innocent girl and arrogant guy

innocent girl and arrogant guy
3 Pemuda tampan



               Kini keluarga donghae dan yoona sedang sibuk mempersiapkan diri mereka untuk menghadiri pernikahan yena dan jimin, semenjak jungkook dan yena telah menyelamatkan nyawa putri nya sae, kini skrng mereka sudah sperti keluarga.


Di dalam sebuah kamar yg mewah dan megah, terlihat 2 gadis cantik sedang sibuk merias diri mereka masing2.


Kini sae sudah slesai terlebih dahulu dari pada soo, dan saepun berniat untuk menunggu di depan.


"Soo, aku nunggu di depan ya, kamu cepetan ok" sae dgn suara kas lembutnya.


"baiklah, sebentar lagi aku slesai" jawabnya sambil terus memoles wajahnya dgn make up.


Singkat cerita.


Keluarga donghae pun sudah sampai, dan di sana sudah ada suga dan iu.


"Sudah lama nyampek nya?" Tanya papa pada suga.


"Iya pa, dimana adik kembarku?"


"Itu mereka"


Suga pun menghampiri sae dan soo, kemudian memeluk nya, krna memang suga sudah sangat merindukan mereka berdua, suga sudah punya rumah sendiri , dan tinggal berdua dgn istrinya skrng.


Beberapa menit kmdian, keluarga bahagia itupun di sambut dgn hangat oleh keluarga jungkook dan yena.


Kini sae dan soo menjadi pusat perhatian para pria disana, mereka kagum dgn 2 gadis kembar itu. Mereka sangat cantik dan cute.


Sae menggunakan baju yg  sederhana namun terlihat memukau karna memang baju yg dia pakai adalah fashion terbaru yg di pilih oleh adik nya soo, rambutnya di biarnya terurai pnjang, dan make up tipis menghias wajah bidadari nya.


Sedangkan soo memakai baju berwarna pink, dan terlihat ketat, rok nya pendek menampakkah paha putih mulus nya, bagian atas nya ketat menampakkan lekuk tubuh nya yg mungil namun terlihat sangat sexy, rambutnya di sanggul ke atas.


"Lihat gadis kembar itu, uuh menggemaskan, apalagi yg pakai baju pink itu, uhh gk bisa di bayangin gmana rasa nya kalo bisa bercinta dgn dia semalan penuh" bisik2 para pria di sana, dan itu terdengar ke telinga soo dan sae, dgn penuh keberanian soo menghampiri segerombol pria di pesta itu.


"Apa kalian bilang? Bicara apa kalian hah?" Soo dgn suara penuh amarah.


"Tidak ada" kata salah satu pria yg bernama kim seokjin.



Muncul deh seokjin nya...


Mian telat muncul nya hehe....


Jin disini berperan sebagai sepupu jungkook dan yena...


       "Kau pikir aku tuli, aku dgr semua yg kalian bertiga bicarakan" soo semakin emosi.


"Heh, siapa kau berani bicara sperti itu kepadaku?" Jin mulai emosi.


"Aku Lee Hae soo, putri dari Mr.Lee Donghae dan Mrs.Iam Yoona" soo dgn sombongnya menyebutkan nama lengkap nya beserta nama orang tuanya.


"Sombong sekali kau nona, kau belum tau aku ini siapa?" Balas jin tak kalah sombong nya.


"Siapapun kamu, aku tidak perduli, dan jgn sekali2 kau bicara tidak sopan lagi padaku brengsek" soo menekan kata brengsek.


Jin menggepalkan tangan nya, emosinya memuncak, namun kedua teman nya menahan nya.


"Sudahlah jin, lagian tadi kamu juga bicara nya ngawur" kata pria bernama namjoon, pria yg baik dan bijaksana.



Muncul deh Rap monster, kim Namjoon...


Namjoon ini adalah sahabat jin dan jungkook.


"Tapi kan emang iya nam, ni cwek cantik dan sexy, pasti enak deh kalo bercinta dgn nya" kata pria yg bernama Jhope, jhope adalah pria yg suka keceplosan dan blak blakan, namun sifat nya lucu dan menyenang kan.



Udah muncul semua ni all member bangtan boys...


Jhope adalah adik kandung jin.


Kata2 jhope barusan membuat soo semakin emosi.


"Heh kau, berani banget mulutmu itu bicara sperti itu brengsek" soo melempar tinjunya ke wajah jhope, membuat jhope tersungkur dan terkapar di lantai, hidungnya berdarah.


Namjoon membawa jhope berlalu untuk mengobati nya, sedangkan jin mulai memerah penuh dgn kemarahan, dia tidak terima adik nya di pukul oleh soo.


Sae melihat hal itu langsung menarik soo keluar gedung itu, mencari persembunyian agar jin yg sudah terlihat kesetanan itu tak menemukan soo, sae sangat khawatir.


Namun sayang sekali jin kini menemukan mereka, dan malangnya kini mereka telah berada di tempat dimana hanya ada mereka bertiga.


"Apaan sih sae, aku akan menghadapinya, lihat saja" soo tersenyum, dan dia terlihat tenang2 saja.


"Soo, kamu apa2an sih? Kamu itu perempuan, udah ayok pergi" sae mencoba menarik tangan soo kembali namun soo menahan nya.


"Hallo sae, adikmu ini tak selemah yg kamu kira, lihat aja apa yg akan terjadi pada pria itu" soo tersenyum miring.


Sae mengerutkan dahinya bingung.


Soo tetap berdiri di tempat, dan jin menghampirinya, pria yg tinggi itu menatap nya tajam. Dan soo tak kalah tajam menatap nya.


"Apa?" Kata2 itu meluncur begitu saja dari bibir mungil itu.


Kim yg sudah sangat kesal, mulai mengangkat tangan nya, dan soo sudah siap siaga, tak lama kemudian akhirnya pertarungan itu terjadi.


Sae tak sadar sedari tadi mulut nya terbuka dan mata nya melebar melihat adik kembaran nya melawan pria tampan itu.


Tak lama kemudian saepun tersadar, dan dia berlari mencari seseorang untuk menghentikan mereka berdua.


Untunglah sae bertemu dgn jungkook, dan jungkook pun menghentikan sepupunya dan soo.


"Tidak dewasa banget sih kamu" jungkook dgn suara yg sedikit dia tinggikan.


"Tuh gadis udah kurang ajar banget sama aku jungkook" bela jin.


"Heh, kurang ajar , kamu yg kurang ajar duluan" Bela soo.


Kedua nya terus cik cok tampa henti.


"kak, tolong bawa soo ya, tenangkan dia" kata sae pada jungkook.


", knpa aku sae yg harus menenangkan nya?kan ada kamu" Tanya jungkook bingung.


"Karna aku rasa dia sudah mulai menyukai kamu, aku yakin emosi nya akan reda dgn adanya dia bersamamu" jelas sae sambil menggoda, membuat wajah soo dan jungkook merah merona.


"Hemmm okelah sae" jungkook pun mulai membawa soo ke dalam gedung dimana pernikahan itu berlangsung, sebenar nya slama 3 bulan terakhir ini jungkook dan soo sudah dekat, dan jungkook mulai membuka hatinya untuk soo, jungkook berhasil melupakan sae setelah dia berusaha, dan setelah dia tau bahwa sae ternyata sudah menjalin hubungan dgn kim, dan mereka saling mencintai.


Kini di ruangan itu hanya ada sae dan jin.


"Emm maafkan adik saya, dia memang begitu, emosinya sering tak terkendali" maaf sae dgn senyuman tulus dan suara khas yg lemah lembut.


Jin bukan nya menjawab, dia malah menatap sae, sambil tersenyum dan mulai mendekati sae, sae mengambil langkah mundur hingga akhirnya tubuhnya tertahan di tembok, sae mencoba untuk berlari, namun dgn cepat pergelangan tangan nya di tahan oleh jin.


"Aa... ada apa?" Suara sae terdengar gemetar.


Jin terus menatap wajah polos itu, bibir sexy nya melihatkan senyuman yg membuat wajah nya semakin tampan, mata mereka bertemu sangat begitu dekat.


"Bagaimana, jika aku tertarik padamu"


"Sa...saya?"


"iyaa...kamu mau kan jadi gadisku?" Lanjutnya.


"Ah maaf , kita baru ketemu, dan tidak mungkin sperti ini, maaf" sae mencoba menghindar, namun tangan jin semakin keras mencengkram pergelangan tangan nya, membuatnya meringis kesakitan.


"Aaw sakit " rintih sae.


"Kau menolakku?"


"Tidak, bukan begitu,saya kan sudah bilang, kita bahkan tdk kenal, jadi gk mungkin" jelas sae mulai ketakutan.


"Alasan" dgn kasar jin kembali mendorong sae ke tembok dan menahan nya, bayangan tentang masa lalunya kini hadir kembali, dimana kim memaksanya untuk mencintainya dulu.


"Jadilah milikku, atau kau akan menyesal" jin mendekati sae, dan dgn gerakan cepat pemuda itu mencium bibir mungil itu, sae bruntal, tangan nya mendorong jin dan Sae berlari menuju tempat acara pesta.


Jin tersenyum, sambil memegang bibir nya, bayangan nya masih melayang, dimana barusan dia merasakan bibir mungil dan tipis itu walaupun dgn waktu singkat, bibir yg terasa sangat manis menurutnya.


"Lihat saja, kau tak akan dpt mengelak dari pesona ini, dan ketika aku sudah menyukaimu, kau tak akan bisa lepas dariku manis" kata2 itu yg meluncur bebas dari bibir jin.


____________________


     Mianhae banyak banget typo nya heheheee...


Maklumi yaa 😊😊


Sebenar nya sibuk sih, tapi di sempetin buat nulis...


Ok biar author tambah semangat nulis nya, jgn lupa keritik dan saran nya ya....


          Tiana Mutiara.