
Di sebuah pagi yg cerah, terlihat seorang gadis sedang menelusuri jalan menuju sekolah, gadis itu berjalan dgn santai nya melewati jalanan yg di hiyasi pepohonan menghijau di pinggiran nya, dgn bebas sae menghirup udara segar itu, mencoba menenangkan dirinya, menghilangkan peristiwa kmrn, yg membuat dadanya selalu sesak saat mengingatnya.
"Masih jam 06:01, lebih baik aku santai saja, lagian nanti masuknya jam 07:00" sambil melihat ke arah jam tangan nya.
Sae terus melangkah santai, setelah beberapa menit kemudian, tiba2 ada sebuah mobil menghadang jalan nya.
"Masuk" perintah seorang pria dari jendela mobil itu.
Sae hanya memutar bola matanya, kemudian mulai melangkah lagi tanpa menghiraukan pria itu, sae mempercepat langkah nya, pria itu mendengus kesal, dan mulai melajukan mobil nya dan menghalang jalan sae kembali.
Pria itu keluar dari mobil mewah nya, lalu menarik tangan sae dgn kasar, membuat sae meringis menahan sakit di pergelangan tangan nya.
"Aw... sakit tuan muda"
"Kau tuli ya, kau bahkan berani mengabaikan ku" kim semakin memper erat genggaman nya. Membuat sae semakin meringis kesakitan.
"Lepasin, aduh... sa..kit tuan muda" sae mencoba menarik tangan nya, namun kim semakin keras menarik tangan nya.
"Lepaskan dia" tiba2 seseorang datang dan melepas genggaman kim dari tangan sae, kemudian menarik sae mendekat pada nya.
"Jgn ikut campur kau" kata kim dgn penuh amarah.
"Hemm kurasa kau yg harus berhenti untuk mengganggu nya" balas pria bernama jungkook, dgn nada khas nya yg sllu tenang di iringi dgn senyuman.
"KAU,!! JAUHI SAE"Bentak kim.
"Oh ya? Apa hakmu?" Balas jungkook dgn tenang nya.
"DIA ITU MILIKKU" Kata2 kim mampu membuat hati jungkook seperti tergores sembilu, jungkook menoleh ke arah sae, namun jungkook melihat sae menggeleng2kan kepala nya sambil tetap memeluk erat lengan jungkook.
"Sae, apakah benar apa yg dikatakan kim?" Tanya jungkook.
"tidak kak, semua itu tidak benar" jawab sae, membuat hati jungkook kembali lega.
Mendengar hal itu membuat kim mengepalkan tangan, wajah nya merah padam, dia merasa di buang, dan ini pertama kali nya kim di tolak oleh seorang gadis.
Biasa nya gadis2lah yg menggodanya, meminta untuk di puaskan nafsunya, namun sekarang, seorang gadis yg bisa di bilang tak memiliki keistimewaan apa2, gadis miskin yg hanya tinggal di panti asuhan, seorang gadis yg menjadi pelayan di rumah nya, gadis yg serba kekurangan itu malah menolak nya begitu saja, padahal kim bukan untuk mempermainkan nya, melainkan dia memang benar2 menyukai gadis itu, bukan untuk memuaskan nafsunya saja sperti yg sering dia lakukan bersama gadis2 nya.
Jungkook tersenyum sinis ke arah kim, kemudian berlalu membawa sae yg masih memeluk erat lengan nya.
Hal itu membuat kim semakin geram, ingin sekali dia menghabisi kedua manusia yg merendahkan nya sperti ini.
"Ok sae, sperti yg pernah aku bilang, jika aku tak dapat memilikimu, maka orang lain pun tak boleh memilikimu, tunggu saja ajalmu menjemputmu gadis sombong" amarah telah mengubah rasa cinta nya menjadi sebuah kebencian.
_______________________
Hari berganti hari, jungkook masih setia menunggu jawaban dari gadis yg sangat dia cintai, namun dia tidak tau kalau sae sudah lupa akan hal itu, karna dia lebih sibuk bekerja dimana2 setelah dia harus berhenti bekerja di rumah kim, bukan nya di pecat, sae berhenti dgn sendiri nya karna tidak tahan dgn tingkah laku tuan muda nya yg semakin hari semakin menjadi2, dia sllu saja marah2 tidak jelas, semua yg sae lakukan sllu salah, dan pernah suatu sae sedang membereskan kamar nya, tiba2 kim datang dlm keadaan mabuk, melihat hal itu sae berniat untuk membantunya, namun dgn kasar kim malah mendorong nya hingga terjatuh ke lantai, kemudian kim mengunci pintu kamar nya, dan mulai melepas kancing2 baju yg ia pakai, dan pada akhir nya dia setengah telanjang, pria berwajah tampan itu kemudian menarik sae dan melempar tubuh mungilnya ke atas ranjang nya, dan dgn cpt menindihnya, seraya berkata "Kau yg sllu menolakku dan lebih memilih jungkook, kau akan tau apa akibatnya skrng, aku akan puas malam ini dgn tubuh mungilmu ini, puaskan aku gadis sombong" kim tersenyum evil, membuat sae ketakutan, air mata mulai berjatuhan.
"Lepaskan saya, saya mohon jangan" sae memohon dan terus memohon, namun kim mulai menarik2 baju sae hingga robek di bagian bahunya, menampakkan jelas leher dan bahu yg putih itu, kim tersenyum getir kemudian mulai menciumi leher jenjang yg putih itu, kemudian turun ke pundak nya, kim sangat berpengalaman soal itu, sae mencoba mendorong kim, namun dorongan nya tidak berpengaruh apa2 pada kim, bahkan kim semakin ganas mencium dan kadang menggigit bagian tubuh atas nya.
Sae terus menangis, dan kim semakin menjadi2, kim memandang wajah sae yg memerah, mata nya mulai bengkak karna tangisan nya, dan bibirnya gemetar, bagi kim sae terlihat lebih cantik dan menggoda saat menangis.
"Kau sangat cantik sae, kau benar2 cantik, malam ini kau akan menjadi milikku seutuh nya" kemudian dgn cepat kim ******* bibir mungil itu, menggitnya gemas hingga membuat sae menahan sakit dan ngilu di bibir nya, kim juga mencium seluruh waja sae tanpa terlewatkan, mulai kening, pipi, sampai dagunya, namun kim paling suka berlama2 di bibir mungil itu, bahkan kim dgn teliti ******* di setiap inci bibir gadis itu.
Kim kemudian mulai menarik baju sae kembali yg tadi sudah sempat robek namun dia harus berhenti karna tergoda dgn indah nya leher dan bahu sae,
Sae menahan tangan kim, agar tidak melepas baju nya, gadis iti terus terisak sambil memohon2 meminta belas kasih.
"Ja...jangan...Hiks... sa..saya mohon jangan tuan"
"DIAM" Bentak kim, yg sllu membuat sae ketakutan dan gemetar, saepun memejamkan matanya, kim melihat wajah sae yg terlihat begitu ketakutan, bibir nya gemetaran, mata nya terpejam, kim tau bahwa sae takut untuk melihat nya saat ini. Karna bentakan itu.
Entah kenapa hati kim terasa sakit melihat sae sperti itu, melihat sae terluka, dan ketakutan, wajah yg biasa nya sllu ceria dan ramah itu kini terlihat sangat berbeda saat ini, wajah sae mulai pucat, bibir nya gemetar, air mata membasahi spry milik kim.
Kim terus memandang sae, hatinya seolah2 di iris, tanpa sadar kim menyentuh lembut pipi sae, dan mulai mendekatinya, kemudian mencium bibir itu kembali, namun ciuman itu terasa berbeda buat sae, ciuman itu terasa sangat lembut, bahkan sae merasakan sensasi yg berbeda di ciuman kali ini, dia merasa lebih tenang, hatinya damai, dan dia merasa melayang di udara.
Kim terus ******* bibir itu dgn penuh hati2 dan kelembutan, entah kenapa kim sangat takut menyakiti sae saat ini, padahal tadi dia bermaksud untuk menyakiti gadis itu dgn cara memperkosa nya dan kemudian membunuh nya.
Namun entah knpa hal itu justru sekarang berbalik.
Kim lebih takut untuk menyakiti gadis itu.
Beberapa menit kemudian ciuman itupun berlalu, dan kim memandang kembali wajah itu, kim masih melihat sae terpejam, air matanya masih mengalir di sudut mata nya, dan bibir nya yg bengkak akibat ulah kim kini masih bergetar.
"Apakah kau takut padaku?" Tanya kim dgn suara yg berbeda, suara nya terdengar lebih lembut.
Sae masih diam, melihat hal itu kim beranjak duduk dari tubuh sae yg sedari tadi dia tindih, kemudian kim menarik tubuh mungil itu, membawanya kedalam pelukan nya. Namun sae malah mendorong kim, dan memeluk lutut nya sambil terisak2, sae menenggelamkan wajah nya ke dalam kedua paha yg dia peluk.
Kim mendekat dan mengelus rambut sae, namun dgn cepat sae menepis tangan kim.
"Menjauhlah, jangan mendekati saya lagi, saya sungguh sangat membenci anda" kata2 sae mampu membuat hati kim seperti di remuk2 "mulai sekarang saya berhenti bekerja di sini, saya ingin bebas, tuan hanya memanfaatkan kekuasaan tuan untuk melecehkan saya, dan ingat tuan saya bukan wanita murahan yg dgn seenak nya tuan nikmati, saya tau saya miskin, tapi saya punya harga diri"
"CUKUP TUAN" potong sae dgn nada kasar, dan dada kim terasa sesak dgn itu, ini pertama kali nya gadis itu bicara kasar, padahal sebelum nya ia tak pernah bicara sekasar ini, dia sllu ramah, dan lemah lembut.
"Sae, kenapa kau sllu menolakku?"
"Tuan ingin tau kenapa?"
"Iya sae, aku ingin tau"
"Karna tidak semua wanita bisa tuan beli dgn uang, tidak semua wanita mau memuaskan nafsu birahi tuan, tidak semua wanita tergoda oleh harta dan ketampanan tuan yg luar biasa"
Kata2 sae mampu membungkam kim, kim diam mematung mencermati kata2 sae, kemudian sae pun beranjak pergi dgn tetap menangis sambil memegangi bagian baju nya yg robek, di leher dan bagian pundak nya terlihat kiss mark disana.
Para pelayan di sana menghentikan langkah sae, menanyakan knpa sae menangis saat kluar dari kamar tuan mudanya.
"Kenapa nak? Kok kamu menangis?" Tanya pelayan yg usia nya sekitar 50 tahunan.
"Ti...dak, saya tidak apa2 " sae mencoba tersenyum dari isak tangis nya.
"Loh baju kamu knpa kok sobek, dan kamu knpa bisa berantakan sperti ini nak?" Tanya nya lagi.
Sae hanya diam. "Tuhan leher sama bahu kamu juga kenapa? Kok merah2 begini?" Di usia nya yg memang sudah lanjut itu, dia tak mengerti apa itu tanda merah di leher dan pundak sae.
Kemudian pelayan yg sekitar ber usia 30 an menghampiri mereka dan melihat tanda merah itu.
"Ya ampun, kamu di apakan oleh tuan muda? Waah ternyata tuan muda yg tampan itu pandai juga ya," kata pelayan 30 an itu.
"Apa maksudmu?"tanya pelayan 50 an.
"Begini, tanda merah sperti itu adalah tanda bahwa sae telah di kecup habis2an oleh tuan muda"
"Oh lord, knpa tuan muda melakukan nya kpdamu nak? Bahkan usiamu masih 16 tahun, kau tidak boleh melakukan hal sperti itu dulu" kata ibu 50 an menceramahi sae.
"Oh tuhan, tidak mungkin kalo sae melakukan hal itu sama2 suka, lihat dia, dia menangis, matanya sampai bengkak begitu, aku yakin tuan muda pasti memaksanya"
"OMO, apa dia telah melakukan hal yg lebih?, apakah dia memperkosamu?," pelayan 30 an itu membalik2an tubuh sae kesana kemari, memeriksanya secara detail, takut hal buruk itu benar2 terjadi.
"Tidak, saya tidak apa2, baiklah saya permisi, mari" sae memberi salam kemudian berlalu pergi.
_____________________
3 Bulan Kemudian.
"Sae, sudah 3 bulan lebih aku menunggu jawabanmu" ucap jungkook dgn nada lembut nya.
"Menunggu jawaban apa? Mmm maaf aku lupa" sae kebingungan.
"Mmm tidak apa2 rupanya kau lupa ya, baiklah aku akan mengingatkanmu kembali, dulu aku pernah menyatakan padamu isi hati dan perasaanku, apa kau ingat?"
Sae terdiam memutar kembali memory nya.
"Ohh soal itu, i...iya aku mengingatnya"
"Bagaimana? Apa aku perlu menunggu lagi?" Jungkook tersenyum lembut.
Sae berfikir, dan dia memang harus menjawab sekarang, dia tidak mungkin membuat jungkook yg begitu baik pada nya lebih lama menunggu, namun dia bingung harus menjawab apa? Jika dia menjawab iya, apa mungkin dia bisa mencintainya? Entah knpa rasa yg dulu pernah menyelimuti nya kini telah hilang, apa mungkin rasa yg dulu kini hanya rasa sayang terhadap kakak saja?...
Dan jika dia menjawab tidak, itu tidak mungkin, karna jungkook terlalu baik untuk di sakiti, dan dia juga telah terlalu lama menunggunya dgn setia.
"Hemm... kak" panggilnya.
"Ya sae?"
"Aku tidak tau jawabanku salah atau benar, jujur saja, aku masih belum siap untuk itu, kakak tau sendiri kan, usia ku masih berapa, aku se usia adikmu yena, dan kau melarangnya pacaran bukan? Karna dia masih terlalu muda, apakah aku juga tidak kau larang untuk pacaran? Hemm" kata sae dgn nada manja sambil mengangkat kedua alis dan pundak nya, menambah imut wajah boneka nya.
Jungkook tersenyum sambil memukul jidad nya pelan.
"Haha knpa aku bisa melupakan hal itu ya? Ok... ok... aku akan menunggu usia mu sampai matang"
"Anggaplah aku adikmu kak, untuk saat ini"
"Ok, untuk saat ini aku akan menganggapmu adikku, tapi 5 tahun lagi kau akan menjadi istriku dan ibu dari anak2ku!... kemudian di iringi tertawa keras sambil membawa sae ke dalam pelukan nya, dan tanpa mereka sadari sedari tadi kim mengamati nya, hatinya hancur, perasaan marah, cemburu, benci, dendam bercampur aduk menjadi satu.
"Bisa2nya kalian bermesraan, sedangkan aku di sini menyaksikan nya, lihat saja nanti, apa yg akan terjadi pada kalian berdua" batin kim.
_________________
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Tiana Mutiara.