
Jam menunjukan pukul 05:35 pagi, Sae terbangun dgn suara dering ponsel nya...
"Iyaa halo dgn siapa?" dgn suara nya yg masih mengantuk
"Aku seokjin" suara dari sebrang sana
"Ah kakak, bagaimana kabarmu? masih di amerika atau sudah pulang ke korea?"
"Jika ingin tau kabarku, cepatlah turun, aku ada di depan rumah mu, sekalian kita jogging"
"Di depan rumahku?"
"Iyaa... cepat lah turun, aku tunggu, dan jgn lama- lama"
"Baiklah, tunggu sebentar"
Saepun dgn terburu- buru menuju toilet, membasuh muka dan menyikat gigi, setelah itu dia mengganti piyama tidur nya dengan celana pendek dan kaos longgar, serga handuk kecil di lilitkan di lehernya, dan mengenakan sepatu...
Setelah selesai dgn baju yg pantas di bawa jogging iapun keluar rumah, dan ia melihat sosok laki- laki tampan yg sudah dia anggap seperti kakak nya sendiri...
"Hay Sae" sapa pria itu
"Waaah kakak tambah keren saja" goda sae
"Iya nih, gak kenapa aku bisa se keren ini sekarang, betapa ruginya si sae telah menolak ku dan memilih pria lain"
"Hahaha aku yakin di luar sana banyak yg lebih baik dariku yg menantikan pria tampan di depanku ini"
"Hahaha ya sudah yuk kita jogging"
"Yuuuk"
Mereka pun melangkah kan kaki dgn sedikit berlari menerusuri jalanan pagi yg sepi...
di iringi dgn canda dan tawa...
siapapun yg melihat mungkin akan mengira mereka berdua adalah pasangan...
"Aku lelah kak, kita istirahat dulu yuk"
"Okey..."
Kedua nya pun duduk di sebuah halte bus, mereka tak sadar bahwa selama mereka jogging tadi ada yg mengawasinya dari jauh...
____________________
Di sebuah pagi yg masih gelap, kim sudah merapikan diri dgn kostum jogging nya, dia berniat akan mengajak sae untuk lari pagi, diapun berangkat menuju rumah gadis nya, namun setelah sampai disana, dia melihat gadis nya sedang bersama pria lain, kim mengikuti arah gadis itu dan pria itu melangkah...
Dan sampai di sebuah halte bus mereka duduk disana dan bercanda gurau...
Kim kehilangan kesabaran nya, ia pun menghapiri kedua insan yg sedang tertawa bersama, dan menghancurkan suasana indah tadi...
Tanpa sepatah katapun, kim melayangkan pukulan nya di wajah pria itu, dan membuat nya babak belur, Sae tak tinggal diam, dia menghentikan kim dan membangu seokjin berdiri...
"Apa yg kamu lakukan kim taehyung" Sae dgn suara agak menjerit histeris
"Apa? ini pertama kalinya kau menyebut nama ku, dan hanya demi membela laki- laki ini Hah?" Kim dengan amarah yg memuncak
"Hah? aku? membelanya? tidak, aku tidak membela siapa2 disini, aku hanya membela kebenaran"
"Lucu sekali, Aku, kamu, kim taehyung? dimana kata saya, Anda, dan tuan mudamu itu sae?"
"Jgn mengalihkan pembicaraan"
"Kau memang sungguh telah berubah sae, kamu berubah hanya demi pria ini"
"Kamu salah, bukan aku yg berubah, tapi kamu yg tidak pernah perubah dari sifat kasarmu itu"
"Sae, sudahlah aku tdk ingin bertengkar dgn mu, skrng ikutlah dengan ku dan jangan temui pria ini lagi"
"Kenapa aku tidak boleh menemui nya lagi? apa masalah nya?"
"Oh jadi kau lebih memilih dia? dasar wanita murahan"
"Apa katamu? Aku? murahan? sungguh kau benar- benar tidak pernah berubah, aku sudah lelah terus- terusan menjalin hubungan seperti ini dengan mu, kita memang tidak pernah cocok, dan kita memang tak di takdirkan bersama, selalu saja ada halangan dan rintangan dalam hubungan kita, lebih baik kita akhiri saja semua ini, mulai sekarang jangan temui aku, anggap saja tidak pernah ada apa- apa di antara kita"
"Maksud mu? kamu mau kita putus?"
"Ya" Sae pun memapah seokjin yg terluka, dan menghentikan taxy, kemudian pergi berlalu dari hadapan kim...
"Sae, ku rasa kamu sudah keterlaluan mengakhiri hubunganmu dgn kim"
"Kenapa kak? aku keterlaluan? dia selalu seperti itu, aku sudah lelah menjalani hubungan yg tidak ada damai nya"
"Sae, dia itu hanya salah paham, aku yakin dia cuma salah paham antara kamu dan aku, mungkin setelah kita menjelaskan nya dia juga akan sadar dan meminta maaf"
"Itu yg aku tidak suka darinya kak, dia selalu saja bertindak sebelum bertanya apa yg sebenarnya terjadi, dia selalu meminta maaf dan bilang menyesal, namun dia selalu mengulangi perbuatan nya"
"Sudahlah, aku tidak tau deh, kenapa kamu jadi keras kepala juga sekarang, salah satu dari kalian harus ada yg mengalah, kalo ke dua- duanya keras kepala, lalu kapan dewasa nya?"
"Dari dulu aku yg selalu mengalah, sekarang biarkan dia tau bagaimana amarahku, bagaimana aku ketika sudah kehilangan kesabaran"
"Ahhh iya iya terserah kamu dan dia saja, tapi jangan menyesal lo kalo hubungan kalian nanti nya jadi benar- benar berakhir"
"Biar nasib yg menentukan nya"
"Hemmm"
"Mau kemana ini nona?" Tanya supir taxy
"Rumah sakit pak" jawab sae
"Tidak usah, aku cukup mengobati lukaku di rumah saja sae" tolak seokjin
"Jangan menolak, kau begini karna aku, jadi diam saja ok, rumah sakit pak"
"Baiklah Nona"
______________________
Di sebuah malam yg kelam, dan jam menunjukan pukul 23:55, namun kim masih belum bisa memejamkan mata nya, pikiran nya masih saja tenggelam pada insiden tadi pagi...
hatinya terasa hancur berkeping- keping setelah mengingat kata- kata sae yg kasar untuk pertama kalinya...
"Bisa- bisa nya dia lebih membela pria itu dari pada aku, dan bisa- bisa nya dia dgn semudah itu memutuskan hubungan kita hanya gara- gara hal sepele seperti itu, aku harus menemuinya dan meminta penjelasan nya"
Kim pun tak kenal waktu lagi, diapun bergegas mengambil jacket dan meraih kunci mobil, kemudian melangkah menuju garasi dan melajukan mobilnya menuju rumah sae...
________________________
Setelah soo menikah dgn jungkook kini sae tinggal dengan mama nya,dan pembantu wanita paruh baya, dan papa nya kini sudah kembali lagi ke new york setelah pernikahan soo...
Kini sae juga tak dapat memejamkan matanya karna kejadian tadi pagi, dia berfikir dan terus berfikir...
Apakah dia salah? atau kim memang pantas mendapatkan nya agar dia sadar?...
Sae memikir kan berkali- kali, dan dalam benak sae hanya 1, yaitu dia tidak salah, dia sama sekali tidak salah... kim harus di beri pelajaran agar tidak terus menerus bersikap egois...
Di tengah- tengah fikiran nya, dia di kagetkan dgn bunyi dering ponsel nya...
Dan ternyata orang yg sedang ia pikirkan kini memanggilnya di telpon...
"Angkat tidak? Angkat tidak ya? sudahlah tidak usah"
Sae tak mengangkat nya, namun kim tidak putus ada, dia terus2an memanggil nomor sae, dan itupun membuat sae putus asa dan akhir nya mengangkatnya...
"Sae, keluarlah, aku ada di depan rumah mu"
"Maaf aku tidak bisa, aku ngantuk"
"Aku tidak akan pergi dari sini"
"Aku tidak akan keluar"
"Aku akan membuat semua isi rumah mu terbangun"
"Huuuf... tunggulah sebentar"
Saepun menutup telpon dan bergegas keluar menemui kim secepatnya sebelum dia membuat onar disana...
"Apa lagi?"
"Kita perlu bicara"
"Tidak ada yg perlu di bicarakan"
"Aku akan membuat mamamu terbangun"
"Huuuf ya sudah cpt lah bicara"
"Aku minta penjelasan mu"
"Penjelasan tentang apa?"
"Tentang pria itu"
"Sudahlah, semua sudah tidak ada guna nya"
"Jelaskan padaku sae, agar aku tidak salah paham"
"Nasi sudah menjadi bubur, buat apa aku suatu penjelasan jika semua sudah terjadi dan kamu pasti akan mengulanginya lagi"
"Setidak nya aku tau kalo kamu tidak sedang berselingkuh"
"Anggaplah aku berselingkuh, agar kamu merasa puas"
"Apa maksud mu?"
"Bukan kah kamu sudah bilang, kalau aku ini perempuan murahan, jadi kamu biar puas dan tdk menyesalinya telah berkata seperti itu padaku"
"Sae, maafkan aku tentang itu, aku emosi"
"Kontrollah emosimu saat marah, agar tak ada lagi yg terluka dgn kata2mu, cukup aku saja yg selalu jadi bahan cemohan mu tuan muda"
Saepun berlalu pergi memasuki rumah nya kembali setelah menumpahkan semua nya...
dan kim entah kenapa merasa menyesal walaupun kini dia tidak mendapatkan penjelasan atas apa yg terjadi antara sae dan seokjin...
______________________
**Ada hubungan apa antara seokjin dengan sae?...
A. Berselingkuh
B. Kencan
C. Bersahabat
D. Menganggap kakak beradik
Tinggalkan jawaban kalian di kolom komentar yaah...
jgn lupa like dan komen nya...
kritik dan saran nya...
Terima kasih...
Tiana Mutiata...😊😚**