innocent girl and arrogant guy

innocent girl and arrogant guy
Ketidak pastian



 


Sudah berkali\- kali kim meminta penjelasan pada sae, namun sae selalu menjawab "tak ada yg perlu di jelaskan, percuma"


 


Dan itu membuat kim bingung, dan membuatnya sangat merasa kehilangan...


ini pertama kalinya sae bersikap seperti itu pada nya...


"Sae berikan aku penjelasan, agar aku tau apa yg sebenarnya terjadi antara kau dan dia"


"Tidak ada yg perlu di jelaskan, lagian kita juga sudah selesai, sudah tidak apa- apa lagi di antara kita"


"Begitu mudahnya kau berkata seperti itu sae, apakah kau mau menyia- nyiakan perjuangan cinta kita selama bertahun- tahun ini?"


"Selama bertahun- tahun ini hanya akulah yg berjuang sendirian"


"Apa maksud mu? kau berjuang sendirian?"


"Pikirlah saja sendiri"


"Jadi selama ini perjuanganku tak pernah kau anggap?"


Sae hanya diam tak menghiraukan nya


"Baiklah, mungkin sudah hilang semua rasa cintamu padaku, dan aku juga sudah lelah dengan sikapmu ini, kau juga tak pernah menghargai perjuanganku, dan kau menganggap selama ini hanya kau yg berjuang sendirian, ok, semoga kau bahagia bersama nya, aku tak akan mengganggumu lagi, Bye"


Dengan wajah kecewa kim berlalu meninggalkan gadis yg ia cintai, dengan sejuta kekecewaan dia terpaksa merelakan gadis nya untuk lelaki lain, hatinya terasa hancur berkeping- keping...


"Hah? yg benar saja, dia benar- benar pergi, ku kira dia akan terus mengejarku dan berjuang meluluhkan hatiku lagi, namun dugaanku salah, dia menyerah begitu saja"


Sae merasa kesal, padahal dia hanya pura- pura jutek saja, seperti sae biasa nya, dia seorang gadis yg pemaaf dan lembut, dia hanya ingin memberi pelajaran saja pada kekasihnya, agar kekasihnya bisa berubah, dan ingin tau seberapa cinta nya kim pada nya, namun kim telah menyerah, sae bingung apa yg harus ia lakukan sekarang? ia sudah mengakhiri hubungan nya dengan kim, namun sebenarnya ia masih mencintainya...


Sae mulai menyesal, dan mulai merasa kehilangan sosok pria yg sangat ia cintai...


 


Di malam harinya, sae menelfon soo adik kembarnya, meminta nya untuk bertemu di rumah nya...


 


Soo: (Ya ada apa sae?)


Sae: (Kamu bisa ke sini sebentar gak?)


Soo: (Kemana?)


Sae: (Kerumah!)


Soo: (Ngapain? kamu sendiri tah? mama kemana emang nya?)


Sae: (Enggak mama ada kok)


Soo: (Terus ngapain nyuruh aku kesitu?)


Sae: (Ada hal penting yg harus aku bicarakan)


Soo: (Hal penting apa'an?)


Sae: (Makanya kesini, aku kasih tau nanti)


Soo: (Oke, Tunggu bentar ya, aku mau bilang ke suami dulu)


Sae: (Iyaaa, aku tunggu ya)


Soo: (Ok)


 


"Sayang, aku mau ke rumah mama dulu ya, kata nya sae mau bicara penting" Izin soo pada jk


 


"Ok, biar aku antar ya"


"Gak perlu, kamu juga banyak kerjaan gitu, lanjutin aja, aku gak apa- apa sendiri kok"


"Beneran gak apa- apa?"


"Iyaaa, Ya udah aku pergi dulu ya sayang" Sambil mengecup pipi suaminya


"Hati- hati di jalan ya"


"Ok"


Soo berangkat menemui sae dgn mengendarai mobil mewah nya...


sesampainya di sana ia telah melihat sae sedang menunggunya di teras depan rumah nya...


"Woaaaah... yang benar saja, sepenting apa sih sampek- sampek aku di sambut begini haha" Goda soo


"Aaah udah deh gak usah banyak nanyak, yuk ke kamar ku"


"Hah? sampek ngomong dikamar? jadi makin penasaran deh"


"Udah ayuk"


"Oke oke...."


Gadis kembar itupun menuju kamar nya dgn melangkah menaiki satu persatu anak tangga...


"Mau ngomong apa sih? Cepet deh aku penasaran banget"


"Hemmm gini loh soo, Kemarin aku kan jogging sama kak seokjin, kemarin aku udah bilang kan ke kamu kalo kak seokjin udah pulang dari luar negeri"


"Iya iya terus"


"Terus abis itu aku gak nyadar kalo ternyata kim ngikutin kami berdua, dan dia salah paham, tanpa bertanya dulu tiba- tiba dia nyerang kak seokjin, sampek- sampek kak seokjin babak belur dan harus di rawat di RS"


"Omo, Omo, segitunya si kim"


"Ho'oh, dia memang benar- Benar keterlaluan"


"Trus?"


"Apa nya yang terus?"


"Lanjutan cerita nya Pe'ak"


"Ahhh iya hehe"


"Astaga sae Huuuufff"


"What? kamu marah sama dia?"


"Iya, kenapa?"


"Yang bener aja"


"Iyaa beneran soo"


"Ok lanjutkan"


"Apa nya yg lanjutkan?"


"Hey, kenapa lo mendadak jadi ****' gini? Gara- gara marahan sama kim? Parah... Lanjutkan ceritanya sae"


"Ah... Iyaa entahlah,,, aku gak fokus soo, abis itu aku emosi banget, sampek gk bisa ngontrol emosi, jadi aku mutusin dia, sebenar nya setelah itu aku udah maafin dia, cuma aku pura- pura tetep marah sama dia karna aku pengen dia berubah dengan sifat kasar nya itu, tapi ternyata dia skrng benar- benar pergi dariku soo"


"Maksud kamu? kalian sekarang benar- benar berakhir hah?"


"Iya soo"


"Woooaaahh gila, kalian berdua benar- benar gila, bisa- bisanya kalian semudah itu memutuskan hubungan setalah bertahun- tahun kalian berjuang"


"Aku harus gimana sekarang soo? apa yg harus aku lakukan?"


"Satu- satunya cara, ya kamu harus nemuin dia dan minta maaf, baru kalian mulai lagi dari awal"


"Aku?"


"Iya kamu!"


"Tapi soo"


"Di antara kalian berdua harus ada yg mengalah, kalo enggak maka hubungan kalian akan benar- benar berakhir"


"Entahlah soo, aku maluu"


"Ya tersera kamu aja, yg penting aku udah ngasih saran"


"Hemmm aku gk tau deh"


"Terserah, eh entar ya, aku angkat telepon dulu"


"Iyaaa"


Soo pun meraih ponsel dan melihat ke arah layar ponsel nya sebelum mengankatnya...


"Siapa yg nelvon soo?" Tanya sae


"Suamiku"


"Ya udah angkat dulu sana"


"Ho'oh"


Soo pun menggeser layar ponsel nya...


Soo:"Yaa halo"


Jungkook:"Sayang, ntar kamu mau di jemput apa pulang sendiri? sekalian aku mau ke super market mau beli sesuatu"


Soo:"Aku bawa mobil sendiri kok, gk perlu di jemput"


Jungkook:"Oh ya sudah klo gtu, hati- hati yaaa"


Soo:"Ahh apa aku mau nginep aja ya malam ini"


Jungkook:"Lo kok nginep sih, aku sendirian donk"


Soo:"Malam ini aja, ya ya ya"


Jungkook:"Gimana ya sayang"


Soo:"Pliiis ini sae lagi bad mood kayak nya, aku pengen nemenin dia"


Jungkook:"Hemmm okelah"


Soo:"Makasih sayang, Emmmuuuah"


Jungkook:"Iya iya, ya udah dulu ya, aku mau berangkat ni"


Soo:"Oke deh"


Ponselpun di matikan, Sae menatap soo dengan pamdangan sinis


"Napa lo mandang gue sampek segitunya"


"Pameeeer"


"Apa nya yang pamer?"


"Kamu itu, pamer keromantisan di depan aku"


"Uluh uluh, gua gak pamer yaaa, ello nya aja yg iri sama gua hahahaha"


"Ih apa'an sih, gak yaaa"


"Alaaah ngaku aja deh lo"


"Kagak"


"Balikan sono sama kim"


"Apa'an sih, pulang sana kamu"


"Kagak mau, ngapain gua harus pulang, disini juga rumah gua kok"


"Keluar sana dari kamarku"


"Ini juga kamarku kok"


"Nyebelin deh kamu soo"


"Hahahaaa iri iri iri lo yaa hahaha"


"Apa- apaan sih soo"


Gadis kembar itu pun bertengkar pada akhirnya membuat ribut, dan sampai membuat si mama memarahi kedua nya...


______________________


Tiana Mutiara