
Seneng deh akhir nya udah chapter 4, semoga semakin menarik dgn berperan nya suami gwe di cerita yg sedang gwe tulis ini.😁😁😁
Sebenar nya sih gak niat mau nulis cerita ini, tapi entah dorongan dari mana, tiba2 tangan gwe asal ketik, dan jadilah innocent girl and arrogant guy.
Ya udah guys, lanjut ya...
Selamat membaca...
____________________
"Ya Ampun sae, ada apa dgnmu? Kenapa bibir mu terluka?" Tanya yena khawatir.
"Gak apa2 kok yen, cuma jatuh aja kmrn di tempat kerja" sae berdusta.
"Kok bisa sampek terluka gini sae? Gmna cerita nya?"
"Aku kan udah bilang, aku jatuh di tempat kerja"
"Bo'ong yah"yena tak percaya.
"Emm... yen, aku ke perpustakaan dulu ya," sae mengalihkan pembicaraan.
"Ok, hati2 ya"
Sae pun mulai melangkah menuju perpustakaan.
Sesampai nya di sana, sae mulai melangkah masuk, dan sae melihat seseorang yg tak asing lagi, ya dia, tuan mudanya, sedang tertidur , tubuh nya tersandar di lemari buku perpustakaan, sae mengabaikan nya, dia mencari buku yg ingin ia baca, dan malang nya buku itu ada di lemari tempat tuan muda nya tersandar.
"Duh gimana ni? Padahal aku butuh buku itu" sae melangkah pelan, berusaha tuan muda nya tak terbangun dari tidur nya, dgn penuh hati2 sae meraih buku itu, namun tiba2 tangan pria berwajah pangeran itu tiba2 menarik pinggang sae yg sedang berdiri di depan nya untuk mengambil buku itu, sae pun terkejut, tubuh mungil nya terjatuh di pelukan pria yg tak lain adalah tuan muda nya.
Sae dapat melihat wajah tampan itu dgn jarak yg begitu dekat, dia juga melihat sebuah senyuman terukir di bibir nya, namun mata nya tetap terpejam.
Sae berusaha melepaskan diri dari pelukan itu, namun tenaga nya tak sebanding dgn pria itu.
"Tuan, apa yg anda lakukan?
"Mencari kehangatan" jawab nya santai.
" ini perpustakaan tuan,"
"Biarkan saja" kim berbicara dgn mata yg tetap terpejam.
Sae mulai memerah, dia belum pernah di peluk seperti ini oleh seorang lelaki, jantung nya serasa mau copot.
Sae bingung dgn sifat tuan mudanya itu, baru kemarin dia menyakiti sae, dan sekarang dia memeluk sae, apa yg sebenar nya ada dalam pikiran nya?... batin sae.
5 menit berlalu, pemuda itu tetap saja tak melepaskan pelukan nya.
Mata nya mulai terbuka, melihat wajah gadis yg sedang ada dlm pelukan nya, kim memandang dan mengamati wajah cantik itu, sedangkan sae hanya diam mematung dgn rona wajah nya yg memerah.
"Kau cantik" kata2 itu dgn mudahnya keluar dari bibir kim.
"Maaf tuan, saya harus ke kelas" saepun terlepas dari pelukan nya
, dan mulai berlari menjauhi pria yg aneh itu.
"Kau, Kim sae ron, gadis lugu dan lembut, gadis pertama kali yg berani menolak pesona ku, kau adalah milikku, dan aku rasa aku mulai jatuh hati padamu" batin kim sambil tersenyum,
Senyuman yg membuat Arthor klepek2,.... oppa kim taehyung, Nol saranghanda.
_________________
Sperti biasa, sae langsung berangkat kerja, yaitu ke rumah kim setelah sepulang sekolah, namun sebelum itu, sae ke panti dulu untuk menggati seragam nya dgn baju santai.
Gadis itupun berangkat dgn menggunakan angkutan kota, tak berapa lama akhirnya sae pun sampai di tempat tujuan, sperti biasa dia langsung menyiapkan makanan untuk tuan muda nya, dan mengantarkan ke kamar dimana tempat tuan mudanya berada.
Tok Tok...
"Masuk" suara terdengar dari dalam kamar.
Sae pun masuk dan menyimpan makanan beserta minuman itu di atas meja seraya berkata "waktunya makan tuan muda, silahkan" saepun mulai melangkah kembali untuk kluar dari ruangan itu.
"Aku mau mandi, tolong siapkan air hangat untukku" suara itu menghentikan sae.
"Baiklah tuan" saepun kembali, dan melangkah masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk tuan muda nya.
Setelah slesai, saepun keluar dari kamar mandi " telah saya siapkan, apa ada lagi?....
"Aku akan keluar stelah ini, siapkan aku baju"
"Baiklah tuan, oh iya, keluar untuk santai apa ada acara penting?... biar saya siapkan pakaian yg cocok untuk di pakai oleh tuan"
"Baju santai"
"Baiklah tuan"saepun membuka lemari, dan memilih2 baju untuk tuan nya, kim memperhatikan gadis mungil itu menjinjit, berharap tubuh mungil nya dapat meraih pakaian tuan nya.
Karna kesulitan, saepun mengambil kursi kecil dan menaiki nya, namun malangnya, kakinya tak seimbang, dan diapun terjatuh, dia memejamkan mata nya karna rasa kaget nya.
Untung kim dgn cepat menangkap tubuh mungil itu, tubuh mungil itu terjatuh dalam pelukan kim, sae masih tetap terpejam, jantungnya terasa melompat dari tempatnya karna kagetnya, kim mengamati wajah gadis di pelukan nya, dgn mata sae yg terpejam, kim dapat melihat betapa indah nya bulu2 mata yg tebal dan panjang berbelok dgn rapi menghias mata bening itu, dia juga melihat betapa mancung hidung gadis itu, dan bibir mungil dan tipis yg berwarna pink, pipi nya yg berisi menambah ke imutan nya, namun kim juga dapat merasakan tubuh gadis itu yg kurus, mengangkat tubuh sae bukan lah hal yg berat ataupun beban baginya, karna memang tubuh sae yg terlihat kurus namun ttp terlihat sexy.
Kim tertarik sekali melihat wajah yg alami sperti sae. Bagi kim wanita lebih menarik dgn penampilan yg sederhana, sperti sae contohnya.
Saepun mulai membuka mata nya yg sedari tadi terpejam, alangkah terkejut nya, ternyata dia tidak terjatuh ke lantai, tapi dia terjatuh di pelukan tuan muda nya.
Mata kedua nya bertemu, saling pandang, dan tenggelam dalam pandangan penuh makna.
Entah makna apa itu???... Author juga tidak tau... hehehe....
Saepun mulai sadar, dan dia membuang pandangan nya pada lantai, dan kemudian kim menurunkan tubuh mungil itu dari pelukan nya.
"Aaa... ak, eh ... sa...ya mi..nta maaf tuan muda, dan sa...ya juga berterima kasih" ucap sae gugup.
Saepun mulai membereskan kamar kim yg sedikit berantakan.
Tak lama kemudian, kim keluar dari kamar mandi, dan sperti biasa hanya menggunakan handuk kecil melilit dipinggang nya menutupi itu itu...
Eh... itu itu, entahlah, itu itu pokok nya, Author masih polos, gtw apa itu nama nya... hehe....
Dan sperti biasa juga, sae langsung berbalik badan dan menjauh, kim hanya tersenyum melihat ke polosan dan kelembutan gadis itu, dia semakin yakin bahwa sae akan menjadi milik nya. Dan akan tetap jadi milik nya, itulah kim taehyung, dia akan mendapatkan apa yg ia inginkan, dan harus dia dapatkan. Dan kalau memang dia tak bisa mendapatkan apa yg ia ingin kan, maka orang lain juga tidak boleh mendapatkan nya.
Sae terus melipat pakaian tuan muda nya, tapi tiba2 tangan nya di tarik kasar oleh kim, dan menarik nya keluar kamar, sae hanya mengikuti nya, langkah kim terlalu cepat, sae kesulitan untuk menyesuaikan langkahnya dgn kim.
"Tuan, mau kemana?..." tanya sae dgn suara lembutnya.
"Aku ingin makan di luar" jawabnya datar.
"Tapi tadi kan saya sudah membawakan makanan untuk tuan"
"Aku tidak selera, aku ingin makan di luar"
"Tapi kenapa saya harus ikut tuan?
"Temani aku"
"Ta...pi tu-" belum sae melanjutkan kata2 nya tiba2 kim berbalik dan menutup bibir sae dgn jarinya, membuat sae terkejut, mata indah gadis itu melebar, menunjukan wajah kaget nya.
"Cukup, jgn bicara apa2 lagi, ikuti saja aku, dan turuti saja kemauanku" ucap kim dgn suara yg tegas.
Sae hanya menjawab dgn anggukan, kemudian mulai mengikuti kim lagi.
Sesampainya di Rumah makan...
Tangan kim tetap menarik tangan sae, mulai dari rumah nya, di dalam mobil, sampai2 supir pribadinya memperhatikan genggaman tangan tuannya terhadap pelayan itu.
Kim melangkah cepat sekali, dan itu membuat sae kelelahan, nafas nya ter engah2 keringat nya mulai bercucuran. Dan kim menyadari hal itu, kim pun berhenti dan melihat ke arah sae.
"Kenapa dgn mu sae?" Tanya nya.
"Sa..ya tidak bisa mengimbangi langkah tuan muda" kata nya sambil ter engah2, dan kim hanya tersenyum melihat gadis itu, buat kim gadis itu terlihat selalu menarik di matanya akhir2 ini, apa mungkin kim telah benar2 jatuh hati pada sae?...
_____________________
Sedari tadi sae hanya menunggu tuan nya menyantap makanan, sebenar nya kim telah menyuruhnya untuk memesan makanan juga, namun sae menolak nya dan hanya memesan Teh hangat.
"Yuk, aku udah kenyang"
"Baiklah tuan"
"Oh iya kita naik taxy, soal nya tadi aku udah nyuruh supir untuk pulang, aku ingin jalan2 keliling seoul hari ini"
"Oh baiklah tuan, kalau begitu saya permisi"
"Heh bagaimana bisa aku jalan2 sendirian, temani aku"
"Tapi tuan, saya malam ini harus datang lebih awal ke restoran"
"Sudahlah, izin 1 malam ini saja, kau ini kerja terus menerus, emang nya gak capek, mending jalan2, refleshing"
"Maaf tuan, saya tidak bisa"
"Kau harus menemaniku"
"Ta...pi tuan, sa-" lagi2 omongan nya terputus, karna kim yg secara tiba2 menarik tangan nya, dan membawanya ke dalam taxy, kemudian taxy itupun melaju...
"Aku tidak suka penolakan"kata kim datar, sambil memandang tajam mata sae yg duduk sangat dekat dengan nya.
"Ta...pi tuan, bagaimana dgn pekerjaan saya?"
"Biarkan saja, bila bosmu marah, dan memecatmu, tidak masalah kan, toh kamu sudah kerja di rumahku" kata kim seenak nya.
"Tuan, saya mohon mengertilah, hidup tuan dan hidup saya berbeda, saya harus terus bekerja untuk membantu ibu panti mengurus dan membiayai adik2 disana, hanya sayalah satu2 nya kakak tertua di panti, dan hanya sayalah harapan mereka" mata sae mulai berkaca2, menahan air mata nya yg siap tumpah.
Kim mengamati ucapan sae, dia baru tau bahwa sae adalah seorang gadis yg bernasib malang.
"Kau tinggal di panti? Dimana orang tuamu?" Tanya kim.
"Orang tua saya meninggal saat saya masih kecil" air mata saya mulai menetes, mengingat nasib nya yg malang. "Mmm tapi tidak, ah emm saya tidak apa2, bahkan saya sekarang sudah bahagia, memiliki ibu yg baik seperti ibu kandung saya sendiri, dan adik2 yg lucu, yg sudah saya anggap seperti adik kandung saya" lanjut nya, mencoba tersenyum selebar mungkin, berharap tuan nya bisa melihat sosok dirinya yg kuat, sae tak ingin terlihat rapuh di depan siapa saja, dia yakin, dia adalah gadis yg kuat.
Kim merasa semakin tertarik pada sosok mahluk indah di sampingnya, dia kagum dgn sifat sae, gadis itu selalu terlihat ceria dimanapun, padahal senyuman di bibir nya itu hanyalah topeng untuk menutupi kerapuhan hatinya.
"Bibirmu tersenyum, sedangkan pipimu basah karna air matamu" kim meraih wajah sae, dan menghapus air mata di pipi putih itu. "Kau tak perlu pura2 kuat di hadapanku sae, aku tau kau itu rapuh, setidaknya belajarlah jujur kepadaku" lanjutnya.
"Kenapa saya harus belajar jujur pada tuan?...
"Mmm ahh...karna... ka..rna, karna aku adalah majikan mu, tuanmu, kau pikir apa?" Suara kim terbata2 mencari alasan.
Sae hanya heran melihat sifat aneh tuan nya hari ini yg tiba2 sangat baik kepada nya.
_________________________
Akhirnya selesai juga chapter 4, lumayan yah, ada romantis nya... hehe...
Jgn lupa vote sama saran nya ya...
Kamsahamnida...
Tiana Mutiara.