innocent girl and arrogant guy

innocent girl and arrogant guy
Air mata kerinduan



 


Di sebuah pagi yg cerah, dgn suara kiauan burung di taman belakang sekolah SMA nya dulu...


sae mencoba mengingat kembali memory nya saat pertama kali masuk sma dan pertama kali bertemu dgn seseorang yg dia cintai, tak terasa air mata nya menetes perlahan membasahi pipinya...


"Masa2 itu sangat membuatku ketakutan karna sifat arrogant nya, dan dia juga pria psikopat waktu itu, tapi entah kenapa aku sangat merindukan masa2 itu" air mata nya terus mengalir deras membasahi kedua pipi mulus nya... sae duduk menenggelamkan wajahnya pada kedua telapak tangan nya...


"Siapa kamu?" Suara itu membuat sae terbangun dari lamunan masa lalu nya...


"Kamu gadis yg menumpahkan jus di baju tunanganku itu kan?" lanjut nya...


Seketika itu membuat jantung sae berdebar keras, orang yg dia lamunkan sejak tadi kini hadir di depan nya sekarang...


"Apa yg kau lakukan disini? kau menangis nona?"


"Iyaa saya menangis"


"Kenapa menangis di sini?kamu bukan murid SMA kan?"


"Tentu saja bukan"


"Lalu kenapa disini?"


"Anda sendiri kenapa kesini? anda juga bukan murid SMA kan?"


"Aku ke sini karna ada yg ingin aku lakukan disini"


"Mengenang sesuatu? namun anda tdk ingat apa yg membuat anda mengenang nya?"


"Bagaimana kamu tahu?"


"Karna saya juga datang kesini untuk mengenang seseorang, bedanya saya ingat siapa yg saya kenang"


Kim hanya terdiam mematung kebingungan, bagaimana bisa gadis itu tau apa yg dia lakukan di tempat itu


"Baiklah, saya pergi duluan, mariii" sae mulai melangkah pergi, namun pria itu tiba2 menggenggam tgn nya...


"Maaf, Aku mengalami hilang ingatan, Katakan, bagaimana kamu bisa tau apa yg aku lakukan disini, dan waktu di pesta kamu juga memanggilku dgn panggilan tuan muda, jelaskan, apa kita saling kenal?"


"Tentu saja saya kenal anda"


"Dimana kita kenal? dan bagaimana? apa kita cukup dekat?"


"Apakah anda percaya kalo saya bilang kita berdua kenal karna bertemu di tempat ini" Mata sae berkaca2


"Benarkah? seberapa dekat kita?"


"Apakah anda percaya jika saya bilang bahwa kita adalah sepasang kekasih?"


jawaban sae membuat kim terkejut,


"Apa maksud mu? aku memang tak bisa mengingatmu, tapi aku yakin aku tak mungkin punya kekasih lagi selain park bo young"


"Apakah anda lupa, bahwa anda dulu sebelum kenal saya anda adalah playboy yg suka main perempuan" sae tersenyum miring dgn mata nya yg masih berkaca2


"Lama2 bicaramu semakin ngacok aja"


"Ahahaaaaa lupakan saja, saya hanya bercanda kok, kita cuma teman, yaaa anda adalah senior saya swaktu SMA" Sae mencoba tertawa, walau hatinya terasa begitu sakit


"Ah aku sudah mengira seperti itu, kau pandai berakting kurasa kau sangat pantas menjadi seorang aktris"


"Kalau begitu saya permisi dulu" sae mencoba tersenyum


"Ok silahkan"


______________________


 


"Mungkin hanya air mata ini yg akan menjadi saksi bisu atas kerinduanku padamu hiks hiks hiks" Air mata itu mengalir dengan derasnya, dan gadis itu terus berjalan menelurusi pinggir jalan raya kemudian berhenti di sebuah halte bus...


 


"Bukan kah itu sae, apa yg dia lakukan? kenapa menangis di halte bus?" seokjin yg tak sengaja lewat di situ melihat sae sedang menangis, kemudian seokjin memarkir mobil nya pas di depan halte bus


 


 


"Sae, kamu kenapa?"


"Saya... saya mau pulang hiks hiks hiks" sae menangis semakin menjadi2


"oke oke jgn menangis lagi, aku akan mengantarmu pulang" seokjin memapah sae masuk kedalam mobil nya


beberapa menit berlalu, dan sae telah reda dari tangisan nya


"Sae, kamu menangis bukan karna ketinggalan bus kan? bukan karna kamu takut tidak bisa pulang kan? kamu kenapa sebenarnya?"


"Iya, saya menangis karna itu, apa lagi?"


"Ahahahahaaa kamu imut sekali sae, masih bertingkah seperti anak kecil saja" seokjin tertawa keras mencoba menghibur sae


"Sae, yg sabar, suatu saat dia pasti akan mengingat mu kok" Wajah seokjin mendadak serius, namun wajah nya memberi semangat pada gadis yg duduk di sampaing nya


"Kakak tau semua nya?"


"Apa yg tidak aku tau tentang mu? aku tau semua nya sae"


"Kakak bisa saja"


"Sebenar nya disini sakit, aku terlambat, ternyata kamu sudah menyukai orang lain" seokjin sambil memegang dada nya


"Maaf kak, andai perasaan ini bisa aku singkirkan, mungkin aku akan menyingkirkan nya, namun dari dulu aku tak bisa menghilangkan perasaan ini pada nya"


"Andai kamu bisa menghilangkan perasaanmu pada dia, apa boleh aku aku menempati hatimu itu?"


"Kakak, pertanyaan mu membuatku bingung"


"Jgn bingung, Aku hanya ber andai2 saja, sekalipun kamu menyukai orang lain, asal aku masih bisa melihatmu dan mendengar suaramu, itu sudah cukup bagiku"


"Kakaak, itu menyakit kan, sungguh sangat menyakitkan, skrng ini aku merasakan nya, aku bisa melihat nya dan bisa mendengar suaranya, tapi hatiku sangat sakit gara2 orang itu tak punya perasaan yg sama dgnku" air mata sae menetes perlahan


"Bukan nya dia tdk punya perasaan padamu, tapi dia tidak bisa mengingatmu, tenang saja, suatu saat dia pasti bisa mengingatmu kembali"


"Jika dia tidak bisa mengingatku selama nya bagaimana?"


"Jika dia tidak bisa mengingatmu, maka takdirmu bersamaku HAHAHA" Seokjin tertawa keras mencoba menghibur sae...


"Kakaaaak...." sae sambil memukul lengan seokjin yg sedang mengemudi


"Aw sakit, ampun ampun sae, pliss cukup aku sedang menyetir, berbahaya"


"Makanya cukup bercanda nya"


"Ok ok..." mobil itu terus melaju membawa sae menuju istana megah nya, kemudian kembali melaju menuju istana seokjin yg lebih megah...


_______________________


 


2 Bulan berlalu, undangan pernikahan kim taehyung dan park bo young telah tersebar luas, termasuk soo dan sae pun menerima undangan itu, Hancur berkeping2 hati sae, pria yg ia cintai sejak masa SMA kini menikahi wanita lain....


 


"Sae, sudahlah ikhlaskan saja dia, ini semua sudah takdir, aku yakin suatu saat pasti akan ada pria yg lebih baik dari kim, yg akan mencintaimu"


"Iyaa soo aku sudah ikhlas, asal kim bahagia aku juga bahagia"


"Jika kamu memang bahagia jika kim bahagia, cukuplah jgn menangis lagi"


Soo memeluk sae erat, ia terua menenangkan nya...


 


Di sebuah gedung yg mewah, terlihat seorang pria berwajah pangeran ber jas hitam sedang berdiri menunggu mempelai wanita nya yg bergaun putih dgn balutan make up membuatnya terlihat sangat mempesona, pengantin wanita itu berjalan di iring sang ayah menuju pengantin pria...


 


Singkat cerita...


Stelah selesai mengucapkan janji suci, kini para tamu undangan sedang berpesta dgn menyantap hidangan dan minuman yg sudah di sediakan... semua terlihat berbahagia, kecuali sae gadis malang itu...


"Sae, jgn muram, setidaknya terlihat lah bahagia untuk saat ini, ku mohon semangat" soo memberi semangat...


"Iya soo, terima kasih"


"Ya sudah, aku sama kak jungkook mau ke sana dulu ya,"


"Iyaa".... Sae mengambil sepotong kue kemudian memakan nya, dia mencoba ceria dan bahagia...


"Sae, rupa nya kau disini" panggil seorang pemuda yg tak lain adalah mempelai pria (Kim)


selama 2 bulan terakhir ini mereka berdua memang sering bertemu, kim sering meminta sae untuk menemui nya, entah kenapa kim merasa sangat nyaman saat bersama sae, perasaan nya sangat bahagia saat bersama nya, dan aneh nya dada nya sllu berdebar2 saat menatap gadis itu.


"Ah iyaa saya di sini"


"Kenapa dari tadi tidak kelihatan? kemana saja?"


"Saya tdk kemana2 kok"


"Mungkin perasaanku saja yaa"


"Oh iya, selamat atas pernikahan nya tuan muda" Sae tak sengaja menyebut kata tuan muda itu lagi, setelah sekian lama nya tak pernah ia sebut


"Tuan muda? sudah 2 kali kamu memanggilku tuan muda, pertama awal kita bertemu, kedua sekarang, jelaskan, apakah dulu sebelum aku hilang ingatan kamu memanggilku begitu?"


"Iyaa benar, itu panggilan saya terhadap anda"


"Kenapa kamu memanggilku begitu? beri aku alasan"


Seketika sae terdiam, dia baru sadar, bahwa sekarang kim sudah menikah, kenapa dirinya mencoba untuk mengingatkan kim pada masa lalu itu, padahal skrng dia sudah ber istri, tak seharus nya dirinya seperti itu, itu sama saja dgn merusak rumah tangga orang...


"Ya tuhan... apa yg aku lakukan, dia sudah ber istri, kenapa aku mencoba mengingatkan nya akan hal itu lagi, maafkan aku tuhan" batin sae menyesal...


"Saya memanggil anda tuan muda? ah tidak saya barusan hanya bercanda, lupakan lupakan" sae berdusta


"Bercanda? apakah di awal kita bertemu kamu juga bercanda memanggilku tuan muda? tidak mungkin kan kamu bercanda dgn orang yg bahkan tdk kamu kenal"


sae terdiam mematung, tak dapat berkata apa2...


"Katakan yg sejujur nya sae"


"Ah maaf, saya harus pulang duluan, karna kekasih saya sudah menjemput" dusta sae yg kebetulan melihat seokjin menuju ke arah nya, dan itupun membuat seokjin terkaget dgn kata2 sae bilang bahwa dia kekasih nya... sae menggandeng lengan seokjin sambil memaksa tersenyum dan memaksakan diri untuk terlihat mesra di depan kim... seokjin mengerti maksut sae, dan seokjin pun mengikuti apa yg di lakukan sae...


"Maaf sayang membuatmu menunggu, tadi kena macet di jalan"


"Tidak apa2 kok, ya udah ayuk pulang"


"Sae, kamu tidak memperkenalkan kekasihmu itu padaku?" entah kenapa hati kim terasa sakit melihat sae bersama pria itu


"Ah iyaa... kenalkan dia teman waktu SMA, maksudku seniorku" sae memperkenalkan kim pada seokjin


"Hai saya Seokjin, ceo Red moon, Anda kim taehyung presdir Ainsoft kan? saya penggemar anda, semoga suatu saat perusahaan kita bisa bekerja sama"


"Spertinya saya tak perlu memperkenal diri pada anda, karna anda spertinya sudah mengenal saya"


"Benar tentang rumor itu ya, bahwa presdir ainsoft orang nya sangat dingin, baiklah, oh ya selamat pesdir atas pernikahan nya"


Kim hanya tersenyum miring dgn wajah yg tak dapat di artikan... kemudian berlalu pergi dari hadapan sae dan seokjin...


"Sepertinya dia cemburu sae"


"Mana mungkin, dia sudah ber istri"


"Kalau begitu aku saja yg cemburu"


"Hah?"


"Kita sepasang kekasih kan?"


"Hah? Kata siapa?"


"Tadi kamu kan yg bilang"


"Kakaaak, aku tadi cuma akting"


"Waaah bakatmu benar2 hebat, ayo aku daftarkan agar kamu jadi aktris"


"Sudah cukup, jgn menggodaku lagi"


"Baiklah, baiklah, yuk pulang"


"Ok ok...


_____________________


Tanya jawab kedua


Apa alasan nya? kenapa sae dulu memanggil kim dgn panggilan tuan muda?...


A. Karna dulu sae adik kelas nya


B. Karna dulu sae di bully


C. Karna dulu sae pelayan pribadi nya


D. Karna dulu sae kekasih nya


 


pertanyaan di atas mengembalilan ingatan pada episode2 yg telah berlalu...


 


apakah para pembaca masih mengingatnya?...


silahkan di jawab di kolom komentar...


Jgn lupa sllu beri author semangat yaa...


cara nya jgn lupa kasih like, vote, komen dan kritik saran nya...


Tiana Mutiara