innocent girl and arrogant guy

innocent girl and arrogant guy
Cemburu



            Jam menunjukan pukul 22:30. Gadis mungil yg memiliki wajah bidadari itupun beranjak membaringkan dirinya di ranjang kamar nya untuk istirahat dari lelahnya yg seharian harus sekolah dan bekerja.


Baru 2 menit dia mulai memejamkan mata nya, tiba2 terdengar dering handphone nya terdengar nyaring di telinga, hingga membuatnya mau tidak mau harus meraih hp itu di meja sebelah ranjang tempat ia berbaring.


Setelah melihat siapa yg memanggil, tertera nama seseorang yg tak asing lagi yaitu tuan muda taehyung.


"Hallo, ada apa?... knpa menghubungi saya malam2 begini?"


"Temui aku di taman, sekarang"


"Hah? ... malam2 begini tuan? Besok saja ya"


"Ku tunggu, dan kau harus sampai di sini 5 menit dari sekarang,"


"apa?... "


Tut tuuut tut... sambungan telfon terputus.


"Ahh bagaimana ini? Aku kan belum sempat bertanya, aku harus menemuinya di taman mana?" Sae mengeluh sendiri di dalam kamar nya, krmudian dia pun beranjak dari tempat tidur nya, karna terburu2 dia tak sempat mengganti baju tidur nya.


Namun sae masih terlihat cantik dgn penampilan nya.


Rambut nya di biarkan teruai.


Sae mulai melangkah keluar dari ruang tamu panti asuhan, kemudian kembali mengunci pintu dari luar, sae melangkah perlahan, mendekati gerbang, namun tiba2 ada sebuah tangan menarik nya, dan membungkam bibir mungil nya...


"Hmmm emm" teriak sae dari sela2 bungkaman itu.


"Huss ini aku kim taehyung., bisa diam gak?"


Sae pun mengangguk pelan, dan kim pun melepas sae.


"Knpa tuan muda bisa di sini?"


"Kan aku bilang temui aku di taman, dan ini taman kan, taman panti asuhan"


Sae tersenyum, menampakkan senyuman maut nya itu.


"Oh iya, kok bisa masuk sini? Bkn nya gerbang di kunci tuan?"


Kim tersenyum sambil menunjuk ke arah atas gerbang, dan saepun mengerti, bahwa tuan muda nya menaiki gerbang.


"Hmm... masuk tanpa izin, apalagi sampai manjat gerbang," goda sae sambil tersenyum.


"Aku melakukan itu untuk menemuimu"


"apa?hanya untuk menemui saya?" Sae terkejut.


"Jgn GR dulu, ada sesuatu yg ingin ku bicarakan"


"Ohh... baiklah, apa?".


Kini kim dan sae telah duduk di kursi taman tersebut.


"A...aku tadi melihatmu bersama jungkook,"


"Iya tuan, memang nya knpa?"


"Kalian ada hubungan apa?"


"Hah?... knp tuan menanyakan itu? Itu masalah pribadi kan"


"Aku hanya ingin tau saja"


Sae bingung dgn pertanyaan yg di ajukan oleh tuan mudanya, apa maksud nya?... knpa dia bertanya sperti itu?... apa dia cemburu?...


"Apakah saya harus menjawab?"


"Harus"


"Kalo saya tidak mau menjawab bagaimana?"


"Kau harus menjawab nya"


"Ini sudah malam tuan, saya lelah, saya mau istirahat"


"Tak akan, aku tak akan pergi sebelum kau menjawab nya"


"Knp tuan memaksa saya,"


Sae sengaja tak menjawab nya karna sae tau seperti apa kim, dia adalah pria yg nekad, sae takut kalau kim harus menyakiti jungkook, seseorang yg sudah mulai dia sukai. Buat sae jungkook terlalu baik jika harus berurusan dgn kim pria Arrogant itu.


Sae pun mulai beranjak, melangkah menjauh membelakangi kim, yg kemudian dia harus berhenti dari langkah nya karna sebuah suara yg terdengar di telinga nya.


"Jauhi jungkook"


Mendengar kata2 itu membuat sae menarik nafas menahan emosi nya.


"Apa hak tuan menyuruh saya untuk menjauhinya?"


"Aku punya hak, aku majikan mu, dan kau harus mematuhiku"


"Saya akan mematuhi anda, tapi dalam jam kerja, dan ini di luar jam kerja, knp saya harus mematuhi anda?"


Kim mengusap wajahnya kasar, menahan amarah dan gejolak emosi di dada nya.


"Patuhi, atau kau tak akan pernah bisa melihatnya lagi"


"Tidak akan, dan satu hal tuan, saya tidak takut dgn ancaman anda, ini hidup saya, dan saya berhak untuk menentukan hidup saya sendiri" Sae menarik nafas panjang, dan kemudian di hembuskan nya kembali "baiklah tuan, ini sudah malam, Selamat malam" lanjut nya, kemudian melamgkah meninggal kan kim.


___________________________


             Di pagi yg cerah ini, sae dgn santainya duduk santai di sebuah taman sekolah sambil membaca buku.


"Apa yg kau baca nona?" Sapa seseorang yg kemudian duduk di sebelahnya.


"ah ini buku yg akan di pelajari nanti"


Jungkook hanya membalasnya dgn senyuman.


"Dimana yena?" Tanya sae.


"Sperti nya tadi dia langsung ke kelas" jawab nya.


"Ohh... kalo gitu aku ke kelas dulu kak"


"Ok"


Saepun melangkah menuju kelas, dan ternyata di sana ada sepasang mata yg mengamati mereka berdua sedari tadi.


Mata itu memandang dgn tatapan membunuh.


          Di hari yg lain sae mencari2 yena, skrng sae lebih sering bersama jungkook dari pada yena. Sae mencari2 sahabat nya itu, tak kian menemukan nya, yg pada akhir nya dia harus menghubungi nya.


"Yena, kamu di mana? Aku mencarimu dari tadi" bicara dalam telvon.


"Aku ada di lapangan olah raga," jawab nya di sebrang sana.


"Hah? Tumben, ngapain?"


"Lagi liatin suami tanding ni"


"Hah? suami? Siapa?"


"Oh lord, jimin , udah deh mending kamu ke sini sekarang ok"


"Ok deh"


Sae pun beranjak meneumui sahabat nya.


Yena melambai ke arah sae, dan saepun menghampirinya, kemudian duduk di samping yena.


"Tau gak, jimin hebat banget tauk, yah walaupun dia gak sehebat kim"


"Jadi kim ikut juga dalam pertandingan"


"Iya sae, benar2 tim yg hebat deh, hemm aku yakin sekolah kita pasti menang lagi"


"Semoga saja, oh ya, kak jungkook gk ikut main?" Tanya sae.


"Gak, dia lebih suka sepak bola dari pada basket"


"Oh gitu ya"


                           Permainan pun berakhir, dan akhir nya tim kim dan jimin menang, dgn semangat nya yena menghampiri jimin dan menyodorkan sebotol air mineral pada nya.


Sae pun mulai beranjak dari duduk nya, mulai melangkah melewati pinggir lapangan untuk menuju kelas nya, namun tiba2 sebuah bola basket menerjang wajah nya, dan kemudian dia pun tak ingat apa2 lagi.


Yena yg melihat itu berteriak dan berlari menghampiri sae, dia memeluk sae, darah segar keluar deras dari hidung nya.


"Ya ampuun saee, tolong bantu bawa ke UKS" jerit yena sangat khawatir.


Dgn cepat jimin membawa sae dalam gendongan nya, dan melangkah menuju UKS di ikuti oleh yena.


Sae masih belum sadarkan diri, dgn setia yena dan jimin menunggunya, dan tak lama kemudian datanglah jungkook.


"Apa yg terjadi?" Tanya jungkook.


"Ini semua kelakuan si kim bejat itu" jawab jimin se enak nya.


" maksudmu?" Tanya jungkook lgi.


"Tadi aku lihat sendiri, kim sengaja melempar bola itu ke wajah sae"


"Kurang ajar" tangan jungkook mengepal, kemudian mulai beranjak akan pergi, tapi yena menahan nya.


"kak, udah deh, gk usah cari masalah sama dia, aku gak mau kakak kenapa2, kakak tau kan sperti apa si kim, lagian sae gpp kok , dia cuma perlu istirahat aja, udah ya"


"Ok, tapi jika sekali lagi dia nyakiti orang2 yg dekat dgnku, aku gk akan tinggal diam"


"Iya iya, udah ya," yena memeluk kakak nya dgn manja untuk menenangkan nya.


"Ya udah mending kita tinggal sae disini, biar dia bisa istirahat dgn tenang, kalo kita ttp di sini, cuma akan menimbulkan rame" kata jimin cengengesan.


"Ya udah sana kalian duluan aja, aku mau nemenin sae disini" jungkook dgn nada perhatian.


"Ya ampun kakak, ngapain? Udah ayok kesana, lagian kakak juga harus masuk kan, biar nanti yena yg nemenin sae kalo udah jam pelajaran, hemmm apa mungkin bener ni, kakak suka ya sama sae" goda yena.


"Ok, aku ke kelas" dgn wajah kesal jungkook melangkah keluar, yena tau bahwa kakak nya sekarang pasti sudah merona karna kata2 nya barusan.


    Ketiga remaja itupun berlalu.


Beberapa menit kemudian, setelah ke 3 remaja itu keluar dari ruang UKS, masuk lah seorang pria tampan yg tak lain adalah kim, dgn perlahan dia melangkah mendekati sae yg sedang berbaring di tempat itu, kim tersenyum sinis melihat ke arah wajah yg pucat itu.


"Ini belum seberapa sae, aku bisa lebih parah dari ini, jika aku tak bisa memilikimu, maka orang lain juga tidak boleh memilikimu" kata kim dalam batin nya.


Waduukkk sadis amet yah... hehe... aku mau di bunuh oleh cintamu kim taehyung. Ahihi....


Beberapa menit kemudian, sae pun mulai membuka mata nya, dia merasa kepala nya sakit sekali. Namun dia masih bisa melihat siapa lelaki yg sedang duduk di samping tempat dia berbaring.


"Tu...tuan muda" suara sae terdengar sangat lemas dan tak berdaya."apa yg anda lakukan disini? Dan apa yg terjadi pada saya?" Lanjutnya.


"Apa kau tak mengingat nya sama sekali?"


Sae diam sejenak, dan kemudian kembali memutar memori di otak nya.


"Saya terkena bola basket, hingga pingsan"


"Sukurlah ingatan mu masih sehat"


"Terima kasih tuan muda" lanjut sae di sela2 rasa sakit di kepala nya, membuat kim tak mengerti apa maksud kata2 dari gadis mungil itu.


"Untuk apa?"


"Karna sudah membawa saya kemari"


"Bukan aku"


"Lalu siapa?"


"Jimin"


"Oh... ya sudah terima kasih karna sudah menjenguk saya" sae mencoba tersenyum.


"Ya, apakah kau tau siapa orang yg telah membuatmu begini?"


"Tuan muda yg membuat saya sperti ini, benar kan?"


"Iya, lalu knpa kau mengucap terima kasih dan tidak marah padaku?"


"Tuan tidak sengaja bukan? Dan knpa saya harus marah"


"Aku sengaja"


"Kalo tuan sengaja, berarti tuan sedang kesal pada saya, dan saya minta maaf telah membuat tuan marah. Apapun itu, sengaja atau tidak sengaja" sae berkata tulus di iringi senyum ramah nya, membuat kim tak bisa berkata apa2 lagi, kim heran, terbuat dari apa sih gadis ini, knpa dia tidak marah pada nya, jelas2 dia sudah membuat sae terluka.


"Tuan, saya ke kelas dulu," sae mencoba untuk bangun, namun dgn cepat kim menahan sae, dgn memegang kedua pundak sae, menekan tubuh mungil itu di kasur Uks tersebut, wajah meraka yg sangat dekat, hingga sae dapat merasakan aroma tubuh tuan muda nya, dan kim juga dapat merasakan hembusan napas sae yg tak beraturan, mungkin saat ini sae sangat berdebar2, kim juga tau bahwa gadis mungil yg sekarang berada di bawah pandangan nya itu belum pernah di jamah laki2, kim tau soal itu karna kim memang sangat berpengalaman soal wanita.


"Tetaplah disini, pulihkan dulu kesehatanmu"


"Sa...sa..ya, ti..dak apa2 tuan"


"Kau begini karnaku, jadi menurutlah"


"Tapi tuan saya harus-" kata2 sae terputus, yg tiba2 saja kim tambah mendekat kan wajah nya, hidung mereka telah bersentuhan, dan bibir mereka hanya berjarak sekitar 3 cm saja.


Dan seketika itu sae menutup mata nya, wajah nya merah merona, wajah ketakutan itu sangat jelas di mata kim, kim pun tersenyum, kim berjanji pada diri nya sendiri, bahwa sae harus menjadi milik nya, dia semakin yakin dgn perasaan nya, bahwa sekarang dia memang sudah jatuh hati pada gadis mungil yg dulu sangat dia benci kehadiran nya di sekolah ini.


"Jika kau mengeluarkan sepatah kata lagi, aku berjanji, akan ku ***** bibirmu yg masih perawan itu" ancam kim, membuat sae semakin ketakutan, dan saepun menurutinya, kim membelai wajah cantik itu, menelusuri setiap inci yg ada pada wajah sae, sae hanya diam dalam ketakutan nya. "Kau milikku sae, dan hanya akan menjadi milikku" lanjut kim.


"Tidak-" kata2 sae terputus lagi, saat kim mulai mendekatkan wajah nya lagi.


"Lanjutkan kata2mu, dan akupun akan mengambil ciuman pertamamu" ancam nya lagi, membuat sae mengatupkan bibir nya rapat2. Kim tersenyum , membuat wajah tampan nya semakin menarik dan mempesona.


           30 menit berlalu...


"Tuan muda, saya sudah tidak apa2, saya mohon izinkan saya keluar dari ruang UKS ini" sae begitu memohon, wajah nya memelas.


"Okelah, silahkan"


"Cepat keluar, sebelum aku berubah fikiran"lanjutnya


"Ah iya" saepun meraih sepatunya dan mulai memakainya, namun tiba2 kim duduk di depan sae dan meraih kaki nya, kemudian memasangkan tali2 itu dgn rapi, sae terperanjat, knpa tuan muda nya melakukan itu.


"Tuan muda, tidak usah, saya bisa kok"


"DIAMLAH" nadanya agak sedikit membentak.


"A... Baiklah" saepun membiarkan kim memasang nya.


Dan tiba2 saja jungkook masuk ke ruang uks, dan menyaksikan keromantisan itu, entah kenapa hati nya terasa sakit, apa mungkin cemburu?...


"Ka' jungkook, ada apa ka'?" Sapa sae dgn ramah nya di iringi senyuman.


"A... tidak ada, kau sudah baik?" Tanya nya.


"Iya ka', aku sudah baik,"


"Syukurlah, ya sudah aku pulang dulu ya,"


"Iya ka'"...


Jungkook pun berlalu, kim memandang jungkook dgn sinis, senyuman evil nya terukir di bibir nya.


"Terima kasih tuan, saya pulang dulu, stelah itu saya akan ke rumah tuan"


"Kau tak perlu bekerja hari ini, istirahatlah,"


"Saya sudah tidak apa2 kok"


Tanpa berkata apa2 lagi, tiba2 kim menarik tangan sae, dan membawa nya ke mobil mewah nya.


"Apa yg tuan lakukan?"


"Aku akan mengantarkan mu pulang, dan memastikanmu agar kau istirahat hari ini"


"Tapi tuan"


"Lanjutkan bicaramu, dan aku pun akan mengambil bibirmu sekarang juga"


Sae pun langsung terdiam dan menuruti apa perintah tuan muda nya.


___________________


Selesailah .....


Dukungan nya ya....


         Tiana Mutiara.