg sae.


"sperti nya aku kesulitan untuk menbedakan mereka berdua" kata suga sambil menyantap makanan nya.


"mama rasa tidak, mama selalu tau mana yg sae dan mana yg soo" jawab sang mama.


"Ya iyalah, mama sih yg melahirkan mereka berdua" protes suga membuat sluruh isi ruang makan itu tertawa.


"Kalo papa gimana?" Lanjutnya.


"Sama dgn mama, papa sllu bisa membedakan mereka kok" jawab papa mantap.


"Aahh ternyata hanya aku yg kesulitan ni" suga menggaruk tengkuk nya yg sebenar nya tidak gatal.


"mama, papa, boleh ya malam ini soo ajak sae jalan2"


"Mau jalan2 kemana soo? tidak, papa tak akan mengizinkan mu lagi, kamu sllu membohongi papa sama mama"


"papa,kumohon ya ya ya" soo terus memohon.


"papa tak suka jika putri papa menjadi pembalap liar, dan sekarang kamu malah mau ajak2 kakak perempuanmu, tidak, tidak boleh"


"papa, janji deh , soo gak akan balap liar lagi kok, soo cuma mau jalan2 aja sama sae, emm lebih tepatnya mau shopping ok"


papa nya hanya diam, kemudian yoona memberi isarat pada suaminya untuk mengizin kan nya.


"baiklah, tapi awas kalo bohongi papa lagi, papa jual motor mu itu"


"Ya pa, makasih, papa yg terbaik" soo seketika menarik sae ke kamar nya untuk mengganti pakaian nya.


"Ganti baju dulu ya, kita harus tampil cantik ok" soo segera meraih baju dan menyuruh sae untuk memakai nya. Dan kebetulan si kembar itu tidur bersama.


"Hmmm baiklah" sae pun menuruti nya, dan kemudian soo memoles wajah sae dengan sedikit make up tipis di wajah nya.


"kamu tidak pernah pakai make up ya, waah terlihat berbeda sekali"


Sae hanya tersenyum.



Foto di atas adalah sae dan soo, mereka tuh mirip banget ya, ya mirip lah, namanya juga 1 orang hehe.... Author nya mulai spaneng, oh ya biar gak bingung ngebedain mana yg sae dan mana yg soo, kalo sae nampak kalem dan lemah lembut, kalo soo nampak judes dan manja...


Kedua gadis itu keluar dgn mengendarai motor yg soo miliki, tampak aneh sih, namun memang itu kemauan si soo, gadis itu memang lebih suka naik motor dari pada mobil yg sudah ortu nya belikan...


"kamu gpp kan naik motor begini?"


"Gpp kok soo"


Soo terus melaju cepat dan pada akhir nya dia berhenti di depan mall, dan mulai berbelanja, soo mengajak sae ke tempat2 fashion terbaru, sae yg memang tidak terlalu tertarik pada fashion hanya diam sambil memperhatikan adik nya memilah milih.


"Ini bagus sae, aku rasa cocok untuk gadis lugu sperti kamu"


"Ahh tidak perlu soo, baju di rumah juga udah banyak kok yg kmrn di belikan mama"


"Oh lord , ini fashion terbaru, udah deh, sana cobak"


"Baiklah" sae hanya menurutinya, dan masuk ke tempat mencoba pakaian.


Soo terus mencari baju yg cocok dgn nya, tiba2 saja dia di kejutkan suara seorang pria.


"Spertinya kita berjodoh nona"suara itu terdengar tidak asing. Dan soo pun menoleh ke arah orang itu.


"Ya elaah kamu lagi, ngapain kamu disini hah?" Sambil memutar bola mata nya.


"Galak banget sih nona, aku hanya kebetulah saja sedang belanja disini juga"


"Ohh gtu ya, ya udah kalo gtu silahkan berbelanja" soo pun mulai melangkah menjauh dari kim, dan kim hanya tersenyum melihat gadis yg sudah mulai menghilang dari pandangan nya, dia semakin yakin bahwa cepat atau lambat dia pasti akan membuat gadis sombong itu jatuh cinta pada nya, kim tak akan pernah melepaskan soo yg dari kemarin memang sudah sllu hadir dalam bayang2 nya.


Kim kembali memilih baju, dan dia terkejut ketika melihat seorang gadis keluar dari ruang mencoba baju, gadis yg tadi pergi ke arah sana, dan kenapa tiba2 gadis itu sudah ada di tempat ini lagi, dan penampilan nya sudah berbeda, kim melihat gadis itu menoleh2 sperti sedang mencari seseorang.


"Kemana sih? Kok ngilang gtu aja ya?" Suara gadis itu terdengar lemah lembut di telinga kim.


"Suara itu, aku sangat merindukan suara lembut itu, (sae)" batin kim masih dalam kebingungan nya, dia melihat gadis tadi kembali masuk ke ruang coba pakaian, dan tak lama kemudian gadis itu sudah mengganti pakaian nya, gadis itu terlihat sedang melihat ke arah handphone nya, dan sperti mencoba untuk menghubungi seseorang. Kim terus mendekati gadis itu, namun gadis itu membelakanginya sambil terus mencoba menghubungi seseorang.


Kim menarik nafas dalam, dan dia meyakinkan hatinya, ya gadis yg sekarang sedang membelakanginya itu adalah soo, gadis yg baru dia kenal beberapa hari yg lalu, dan kim mulai tersenyum, ia akan menggoda gadis itu lagi.


"Hay Nona, Kenapa kau bisa ada di sini? Rupanya kau sakti juga ya bisa menghilang dan muncul begitu saja di suatu tempat" kim menggoda nya, dan suara kim membuat gadis itu kaget, gadis itu tetap membelakanginga, namun baru saja dia mendengar sebuah suara yg familiar di telinga nya.


Perlahan gadis itu membalikkan tubuh nya, dan dia pun menatap kim dgn tatapan kaget dan tak percaya. Gadis itu hanya terdiam mematung, lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan sesuatu, sedangkan kim masih tersenyum ke arah nya.


Namun lama kelama'an kim merasa aneh juga dgn gadis di depan nya itu, gadis itu tetap memandang nya dgn mata sayu, biasa nya dia sllu marah2 tidak jelas saat berjumpa dgn kim.


Kim menatap dalam2 mata itu, dan kim menemukan kedamaian di dalam nya, sosok yg slama ini ia rindukan.


Teringat dan hadir wajah gadis yg dia cintai swaktu masih SMA dulu, dan kim melihat jelas, wajah di depan nya sangat lugu dan lembut, sama persis dgn wajah sae si gadis yg sudah meninggal 5 tahun yg lalu.


"Mata itu, wajah lugunya, Sae, sae, benarkah gadis ini adalah sae yg aku rindukan?" Batin kim, berkali2 kim menyebut nama itu, namun kim berusaha menepis nya, tapi nama itu terus hadir dan ingin dia sebutkan saat ini juga.


"Sa...Sae" akhir nya nama itu terucap dari bibir nya.


Dan gadis itu terlihat menunggingkan senyum di sela2 mata nya yg berkaca2.


Lagi2 kim di yakin kan oleh senyuman itu, senyuman tulus yg hanya di miliki seorang sae, dan lagi2 ingatan kim kembali pada senyuman sae sewaktu sma.


"Senyuman itu, senyuman itu milik sae, tidak mungkin, ini semua tidak mungkin, sae sudah meninggal, apa gadis di depanku ini adalah hantu sae? Ataukah dia soo? Atau ini hanya mimpi?" Kim dalam batin nya, kim mengusap wajahnya gusar, kemudian memegang kepala nya dan mengambil langkah mundur menjauh dari sae. Dia pusing dan bingung, rasa sedih karna mengingat sae kembali membuatnya serasa gila, kim memejamkan mata nya dan dia yakin kan hatinya, bahwa ini hanyalah bayangan sae yg hadir karna dia sedang merindukan nya.


Dia pun mulai membalikkan tubuh nya dan mulai melangkah meninggal nya gadis itu.


"Tu...tuan Muda" panggilan gadis itu membuat kim berhenti dari langkah nya, lagi2 dia mendengar suara lembut itu dgn memanggil nya tuan muda, ya panggilan tuan muda adalah panggilan sae terhadapnya.


Kim kembali menghampiri gadis itu, menatap nya tak percaya.


"Soo jgn bermain2 dgnku" kata2 itu yg keluar dari mulut kim.


"Ya, kau soo kan?" Kin meyakin kan.


"Bukan, sa... saya sae tuan muda, apakah tuan masih mengingat saya?" Air mata sae kembali berlinang, betapa rindunya dia pada pria itu.


"Sae, tidak mungkin, kamu sudah meninggal 5 tahun yg lalu sae" kata2 kim membuat air mata sae mengalir deras, bagaimana bisa kim menganggap nya meninggal, padahal dia berjuang selama 5 tahun dalam koma nya hanya untuk bisa melihat nya lagi, dan ternyata kim sudah menganggap nya meninggal.


Sae tidak tau dan keluarga nya juga tidak menceritakan nya soal diri nya yg di kabarkan meninggal oleh jungkook dan yena.


Sae menutup bibir mungil nya tidak percaya, kim semakin tidak percaya, kini sosok sae benar2 ada di depan nya, saat gadis itu menangis dia semakin yakin bahwa di depan nya adalah sosok gadis yg lugu itu.


"Kamu benar2 sae? Bagaimana mungkin kamu hidup kembali setelah lama meninggal?"


"Sa...saya ti...dak pernah meninggal tuan, saya hanya berada dalam keadaan koma slama ini" suara lembut itu di sela2 isakan tangis nya.


"Tapi kau di kabarkan meninggal di rumah sakit"


"Siapa yg mengabarkan nya? Saya hanya di pindah ke rumah sakit di singapur"


"Ahhh kenapa aku bisa tertipu begini?" Kim kembali mengusap wajah nya.


Kemudian kim menarik tubuh sae mendekat pada nya, menatap nya dgn intens wajah itu, kim benar menemukan sae nya, tangan kim mengusap air mata yg mengalir di pipi mulus itu.


"Aku merindukanmu sae, sungguh2 merindukanmu, aku mencintaimu, apakah kau merasakan hal yg sama terhadapku?" Suara kim terdengar lembut di telinga sae.


Sae hanya menjawab pertanyaan kim dgn anggukan pelan.


Membuat bibir kim tersenyum, dan sae pun tersenyum ke arahnya.


Tangan kim yg kiri menarik pinggang sae untuk lebih dalam jatuh dalam pelukan nya, tangan kanan nya memegang salah satu pipi sae, menarik wajah cantik itu ke atas, hingga gadis itu mendongak ke arah wajah nya, kim menundukkan tubuh nya untuk bisa nendekati wajah itu.


Wajah itu semakin dekat dan pada akhirnya terjadilah penyatuan bibir mereka.


Kim mengecup nya dgn lembut dan penuh perasaan, rasa rindunya sudah tak terbendung lagi... keduanya tak lagi menghiraukan bisikan orang2 di sekitar mereka...


Beberapa menit berlalu, ciuman itupun berakhir, kim melihat wajah itu dgn penuh kerinduan yg sangat mendalam, mata itu masih saja mengalir butir2 air bening...


Kim tersenyum bahagia, dia menemukan sae nya kembali, dia juga sudah dapat kembali merasakan bibir mungil yg sangat begitu dia rindukan.


"Kau tetap seperti dulu sae, kau sllu saja menangis saat aku menciummu" goda kim membuat sae mengusap air mata di wajah nya.


"Sae" sebuah suara mengagetkan kim dan sae, dan ternyata pemilik suara itu adalah soo yg kini sudah berada dekat mereka.


"Sae, kau mengenal nya?" Tanya soo.


"Iyaaa"


Kim kebingungan melihat dua gadis yg memang sangat mirip, siapa sebenar nya soo ini???...


Soo melihat ke arah kim dgn tatapan sinis.


"Soo knpa kau memandang dia seperti itu? Apakah kalian sudah saling mengenal?" Tanya sae.


"Iya, dia pria brengsek yg sudah menabrak motorku, aku sangat membencinya" jelas soo"


"Ahh tidak sae, bahkan aku sudah berniat mengganti rugi, namun dia menolak nya dan malah mencari masalah dgnku" kim membela diri.


"tidak, kau bahkan tidak meminta maaf padaku"


"Ok ok... terimalah permohonan maaf saya nona" kata maaf kim sambil menundukan tubuh nya ala korea.


"Telat" soo dgn nada dingin.


"Terserah" balas kim tak kalah dingin.


Sae hanya tersenyum kemudian memeluk soo adik nya yg sedang cemberut itu.


"Oh iya sae, siapa soo ini?" Tanya kim


"Dia saudara kembar saya, berkat jungkook dan yena akhir nya saya bisa bertemu dgn keluarga saya tuan, mama, papa, kak suga, dan saudari kembaran saya yg keras kepala ini" kata sae sambil mencubit pipi soo.


"Apa katamu? Berkat jungkook dan yena, maksud mu?" Masih tidak mengerti.


"Iya, slama saya koma, jungkook dan yena lah yg merawat saya dan memindahkan saya ke singapur"


Mendengar penjelasan sae, seketika tangan kim mengepal, menahan emosi, namun dia kembali tersenyum.


"Okelah sae aku harus pergi dulu ada pekerjaan yg harus ku selesaikan, jaga dirimu baik2, jgn pergi lagi dariku" kim mengecup kening sae kemudian pergi.


melihat hal itu, soo membulatkan matanya, dan mulutnya terbuka lebar karna terkejut...


"hey, apa2an sih kamu, berani banget main cium2 anak orang" omel soo


"kok kamu yg sewot, sae ngijinin kok" balas kim sambil tersenyum cengengesan menggoda soo, sambil melangkah pergi dgn langkah cepat


"dasar BRENGSEK kau" teriak soo sambil melempar sebuah barang yg di pegangnya ke arah kim yg sudah mulai menjauh...


"hey sae, knpa kau diam saja dia mencium keningmu?" Tanya soo heran.


Sae hanya membalas nya dgn senyuman, dan kemudian mengajak adik nya pulang.


____________________________


Akhirnya, chapter yg di nanti2 slesai juga ni....


Semoga semakin bisa menghibur yah....


❤❤❤❤❤❤❤❤


Tiana Mutiara.