
"Selama buat kalian berdua, semoga cpt2 di beri momongan" Sae kepada kedua mempelai, Soo dan jungkook
"Terima kasih sae" jawab jungkook
"Jaga adik ku baik2 yaaa..."
"Itu pasti"
"Sae, kamu kapan nyusul kami?" goda soo
Sae hanya membalasnya dgn senyuman...
"Hay... selamat ya buat kalian berdua" Sapa kim yg tiba2 muncul
"Iyaa... terima kasih kim" jawab jungkook
"Heh kim"
"Iyaa ada apa soo?"
"Kamu serius gak sama kakak ku sae?"
"Itu tak perlu di pertanyakan soo"
"Bacot lo, jawab napa"
"Ya iyalah, aku serius"
"Trus kapan kalian nikah?"
"Soo apa2an sih kamu" sae merona sambil menutup mulut soo
"Kalo masalah itu aku apa kata sae saja, jika dia siap, kita akan segera menikah"
"Oh begitu yaa"
"Ahh udah2, emm tuan muda ayo kita kesana, mereka masih sibuk dgn tamu2 yg lain, mending kita pergi"
"Oh baiklah, soo, jungkook, aku pergi dulu"
"Hati-hati, jagain kakak ku ya" goda soo
Kim dan sae kluar dari acara pernikahan soo dan jk yg memang sebentar lagi akan selesai acara nya...
"Kamu mau kemana? ini kan hari pernikahan adikmu, kasian dia klo di tinggal"
"Abis soo nyebelin banget, dari tadi godain saya terus, udah gpp, lagian ada papa, mama, kak suga dan kakak ipar iu"
"Wah wah, oh secara tdk langsung kamu ngajak aku kencan ya"
"Ah saya? ngajak kencan, huh ya udah saya pergi sendiri aja" sae melangkah dgn langkah cepat , dan kim mengikutinya sambil tertawa melihat sae yg marah
"Tunggu sayangkuuu, jgn marah, iya iya ayuk"
"Udah gk usah ngikutin saya deh"
"Maaf sayang, aku cuma bercanda kok, aku yg ngajak kencan kok ok" kim membawa sae dlm pelukan nya sambil mengacak rambut sae dgn manja...
sae masih cemberut dgn memanyunkan bibir mungil nya, kim gemas melihat nya, dia mengecup bibir sae dgn singkat...
Cuuup...
"Apa2an sih tuan muda"
"Kamu gemesin kalo lagi marah"
"Huuuh"
Cuuup
kim mencium bibir sae sekali lagi, dan sae merona, dia menunduk malu dgn wajah lugunya itu...
"Huh gadiskuuu kamu sungguh sangat menggemaskan sekali" sambil mencubit pipi cubby itu dgn lembut, sae hanya tersenyum tersipu malu.
"Yuk, kita pergi kencan" kim menarik tgn sae, dan sae hanya bisa mengikutinya setelah luluh oleh rayuan kekasihnya...
Beberapa menit kemudian, kim taehyung dan kim sae ron telah sampai di sebuah rumah makan yg mewah...
Tak lama kemudian datanglah seorang pelayan membawa menu restorant tersebut
"Silahkan pilih menunya"
"Mau makan apa sae?"
"Terserah saja"
"Minum nya?"
"Saya ingin minum cappucino"
"kami pesan steak 2, dan cappucino 2 juga"
"Baik tuan, nyonya, tunggulah sebentar, kami akan segera menyiapkan menu pesanan anda"
Tak lama kemudian pesanan datang, dan kedua sejoli itu mulai menyantapnya...
"Sae, bagaimana kalo malam ini aku minum, sudah lama aku tdk minum bir disini?"
"Tapi kan tuan muda menyetir"
"Kita bisa naik taxy pulangnya, mobil nanti biar supir yg jemput"
"Aaah baiklah"
"Okeeey"
"Pelayan, berikan saya bir paling bagus dan paling mahal" kim memesan, dan pelayan pun langsung mengantar pesanan nya...
"Maukan kau menuangkan nya untuk ku?" Pinta kim
"Baiklah" sae menuangkan kan untuk kim, dan kim langsung meminum nya...
"Lagi" pinta kim lagi sambil menyodorkan gelas nya...
"Ah iyaa..." sae menuangkan nya lagi...
kim sudah meminum beberapa gelas bir, namun kim sudah terbiasa, jadi dia sama sekali tidak mabuk...
"Ahh manis sekali bir ini" Sae hanya melihat dan meneguk ludahnya, sbnr nya sae ingin sekali mencoba nya, namun ia tau kalo kim pasti tak akan mengijinkan, karna sae adalah peminum yg buruk...
"Tuan"
"Ya ada apa?"
"Bolehlah?" Sae sambil menyodorkan gelas pada kim
"Tidak"
"Tapi, emm sekali saja, 1 gelas saja" sae memasang wajah memelas
"Tidak" kim tetap tidak mengijinkan nya
"Ah baiklah" Sae menaruh kembali gelas yg ia sempat pegang barusan
"Sae aku ke toilet dulu, jgn kemana ok"
"Baiklah tuan"
"Ah ini kesempatan ku mencoba bir ini, sepertinya sangat enak, maaf tuan muda, 1 gelas saja" batin sae...
setelah kim ke toilet, sae tak membuang2 waktu, dgn cpt sae mengambil gelas dan menuang bir tadi ke dalam gelas dan meminumnya...
"Aaah manis nya, enak sekali, 1 gelas lagi deh" sae menuang segelas lagi dan meminum nya...
namun dia mulai ketagihan dgn rasa manis nya, sae tanpa sadar hampir menghabisnya sebotol bir itu...
dia mulai pusing, dan dia mulai sempoyongan...
"Apakah aku mabuk? ah tidak, tidak boleh, tuan muda akan marah, ah bir nya habis, bagaimana ini? jln satu2nya agar dia tdk marah, aku tdk boleh terlihat mabuk, oke oke, tegar tegar" sae mengusap wajahnya, dan menggosok2 matanya agar tak terlihat bahwa dia mabuk...
beberapa menit kemudia kim kembali dari toilet dan menghampirinya...
"Hay tuan, saya tidak mabuk kok, saya cuma minum sedikit, cuma segini, ya cuma segelas kecil ini hehehe" sae tiba2 bicara dgn tubuh nya yg sempoyongan dan nada bicara nya yg di paksakan agar tdk terlihat mabuk, namun dgn sikap nya yg begitu malah terlihat jelas bahwa dirinya skrng memang sedang mabuk berat...
kim menoleh ke botol bir, dan benar saja birnya sudah habis, kim tersenyum melihat sae seperti itu, ini pertama kalinya dia melihat kekasih nya mabuk... dulu dia hanya mendengar dari soo bahwa sae adalah peminum yg buruk dan sifatnya akan berubah drastis saat dia mabuk..
"Sudahlah, kamu itu sudah mabuk berat, ayuk kita pulang" ajak kim
"Aaah tidaaak, saya tidak mabuk, cuma segini kok hehehe" sambil menunjukkan gelas yg tadi di buat minum oleh dirinya
"Cuma segini apanya, tuh botol udah kosong kok"
"Hehehe saya ketahuan ya, maaf, tapi tenang saya tdk mabuk kok"
"Tidak mabuk apanya, udah sempoyongan gitu"
"Hah? tdk kok, sini saya buktikan klo saya tidak mabuk"
"Bukti apa lagi, udah jelas kok"
Tiba2 sae berdiri menghadap kim dan menarik krah jas kim, sae menjinjit dan memanyunkan bibirnya dgn menutup mata nya...
"Heh sae, ini tempat umum, apa2an sih" kim menahan sae, dan menoleh kesana kemari, ternyata banyak sepasang mata yg melihat mereka sambil menyorakinya...
"Ah tuan muda, tadi juga anda yg mulai main cium2 aja, masak skrng saya gk boleh nyium sih, Uuuuhhhh" Sae bicara dgn nada manja sambil memanyun2kan bibir nya...
Semua orang tertawa mendengar perkataan sae, kim merah merona karna malu, kim pun dgn langkah cpt menggendong sae dan membawanya pergi dari sana...
______________________
Kini kim membawa sae ke rumah nya, dan memang dia hanya tinggal sendiri di rumah yg bak istana itu...
sae masih saja mengoceh tak jelas...
"Kamu mau istirahat dulu apa mau mandi dulu biar segar?" tawar kim pada kekasihnya penuh perhatian
"Saya tidak mau dua2nya" sae menolak
"Terus maunya gimana sayang?"
Sae tersenyum nakal, dia menarik kim mendekat padanya
"Jgn nakal sae, sudah istirahat, aku mau mandi"
"Tidak, jangan, No No No"
"Terus mau nya apa sayangku?"
Sae kembali menarik kim mendekap padanya, dan kim di buat terkejut karna sae tiba2 mencium bibir nya dgn penuh nafsu, kim yg awal nya terkejut kini mulai membalas ciuman itu...
"Tuan muda, kamu sangat manis, lebih manis dari bir tadi" sae tersenyum nakal sambil menjilat sudut bibir nya sendiri
"Kamu juga sangat manis sae"
"Hehehe benarkah? mau ciuman lagi?"
"Sae, kau sangat nakal ketika mabuk"
"Sudah saya bilang berkali2 saya tidak mabuk"
"Iya terserah kamu saja, ingat kamu tidak boleh minum dgn orang lain selain aku, ingat itu"
"Kenapa? hah? kenapa?"
"Berbahaya!"
"Kenapa kok berbahaya?"
"Sudahlah, percuma juga bicara dgnmu skrng" kim berdiri dan berniat untuk pergi mandi, namun sae kembali menarik nya mendekat
"Apa lagi sae? aku harus cpt mandi dan istirahat, besok aku sibuk di kantor"
"Huh nyebelin, pilih saya atau kantor?"
"Tentu pilih kamu lah"
"Ya udah turuti saya malam ini yah"
"Ok ok, kamu mau apa sayangku?"
Tiba2 tgn sae nakal, dia membuka kancing kemeja yg di pakai kim, kim tediam dalam kaget nya, ini pertama kalinya dia melihat sae yg lugu sperti itu...
"Sae apa yg kamu lakukan?" kim kembali memasang kancing2 yg di buka sae barusan
"Emmm diam" sae membuka kancing itu kembali
"Waah tuan, ternyata anda punya dada dan perut yg bagus, emmm hangat sekali" sae memeluk erat kim, dia menenggelamkan wajah nya di dada bidang itu...
kim mulai merasa panas, birahi nya memuncak, namun dgn cepat kim mendorong sae mendauh darinya, bukan nya dia sok suci, namun dia tdk ingin mengambil kesempatan dlm kesempitan, dia tak ingin mengambil keuntungan dari seorang gadis yg sedang mabuk...
"Aaah TUAAAAN KENAAAPAAA? AAUUUH" sae teriak dgn suara khas nya yg masih terdengar lembut meskipun dlm keadaan mabuk
"Sudahlah, aku lelah, tidurlah"
"Hey kim taehyung, hey si arrogant, kau pikir kau siapa hah? berani menolakku? yayaa kamu memang tampan, tapi kamu itu psikopat, nyebelin, suka marah2, suka ngebully aku, pokok kamu itu nyebelin banget kim taehyung" Sae memaki2 kim, dan kim hanya bisa tertawa dgn tungkah gadis yg ia cintai itu...
"Aah kim sae ron, kenapa tiba2 kamu cerewet seperti lee hae soo, benar2 berubah saat mabuk, benar kata soo, kamu jadi bawel saat mabuk" kim terus menerus tertawa sambil terus melangkah menuju kamar mandi...
______________________
Di suatu pagi yg cerah, kini sae mulai membuka mata nya perlahan, dan ia melihat sekeliling, dia terkejut, dimana dia? ini bukan kamarnya, lalu dimana dia sekarang?
kemudian dia memutar kembali memory nya, mengingat semua yg ia lakukan semalan...
"Aaaaaaahh Apa yg aku lakukan semalam? memalukan sekali, bagaimana nanti ketika aku bertemu dgn tuan muda? apa yg harus aku lakukan? apa aku pura2 tidak ingat apa2? Aah tidak mungkin, bagaimana ini?, uuuh mending skrng aku membersihkan diri dulu, stlh itu baru aku pikirkan jalan keluarnya...
sae pun membersihkan diri, namun setelah itu ia bingung, ia harus pakai baju apa? baju yg tadi malam sudah sanga bau alkohol, kemudian dia ada ide, dia membuka lemari, dan mengambil kemeja putih, agak kebesaran sih tapi ia ttp memakainya, untungnya celana jeans pendek sae tdk berbau alkohol, jadi dia bisa memakainya lagi...
Sae mengikat rambut nya acak, dan ia mulai melangkah keluar dari kamar, ia menoleh kesana kemari, dan tak melihat siapa2...
"Sepi sekali, apa mungkin tuan muda masih belum bangun? aaah sukurlah klo gtu, aku akan langsung pulang saja klo gtu, selamat untuk saat ini" Sae melangkah pelan2 dgn mengendap2 , namun ia di kagetka dgn suara yg menyapa nya dari dapur melangkah ke arahnya...
"Kamu sudah bangun sae? ini aku masakkan bubur, tadi malam kamu mabuk, jadi makanlah ini" kim menaruh sebuah mangkook berisi bubur di atas meja makan...
"Ah iya tuan, terima kasih" sae mencoba tetap tenang, dan langsung menyantap menyantap bubur yg masih panas itu...
"Aaaw" teriak nyaa...
"Eh awas itu masih panas"
"Ah iyaa maaf saya terlalu terburu2"
"pelan2 saja sae"
"Ah iya iya tuan"
"Sini aku lihat" kim mendekat untuk memastikan sae tidak apa2
"Ah jgn mendekat, saya tdk apa2 kok tuan"
kim tersenyum melihat tungkah sae yg begitu gugup itu, ia tau, pasti skrng sae merasa sgt malu pada nya...
Beberapa menit kemudian, setelah sae slesai memakan bubur nya, ia pun segera pamit...
"Tuan, saya pamit permisi dulu, soal nya saya harus cpt2 ke hotel"
"Apa perlu aku antar?"
"Ah tidak perlu tuan, terima kasih, mari" sae pun mempercepat langkah nya, namun lagi2 kim menghentikan langkah nya...
"Sae, Ada sesuatu yg ingin aku katakan padamu"
"Pasti tentang tadi malam, haduh mampus aku deh" sae dalam batin nya...
"Maaf tuan muda, maafkan saya, sungguh saya minta maaf soal semalam, saya khilaf, saya tidak bermaksud kurang ajar, maafkan saya tuan, saya sungguh menyesal, anda pasti kecewa kan dgn saya, saya bnr2 sangat memalukan, saya_" tiba2 kim mendorong sae ke tembok dan menahan nya di sana, kim tersenyum, dan menutup mulut sae yg dari tadi terus2an meminta maaf dgn jarinya...
"Kenapa kamu jadi secewet soo? dan kenapa harus berkali2 bilang maaf seperti itu?"
"Ah saya saya_" Kata2 sae terputus karna kim yg tiba2 mencium bibir nya, sae kaget dan langsung terdiam...
"Kenapa kamu minta maaf dan menyesal atas semalam?"
"ka..kar..karna saya sangat memalukan tadi malam, saya minta maaf tuan"
"Aku sama sekali tdk mempersalahkan soal itu kok"
"Hah? benarkah? jadi tuan tdk marah?"
"Kenapa aku harus marah padamu?"
"Lalu barusan itu? tuan muda ingin mengatakan apa pada saya?"
"Aku hanya ingin menanyakan, yg kamu pakai ini"
"Aaah kemeja ini ya, maaf, tadi saya terpaksa harus pakai ini, karna baju saya bau alkohol, tapi tenang saja tuan, saya pasti akan langsung mengebalikan nya besok setelah di cuci"
"Kenapa kamu sungkan sekali padaku? emang kamu menganggapku apa?"
"Maksud tuan?"
"Maksudku, kau adalah kekasihku, apa yg ku miliki adalah milikmu, begitupun sebalik nya, apalagi hanya kemeja seperti ini, bersikaplah selakyak nya sepasang kekasih lain nya sae"
"Ah maaf tuan, jika sudah membuat anda kecewa"
"Ahh kamu tdk ada henti2nya minta maaf"
"Ah sudah pukul 06:00 saya pamit dulu"
"Biar aku antar"
"Tidak perlu tuan"
"Tidak menerima penolakan"
"Ahhh baiklah"
kimpun mengantar sae dgn mobil nya...
"Sae"
"Ya tuan"
"Ingat, jgn pernah minum dgn lelaki lain selain aku"
"Kenapa tuan?"
"Kamu sgt berbahaya ketika mabuk, kenapa bisa sih gadis sepolos kamu jadi begitu agresif ketika mabuk, bagaimana jika laki2 itu bukan aku? pasti sudah..... Aaah aku tdk bisa mengatakan nya"
"Iya tuan, saya minta maaf"
"Jujur saja, sbnr nya aku kesulitan tadi malam"
"Kesulitan kenapa tuan?"
"Waaah kamu gk ngerti ya, tadi malam kamu bangunin singa yg sedang tidur tau, kalau saja aku tdk cpt2 pergi, pasti sudah terjadi hal yg tdk di inginkan"
"Iyaa tuan, saya janji tak akan minum dgn laki2 lain"
"Gadis pintar" sambil mengacak2 rambut sae
______________________
Tiana Mutiara