innocent girl and arrogant guy

innocent girl and arrogant guy
Hukuman



           Ini adalah hari ke dua sae bekerja di rumah taehyung, sepulang sekolah dia langsung menuju rumah taehyung, tanpa mengganti seragam sekolahnya terlebih dahulu, karna dia harus cepat2 menyelesaikan pekerjaan di rumah taehyung, setelah itu dia harus segera menuju restoran untuk kembali bekerja di malam harinya.


         Dgn langkah agak setengah berlari, sae mulai memasuki istana megah itu, sapaan demi sapaan keluar dari mulut sae, dia menyapa seluruh pelayan yg sedang sibuk dgn pekerjaan nya masing.


"Hai Bik" sapa sae pada salah satu pembantu yg sudah agak tua.


"hai sae, loh kamu kok pake seragam sekolah yg sama sperti tuan muda, apakah kalian satu sekolah?..."


"iya benar, kami memang satu sekolah, tapi dia kakak kelas, saya ke atas dulu ya bik" sae tersenyum ramah kemudian mulai melangkah menuju kamar taehyung dgn membawa nampan berisi makanan.


Saepun mengetuk pintu, dan terdengar suara dari dalam menyuruhnya untuk masuk.


Tok Tok...


"Masuk"... suara yg familiar.


Saepun melangkah masuk, dan menaruh nampan itu di meja.


"Waktunya makan tuan muda" suara khas sae sllu terdengar lembut di telinga siapapun.


Saepun mulai membalikkan tubuh nya untuk keluar dari kamar itu, namun tiba2, tuan muda nya menarik tangan nya, hingga sae jatuh ke lantai, kemudian kim mengunci pintu kamar dan membuang kunci itu ke sembarang tempat.


"Apa yg tuan muda lakukan?... tanya sae yg mulai cemas.


"Hemm bisa2 nya kau bersikap sopan terhadapku saat kau di sini, apakah kau tidak ingat, apa yg telah kau perbuat tadi siang di sekolah?...jelas kim mengembalikan ingatan sae soal tadi siang di sekolah.


"Ma...maafkan sa..ya tuan muda, sa... saya-"... kata2 sae terpotong, ketika kim mulai menarik krah seragam nya, dan mendorong tubuh mungil itu, dan menahan nya di tembok.


"Kau sungguh2 ingin mati?..." cengkraman yg tadinya berada di krah seragam sae kini telah berubah, kim dgn kasar nya mencekik nya, membuat sae susah bernafas, dgn sekuat tenaga sae mencoba melepas tangan kim dari leher nya, namun apa daya, kekuatan nya tak sebanding dgn lelaki di hadapan nya itu.


"Kau memang harus mati sae" suara itu lagi2 meluncur dari bibir manis kim, membuat sae semakin ketakutan.


Tak terasa air mata gadis itu mulai menetes membasahi pipi nya, kim taehyung dapat memandang jelas wajah yg hanya berjarak beberapa cm saja dgn wajah nya, dia melihat wajah sae sangat ketakutan, dan itu membuat kim puas, setidak nya itu menjadi sebuah pelajaran.


Kim pun melepas tangan nya, dan menghempaskan tubuh mungil itu sembarangan, tubuh sae terjatuh dan terhempas meja, membuat tangan nya berdarah.


Sae meringis menahan sakit, dan dia mulai batuk2 karna cekikan tadi.


"Tuhan masih menyayangimu, jadi aku mengampunimu kali ini, dan jgn prnh lagi ikut campur tentangku"


Sae mulai kesal dgn tingkah pria di depan nya itu, dgn segala usaha, dia berusaha berdiri dan berusaha merangkai kata2 sebaik mungkin untuk di lontarkan pada kim.


"Tuan muda kim taehyung, mungkin anda memiliki segalanya yg tidak orang lain miliki, namun perlu anda tau tentang satu hal, anda tidak punya hati, tidak punya pikiran, dan tidak tau cara menghargai orang lain" entah kekuatan apa yg membawa sae ke dalam keberanian untuk berkata seperti itu pada pria arrogant itu.


Kim memberi sae tatapan membunuh, tangan nya mengepal keras, kaki nya mulai melangkah mendekati sae kembali, sae pun mulai mundur dan pada akhir nya badan nya tertahan tembok tadi... kini kim mengunci tubuh sae di tembok, mata nya menatap tajam mata sae yg sayu, bulu mata sae yg lentik terlihat basah oleh air mata.


"Sekali lagi kau bicara, maka aku benar2 akan membunuhmu!...lanjutnya.


"Bunuh saja ak-" belum selesai sae melontarkan kata2 nya, kim mengangkat tangan nya, dan meninju tembok pas di sebelah sae, membuat sae kaget, dia memejamkan mata nya, dia kira kim akan melayangkan pukulan itu pada dirinya.


"Kau benar2 ingin mati Hah?...


"Semua orang ingin hidup, dan mereka berhak untuk hidup, lalu kenapa kau ingin sekali membunuhku?... apa salahku tuan?... bahkan pertama kali kita berjumpa kau juga berkata akan membunuhku?... aku juga ingin hidup tuan, hidup dgn tenang" air mata sae menetes lagi...


"DIAM, ATAU AKU AKAN BENAR2 MEMBUNUHMU SEKARANG JUGA" Suara kim terdengar sgt serius, kemudian tangan nya kembali menghempaskan tubuh sae lagi, sae yg memiliki tubuh mungil itupun langsung terhempas ke lantai, kim telah benar2 marah, tangan nya kembali menyiksa sae, dia menampar wajah cantik itu, dan darah segar mulai keluar dari sudut bibir nya yg mungil.


Kemudian kim kembali menarik tubuh sae, dan menghempaskan nya di atas ranjang nya, kim tersenyum miring, seringai buas nya mulai terlihat.


"Sudah lama aku tak pernah bersenang2 , dan aku rasa sebelum membunuhmu, aku akan menikmati tubuh mu dulu hhhh"


Sekarang sae mengerti apa yg dikatakan oleh yena sahabat nya, lebih baik jgn sampai ber urusan dgn pria ini...


Kim mulai membuka kaos nya, dan dia kini telah telanjang dada.


Kemudian dia mendekati sae yg sudah sangat lemah, kim menindih tubuh mungil itu, dan mulai mengamati wajah yg amat mungil dan cantik jelita, dia baru sadar bahwa sae adalah gadis yg sangat sempurna.


"Ja...jangan tu...an," suara sae terdengar sangat lemah.


"Kenapa aku baru menyadari, ternyata  kau sangat cantik ya, matamu, hidungmu, waah apalagi bibir mu yg kecil ini, ingin sekali aku mengecupnya," tangan kim menghapus darah yg mengalir dari sudut bibir sae dgn tangan nya. Kemudian mulai mendekatkan wajah nya untuk meraih bibir mungil itu dgn bibir nya.


"Sa...ya mohon tuan muda, ja...ngan la..kukan ini" sae terus memohon, dan entah malaikat dari mana, saat kim melihat wajah sae memohon ampunan, dia merasa tidak tega, padahal dia  tidak pernah sperti sebelum nya.


Kimpun mulai bangkit untuk bangun, begitupun dgn sae, dgn susah payah dia berusaha bangkit, tubuh nya terasa remuk, karna pukulan dan tamparan yg di berikan kim tadi kepada nya.


Dgn langkah tergontai, sae terus berusaha melangkah , melewati pinggiran jalan raya yg sangat ramai.


Kemudian dia merasa ada seseorang menyentuh pundak nya dari belakang.


"Nona, anda kenapa?... wajah dan tubuh anda terluka" kata seseorang yg tak sama sekali sae kenal.


"Saya tidak apa2, saya hanya jatuh tadi," sae mencoba tersenyum dari bibir nya yg terluka itu.


"Baiklah nona, saya akan mengantar anda pulang"


"Tidak perlu, saya tidak apa2"


"Marilah nona, " pria itu membukakan pintu mobil nya, dan saepun tak mungkin menolak, karna dia memang sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan kaki, sedangkan tempat tinggal nya masih jauh.


"Kemana kita harus pergi nona?


"Panti asuhan kasih bunda"


"Anda tinggal disana?...


"Iya"


Hening....


Sesampai nya di panti asuhan, pria itu membantu sae masuk ke dalam, sedangkan di panti sudah sepi, karna memang sudah malam.


"terima kasih banyak" ucapan terima kasih itu meluncur dgn suara khas yg dimiliki sae (lembut).


"sama sama, oh ya, kamu anak kelas 10 ya?... kata pria itu asal nebak.


"Iya, kok tau?...


"Aku pernah melihatmu bersama yena"


"Yena?... kamu kenal yena?...


Pria itu tersenyum memabukkan, kemudian berkata "yena adalah adikku"


"benarkah?...sae tak percaya.


"ya, yena adalah adikku, kenalin aku jeon jungkook, panggil aja jungkook" pria itu mengulurkan tangan nya, sambil tersenyum dari bibir mungil nya, yg memamerkan 2 gigi kelincinya.


"Aku kim sae ron, panggil saja sae," saepun menjabad tanga jungkook.



Nama:Jeon Jungkook.


Umur:19 tahun, seusia taehyung.


Kelas:12, satu kelas dgn taehyung.


Sae merasa senang dapat mengenal jungkook, karna sae yakin jungkook adalah orang yg ramah dan ceria, sama sperti sahabat nya yena... ya jungkook adalah kakak kandung yena.


____________________________


Ukuuyy akhir nya selesailah sudah chapter ke 3 nya...


Semoga bisa lanjot ke chapter2 berikut nya...


                Tiana Mutiara.