innocent girl and arrogant guy

innocent girl and arrogant guy
Ciuman Nakal



                 😍😍😍😘😘😘


_____________________


            Di suatu malam yg kelam, keluarga bahagia mr.donghae dan mrs.yoona berkumpul di sebuah ruang tengah tempat keluarga itu santai,,, kedua orang tua itu sengaja memanggil kedua putri kembar nya untuk membicarakan suatu hal yg sgt penting.


Tuan donghae pun mulai menarik nafas dalam2, dan kemudian mulai berkata perlahan.


"Putri2 Papa yg sangaaat papa cintai dan papa sayangi, papa sama mama ingin bicara penting dgn kalian, dan papa harap kalian setuju dgn smua ini"


"Hal penting apa pa?" Tanya soo


"Begini sayang, papa sama mama harus kembali ke new york karna sebuah bisnis, dan akan sgt lama sekali di sana, papa sama mama gak mau ninggalin kalian disini, jadi papa ingin kalian dgn senang hati mau ikut ke papa dan mama ke new york, bagaimana?" penjelas mr.donghae panjang lebar.


"Whatt? kembali ke new york?" Soo berkata sambil melebarkan mata dan mulut nya, tanda terkejut.


"Iya sayang, bagaimana? Kalian mau ikut kan?" Mr.donghae dgn senyuman merayu.


"Nooo_" kata2 soo tiba2 terputus karna sae dgn cpt menjawab dgn tegas.


"Iya pa, kami akan ikut, jika ini yg terbaik" senyuman tulus terukir di bibir sae, membuat papa dan mama nya merasa lega.


"Baiklah sayang, papa harap kalian cpt2 berkemas, karna kita akan berangkat dalam minggu ini, ya sudah ini sudah larut malam, sana kalian istirahat"


"Iya pa" sae pun beranjak menuju kamar dgn di ikuti soo adik kembar nya


Sesampainya di kamar soo pun mulai mengoceh tak jelas


"Sae, apa2 an sih? Kok mau ikut papa ke new york?" Sambil merengut tak karuan sebel


"Soo,,, kita harus menurut apapun kata ortu kita, aku yakin ini yg terbaik kok, jadi kamu nurut aja ya" sae menjelaskan dgn penuh perhatian


"Tapi ini mendadak sekali, aku aja belom jadian sama_ Aish" Soo asal ceplos, membuat sae mulai kebingungan


"Apa? Kamu belum jadian sama siapa?"


"Aiissshh GAK ADA, UDAH BOBOK AJA, AKU LAGI BAD MOOD POKOK NYA" kata2 soo seketika meninggi, dan mulai menenggelamkan tubuhnya dalam selimut tebal


"Iih kok tiba2 ngegas sih soo, aduuh knp sih adekku nih, lagi jatuh cinta ya? Emmm kasiaan, belom jadian sama jungkook udh mau ke new york" sae tertawa cekikikan, membuat soo semakin garang


"STOP, APA2AN SIH KOK NYASAR KE JUNGKOOK OPPA SEGALA,"Semakin ngegas


"Hahaha kok tambah ngegas sih sayang" sae semakin cekikikan


_____________________


               Ke esokan pagi nya, sae melihat adik nya sedang mengotak ngatik hp dgn sibuk nya


"Sibuk banget soo?" Tanya sae


"Sae, aku harus pergi skrng, dan mungkin aku akan pulang larut malam ini, bilang sama papa dan mama ok"


"Baiklah, hati2 di jalan"


"Ok, bye" soo pun mengecup pipi sae, kemudian berlalu pergi


"Hemm saat nya berkemas, klo gini cara nya, mungkin aku juga yg harus berkemas barang2 soo" sae pun berkemas, dan itupun memakan waktu yg cukup lama, karna memang barang2 adik nya sangat lah banyak


"Aku rasa harus melanjut nya besok, aduuh kenapa rasa nya badanku jadi sakit semua gini ya" sae pun membaringkan tubuh nya, tak lama kemudian handphone nya berdering dan di situ tertera sebuah nama "Tuan Muda"


"Ya hallo" suara sae terdengar sgt lelah


"Keluarlah, aku berada di depan gerbang rumahmu sae"


"Hah?" Sae pun beranjak menuju balkon kamar nya, dan benar saja di sana ada kim sedang melambai ke arah nya


"Ngapain tuan kesini?"


"Turunlah, ku tunggu kau di sini" Tuut tuut tuut....


" Alaaah di matiin lagi" dgn cpt sae mengganti pakaian nya dan beranjak menuju kim yg sdng menunggunya


"Knpa lama sekali sae?" Tegur kim


"Maaf tuan"


"Okelah, masuk"kim memerintah sae untuk masuk ke mobil mewahnya


"Tapi tuan, Mau kemana?"


"Nanti kamu juga tau sendiri kok"


"A..ah iya"


Mobilpun melaju cepat hingga sampai di sebuah taman yg sangat indah , kedua sejoli itupun duduk di bawah pohon rindang.


"Waaaaah" Sae takjub


"Indah bukan?"


"Iya tuan, ini sungguh indah, dimana tuan tau tempat ini?"


"Ini tempatku bermain dulu"


"Ooo" gadis itu hanya manggut2


Heniiiing.....


"Sae"


"Iya, ada apa tuan?"


"Apa benar kau akan ke new york?"


"Aah I...iya dari mana tuan tau?"


"Soo, aku tau darinya"


"Soo?"


"Ya!"


Heniiing......


"Sae"


"Ya"


"Kpn kau akan kembali?"


"Hemm?"


"Kpn kau akan kembali?"


"A... ah i..itu,,, saya juga tidak tau tuan muda"


"Sae, berapa lama pun kau di sana, ingat di sini aku akan selalu setia menunggumu, jadi jgn sekali2 kau melupakanku, apa lagi sampai bersama dgn pria lain, ingat itu sae, ingatlah" kim berkata dgn begitu serius, dan parahnya itu membuat sae tertawa


"Hahahaaa iyaaa pak guruu, Hahaha" goda sae, karna kim mengingatkan nya sperti anak tk


"Sae, aku serius, kau jgn menertawakanku," kali ini wajah kim terlihat beda, dan itu membuat sae berhenti tertawa dan mendengarkan ucapan kim dgn sungguh2


"Iya tuan, saya akan ingat pesan tuan"


"Aku tidak tau, betapa aku akan sgt merindukan mu sae"


"Tenang tuan, kita kan masih bisa chattingan, telvonan, bahkan vidio call, apa beda nya saya ada di sini ataupun di new york, kita akan ttp saja bisa mendengar kabar bahkan saling melihat" sae meyakinkan dgn penuh senyuman.


"Tidak sama, sama sekali tak sama sae"


"Apa nya yg tidak sama tuan?"


"Tentu saja tidak sama, saat kau di new york aku tak akan bisa menggenggam tgn mu, memeluk mu, dan men... eheem menciummu" seketika wajah sae merah merona mendengar perkataan kim yg asal ceplos itu, sae hanya bisa menundukan kepala nya menyembunyikan rasa malu itu.


"Ahh sae, benar saja aku tak akan bisa berciuman dgn mu lagi"lanjut nya


"Tu...tuan, ini sudah sore, mari kita pulang" sae mengalihkan pembicaraan


"Sae mau kemana? Bahkan kita belum berciuman" lagi2 wajah sae memerah seperti kepiting rebus


"A...apa sih tuan ngomong nya, yuk kita pulang saja" sae pun mulai berdiri dan mulai melangkah, namun dgn cpt nya kim menarik tgn sae, dan membuat sae terjatuh dlm pelukan kim, mata mereka beradu, kim tersenyum dan sae mulai gemetaran


"Sebentar lagi kau akan pergi jauh dariku sae, dan aku harus menunggumu di sini selama bertahun2, apakah kau tega tak memberiku sedikit kenang2an padaku?"godanyaaa


"Tu...tuan ingin kenang2an apa dari saya? Katakan, biar nanti saya belikan"


"Aku tak butuh sesuatu yg di beli"


"Lalu?"


"Marilah berciuman sebanyak2 nya sebelum kau berangkat"lagi2 kim membuat sae semakin gemetaran


Sae terdiam mematung, tubuh nya gemetaran, jantung nya serasa mau copot saja, sedangkan kim mulai mendekati wajah nya, dan dgn cepat kim ******* bibir mungil itu dgn lembut, mata keduanya mulai terpejam, semakin lama ciuman itu semakin panas, sampai beberapa menit kmdian sae melepas ciuman itu, dan memandang kim dgn mata sayunya


"kenapa?" tanya kim dgn suara khas nya yg terdengar besar namun merdu


sae semakin memandang mata pria itu lebih dalam, kemudian tersungging senyuman indah di bibir mungil itu, kemudian dgn tiba2 gadis cantik itu mengecup bibir kim taehyung, dan kim terkejut yg kemudian di iringi dgn senyuman di bibir indah nya...


"saeku sekarang sudah tidak lugu lagi ya!" goda pria tampan itu pada kekasih nya.


"Tuan mudaku yg mengajariku" seketika dua sejoli itu tertawa keras bersama'an.


______________________


            Di suatu rumah makan yg mewah, terlihat sosok soo dan jungkook sedang makan di sana, ke dua nya terlihat sangat cocok sekali, apa lagi dgn sengaja soo sudah menyewa rumah makan itu untuk hari ini, agar tak ada pengunjung lain selain dirinya dan jungkook.


"Ada apa tiba2 mengajak ku bertemu di sini soo?" Tanya jungkook


"Ada sesuatu yg harus ku bicarakan"


"Baiklah, bicaralah, soal nya aku gak punya waktu lama, ada pekerjaan yg harus ku selesaikan di kantor"


"Begini kak, a... aku akan ke new york dalam minggu ini, dan aku ingin sering jalan2 bersamamu sblm aku brangkat"


"Ke new york? Dalam waktu dekat ini? Knpa mendadak begini?"


"Aku juga tidak tau, ini adalah kehendak orang tuaku , mau tidak mau aku dan sae harus ikut ke sana" jelas soo panjang lebar


"Emm ya sudah klo gtu, kalian jaga diri baik2 di sana ya, semoga kalian betah" jk berkata dgn senyum ramah nya, namun itu membuat soo sgt kecewa, karna bukan jawaban ini yg ingin dia dgr, dia ingin dgr jk melarang nya pergi, atau setidak nya mengatakan perasaan nya, atau mengajak nya jalan2 setiap hari, batin soo pun memaki2 jk dgn berbagai kata2 dalam batin nya.


"What? Dia hanya mengatakan itu? Dasar cowok gak pengertian, cowok gak peka, cowok es, cowok pengecut" batin soo memaki2 jk tak jelas


"Oh ya, maaf soo aku harus cpt balik ke kantor, mungkin besok kita bisa bertemu lagi saat aku tdk sibuk"


Soo hanya diam, dan jk pun mulai melangkah menjauh dari nya,,,


Namun seketika jk harus menghentikan langkah nya karna suara yg sperti setengah teriak terdengar oleh telinga nya.


"KAK JUNGKOOK, KAU COWOK GAK PEKA," soo mengatakan nya dgn penuh emosi , dan jk pun mulai mengerutkan dahinya tak mengerti


"Apa maksud mu? Aku cowok gak peka?"


"kamu bisa lihat kan, bagaimana rumah makan ini? Disini tak ada satu orangpun selain kita berdua, dan sudah jelas aku telah menyiapkan semua ini, apakah kau tak peka knpa aku melakukan ini buat apa?"


Jk menoleh ke kanan dan ke kiri, dan dia baru menyadari bahwa di sana memang tak ada 1 pun orang di sana, namun parah nya jk masih saja belum peka


"Benar juga, kau benar2 gadis muda yg hebat soo" jk dgn senyuman tulus


"Oh my god!!!.... kamu hanya bisa bilang aku gadis yg hebat? kamu masih belum peka juga?" Soo pun menarik nafas mencoba menahan emosi nya yg spertinya akan meluap2


Jk semakin kebingungan, menolah ke sana kemari, mencari kunci jawaban apa yg soo maksud tidak peka itu.


"Maaf Soo, aku benar2 tidak tau apa maksud mu,"


"Aiiiiiiiissshhh" soo menekan kata2 aish nya, sambil mengacak rambut nya, lalu dgn cpt dia melangkah ke arah jk, dan menarik krah jk, membawa wajah jk untuk menunduk, tanpa basa basi soo pun langsung mengecup bibir kelinci mungil milik jk,,, mata jk melotot terkejut, jantung nya berdebar2 tak karuan serasa ingin melompat dari tempat nya.


Soo yg sebenar nya tidak bisa berciuman itu hanya diam, membiarkan saja bibir itu menyatu tanpa gerakan, namun jk yg seorang pria pasti tau bagaimana cara nya berciuman walaupun dia masih belum pernah berciuman sama sekali


Jk pun mulai ******* bibir mungil itu, ciuman itu semakin dalam dan semakin dalam,


Beberapa menit kmdian mereka menghentikan ciuman itu


"Jadi ini yg kau maksud aku tidak peka?" Jk tersenyum dan soo pun membalas senyuman itu


"Skrng kamu sudah peka kan, baiklah sekarang kamu boleh pergi ke kantor lagi"


"Aku rasa pekerjaanku akan aku tunda selama beberap hari ini"


"Memangnya knpa?"


"Sperti yg kau katakan tadi, tidak peka, dan sekarang aku peka, dan bolehkan kita berciuman setiap hari sebelum kau berangkat?"


Soo hanya tersenyum


"Aku peka, ya aku peka bahwa kau sbnr nya menyukaiku kan? Aku sudah tau itu kok, karna aku rasa aku juga menyukaimu"


"Sungguh?"


"Iya, kalau begitu, bolehkah aku melanjutkan ciuman yg sempat tertunda ini?"kata2 jungkook membuat Soo tersenyum, kemudian jk mulai ******* bibir soo kembali


_______________


    


        Wkwkwkwkwk sungguh gak niat, author gak niat wkwkwkwk author nya hilaf 😂😂😂


Jgn lupa kritik saran nya yaa


Tiana mutiara