
Di sebuah siang yg menunjukan begitu terik nya sinar matahari, kini terlihat 2 pria sedang bertarung.
"Kau pikir aku tidak tau, kau telah memindahkan sae ke rs di singapur dan mengabarkan bahwa dia telah meninggal, apa maksudmu itu brengsek?" Suara kim terdengar begitu marah, sambil memegang keras krah baju jungkook yg wajah nya telah berlumur darah segar nya sendiri.
"Maksudku adalah: aku ingin menjauhkan sae darimu, aku tak ingin kau menyakitinya" jungkook tersenyum, dan itu membuat kim semakin merasa di rendahkan.
"Apa maksudmu untuk menjauhkan nya dariku hah?" Kim semakin keras mencengkram krah baju jungkook.
"DIA TERLALU BAIK, AKU TAK INGIN ADA ORANG YG MENYAKITINYA, APALAGI ORANG SPERTIMU ********" suara jungkook terdengar sangat marah, bahkan jungkook mendorong kim hingga kim terkapar di atas aspal yg panas karna panas nya matahari.
Kim bangkit dan melempar pukulan di wajah jungkook, jungkookpun membalas nya tak kalah keras dgn pukulan kim.
"Apa maksudmu aku akan menyakiti nya ha? Aku ini mencintainya, dan aku tak mungkin menyakitinya"
"Apa kau bilang? Kau mencintainya? Dan kau tak akan menyakitinya? Omong kosong, ingat memory bangsatmu itu, kau sllu menyakitinya, dari segi kata2 bahkan dari segi fisik, apa kau tak ingat bahwa kau juga pernah membuat nya meninggal? Fikirkan terlebih dahulu sebelum bicara kim taehyung" jungkook begitu sangat marah, dan kata2 jungkook mampu membuat kim mematung, fikiran nya mengingat semua hal yg jungkook katakan, dan itu semua benar, hati kim terasa sakit, dia baru sadar bahwa slama ini dirinya sllu menyakiti orang yg sangat dia cintai.
Jungkook berlalu, dan kim masih mematung di tempatnya.
Air matanya tak terasa telah membasahi kedua pipi nya.
___________________
"Jungkook,yena" panggil seorang gadis yg kini skrng sedang melangkah mendekat ke arah kakak beradik itu.
"Eh soo, hay" Sapa yena.
"Hay, wah akhirnya kita bisa jumpa disini"
"Bagaimana kabar sae? Apakah dia baik2 saja?" Tanya jungkook pada soo.
"Dia baik sekali, oh ya minta no hp mu donk, boleh kan" soo meminta begitu saja tanpa rasa malu dan sungkan, dan itu membuat yena tersenyum sambil menyenggol jungkook yg kini terlihat sedang bingung.
"Kalo gak boleh ya gpp kok" lanjutnya dgn senyuman.
"Boleh kok, tentu saja boleh" yena tiba2 mengambil hp jungkook, sedangkan jungkook hanya terdiam kebingungan.
"Sebutkan nomermu soo, biar aku simpan di hp kakak, ok" lanjut yena sambil mulai mengetik di hp jungkook.
"Okelah, ×××××××××," soo pun menyebutkan no nya perlahan.
"Ok, aku miscall ya"yenapun memanggil no tersebut, dan kini tertera no asing di hp soo, dan soo langsung menyimpan no itu dgn memberi nama jungkook.
"Ok makasih, oh ya aku cabut dulu, iu sudah menungguku"
"sama sama ,iu siapa soo?" Tanya yena.
"Iu tunangan nya kak suga" jawab soo.
"Hah benarkah? Kpn dia tunangan?"
"Kmrin2, ya udah ya aku duluan, bye"
"yaaa bye"
____________________
Di dalam sebuah kamar yg mewah dan megah, terlihat soo sedang mengotak ngatik hp nya. Sedangkan sae hanya fokus pada sebuah buku.
Sae yg merasa penasaran pada adik kembar nya pun mengintip ke arah hp itu.
Terlihat soo sedang memandangi no yg atas nama jungkook, terukir senyum di bibir sae, dan saepun merebut hp di di tangan soo, kemudian mengirim pesan dgn cepat yg hanya bertuliskan.
"Hay"
"Sae, apa2an sih?" Soo cemberut sambil mengambil alih hp itu kembali.
"Dari pada cuma di pandangi aja"
Goda sae dgn senyuman menggoda, membuat soo semakin cemberut.
Beberapa menit kemudian hp soo bedering, dan ternyata jungkook membalas pesan tadi.
Jungkook: "Hay"
"Sae, di balas sama dia" soo terlihat sangat bahagia.
"Ya udah balas"
"Mau balas gimana?"
"Terserah kamu saja"
Soo hanya membalas dgn memutar bola mata nya.
Soo: "lagi ngapain nih?"
Soo: "Sama donk kalo gtu"
Jungkook: "ya udah kalo gtu aku duluan ya ke alam mimpinya, udah ngntuk banget ni"
Soo: "baiklah"
Jungkook: "ok, Bye"
Soo: " Iyaa bye kembali"
Soo tersenyum2 sendiri membuat sae yg melihat nya juga ikut tersenyum.
"Aku mau bobok dulu"
"Knpa? Gk biasa nya tidur jam segini?"
"Aku harus cepat2 ke alam mimpi"
"Loh emang nya knpa?"
"Jungkook udah nungguin di sana"
"aaah benarkah? Haha" saepun tertawa lepas, yg kemudian di susul tawa soo yg tak kalah keras nya.
Tawa mereka terdengar sampai ke kamar suga yg memang berdekatan dgn kamar mereka berdua.
Suga yg merasa terganggu, diapun menghampiri mereka berdua.
"Ada apa? Knpa adik2ku yg cantik ini rame sekali hingga membuat kuping abang kalian yg manis ini serasa ingin pecah" protes suga.
"Adik2mu ini sedang bahagia, udah deh jgn ganggu" jawab soo seenak nya.
"Apa? Malahan suara kalian yg mengganggu"
"Maaf kak, kami tak akan rame lagi" kata sae dgn suara lembutnya.
"Kau memang adikku yg sangat pemgertian, tidak sperti yg satunya tuh"
"Hah? Apa katamu ?" Soo meninggikan suaranya, dan suga tak menanggapinya, dia langsung kluar dari kamar adik kembarnya dan menuju kamarnya.
"Dasar cowok es" lanjut soo memaki.
"Sudahlah, bobok yuk" ajak sae.
"Oh iya aku lupa, aku harus cpt2 ke alam mimpi" soo menarik selimutnya dgn cpat.
"Hemm spertinya adik ku ini sudah mulai menyukai jungkook" goda sae.
"Spertinya begitu hehehe" soo jujur di iringi tawa cengengesan.
____________________
3 Bulan Kemudian
Di sebuah pagi yg cerah terlihat soo sedang mengaduk2 makanan nya tanpa memakan nya, sae yg menemaninya sarapan pagi di restoran yg biasa di buat sarapan oleh soo dan iu sahabat nya.
Kini soo terlihat sedang menekuk wajahnya.
"Soo kau knp?" Tanya sae.
"Uhhh soo kangen sama iu ,semenjak iu sama kak suga nikah soo jadi gk pernah main racing lagi" dgn suara manjanya.
"Sukur deh kalo gtu" sae dgn cuek sambil tetap menyantap makanan nya.
"Kok kamu gtu sih bicaranya ?"
"Kan papa sama mama emang ngelarang kamu, jadi ada baik nya juga kan"
"Huuh dasar" soo mengerucutkan bibirnya.
Setelah slesai sarapan, kedua gadis itupun menuju mall.
"Soo kok beli baju lagi, yg kmrn juga masih belom kamu pake" tegur sae.
"Sae, skrng ada model baru lagi, kita harus fashion dan sllu tampil cantik" kata soo sambil menarik tangan sae.
"Waaaah, aku rasa kamu cocok bgt kyk nya pake gaun ini untuk menghadiri pesta pernikahan yena dan jimin" lanjutnya.
Yena dan jimin akan melaksanakan pernikahan nya minggu depan.
___________________
Tiana Mutiara.