innocent girl and arrogant guy

innocent girl and arrogant guy
Ciuman Pertama



1 bulan kemudian.


Semakin hari hubungan antara sae dan jungkook semakin dekat, sampai2 di sekolah kedua remaja itu di kabarkan telah menjalin hubungan (Pacaran) karna begitu dekat nya mereka, di tambah lagi dgn kedekatan sae dan yena, semakin meyakinkan bahwa sae dan jungkook telah resmi pacaran.


Di suatu hari, jungkook meminta sae untuk menemuinya di taman sekolah, dan sae pun menurutinya.


Dan tanpa gadis itu sadari sedari tadi dia di ikuti oleh kim si pria arogant, pria itu terus mengikuti sampai akhir nya dia harus bersembunyi di balik pohon yg lumayan besar untuk menyembunyikan tubuh nya.


Gadis cantik itupun tersenyum melihat ke arah pria yg meminta nya untuk menemuinya.


"Ada apa kak?memanggilku kemari?" Suara terdengar bgtu lembut.


"Ada sesuatu yg ingin ku sampaikan padamu"


"Katakan saja"


Pria berwajah tampan itupun menarik nafas dalam2, yg kemudian di hembuskan nya kembali.


"Aku... hemm... Aku menyukaimu" suara jungkook terdengar sangat gugup dan tegang, karna inilah pengalaman nya yg pertama.


Mendengar hal itu, kim taehyung seketika mengepalkan tangan nya, wajah nya merah padam, amarah menguasai jiwanya, dan hatinya seketika merasa di remas2, merasa remuk, hancur dan sbg.


Tanpa berfikir panjang, diapun melangkah pergi dari tenpat itu dgn penuh amarah yg berkobar2 di dalam jiwa nya.


Seketika wajah sae memerah, dia sangat terkejut mendengar nya, bahkan dia tak tau harus berkata apa, dia tidak tau harus menjawab apa.


"Ma..af membuatmu bingung, aku tidak memaksamu, dan mungkin kau perlu waktu untuk berfikir, tidak apa2, aku akan menunggu" jungkook berkata dgn penuh senyuman yg hangat penuh arti, membuat sae merasa lebih tenang.


"Terima kasih kak"


"Ok. Ya sudah aku ke kelas dulu ya, jaga dirimu baik2" jungkook mengelus rambut sae kemudian melangkah pergi.


_________________________


Sepulang sekolah sperti biasa sae langsung ke rumah kim setelah mengganti seragam nya dgn pakaian biasa.


Gadis mungil itupun mulai melangkah memasuki dapur dan menyiapkan makanan beserta minuman untuk tuan mudanya, kemudian melangkah lagi membawa nampan berisi makanan dan minuman ke kamar tuan muda nya.


Sesampainya di sana sae mengetuk pintu.


Tok tok tok...


"Masuk" karna mendengar perintah dari tuan muda nya, sae pun melangkah masuk dan menaruh nampan tersebut di atas meja, dia melihat tuan mudanya sedang bermain games tanpa menoleh ke arah nya sedikitpun.


"Waktunya makan tuan" Suara khas lembut gadis itu terdengar di telinga kim.


Dan pria itupun menoleh ke arah sae, dia mulai berdiri dan melangkah menuju pintu, kemudian menguncinya, sae mulai panik, takut hal sperti sebelum nya terjadi kembali, sae juga melihat wajah kim merah padam, sae tau bahwa kim saat ini sedang marah, entah apa yg membuat nya sperti ini.


Stelah mengunci pintu, kim mulai melangkah mendekati sae, sae mencoba membuang semua rasa takut nya, dan hanya diam di tempat, membiarkan kim mulai mendekati nya, dan sampai akhir nya kim berdiri pas di depah nya, sae memberanikan diri menatap wajah kim dgn mendongak kan kepala nya, tubuh kim yg tinggi membuat nya merasa sangat mungil.


Sae menarik nafas, menutup mata nya sejenak untuk menenangkan dirinya, kemudian setelah merasa tenang, sae melempar senyum dari bibir mungil nya, senyum yg di buat se ramah mungkin.


"Tuan muda pasti sudah lapar, ini, sudah saya siapkan makanan kesukaan tuan" sae bicara sesopan mungkin, kemudian dia bermaksud mengalihkan pandangan nya pada nampan di meja, dan sae juga mulai melangkah beberapa langkah untuk menjauh, namun dgn cepat kim menarik lengan sae dgn begitu sangat kasar, membuat sae kembali menghadapnya.


"Ada apa tuan?"


"KAU" bentak kim sambil menunjuk wajah sae, membuat sae mulai gemetar ketakutan.


"KAU MEMBUATKU MARAH SAE"lanjut nya.


"Saya? Memangnya apa salah saya?"


"Sudah ku bilang, jauhi jungkook, knpa kau masih saja dekat dgn nya?"


"Memangnya knpa? Itu hak asasi, dan saya rasa tidak merugikan tuan juga, knpa tuan harus marah?"


"DIAM" Bentak nya lagi, membuat sae seketika menutup mulut dan mata nya, gadis itu menunduk ketakutan.


"Ku kira kau gadis yg berbeda, ternyata kau sama saja dgn gadis2 yg lain"


"Maksud anda?"


"Kau sama saja dgn gadis2 yg pernah ku cumbu, hanya memerlukan uang, ketampanan, dan nafsu,"


"Maksud anda?" Tanya sae lagi yg mata nya mulai berkaca2.


"Kau itu sama saja sperti mereka, gadis MURAHAN" kim menekan kata murahan.


PLAAAKKKK........


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kim, membuat bekas merah di pipi nya.


"cukup, cukup tuan, cukup sudah tuan memperlakukan saya seperti ini, daru dulu saya sllu diam dan menerima semua kelakuan tuan terhadap saya, namun skrng saya sudah benar2 tidak tahan lagi " sae berkata tegas di sela2 air mata nya yg mulai mengalir deras membasahi kedua pipi mulus nya.


Kim menatap sae semakin tajam, dia merasa di lecehkan, ini pertana kali ada seorang gadis yg berani menampar nya, wajah kim semakin merah.


Dgn kasar kim menarik sae dan menahan tubuh mungil itu ke tembok.


"Jauhi jungkook" perintah kim lagi. "Tinggalkan dia, putusin dia, atau kau tak akan bisa hidup tenang" lanjutnya.


"Aku memaksa, aku punya hak, dan juga punya alasan, dan juga ada masalah nya, dan sgt menggaku,"


"Kenapa tuan? Tolong jelaskan, saya lelah tuan terus menerus sperti ini pada saya" air mata bening itu terus mengalir deras dari kedua mata indah nya.


Kim hanya diam, dia tak tau harus berkata apa.


"Tuan tidak bisa menjawab, berarti tidak ada yg mengganggu tuan kan? Saya mohon jgn lagi ikut campur lagi, saya-..." Belum sempat melanjutkan kata2 nya, tiba2 kim mendekat dan mencium bibir mungil itu, mengecup nya, dan ******* nya dgn sangat kasar, sae terkejut, dgn kekuatan penuh sae berusaha mendorong tubuh kim dan melepas ciuman kasar itu, namun apa daya, kekuatan nya tak sebanding dgn kekuatan cowok arrogant itu, cowok terkuat di sekolah.


Kim terus menerus mengecup, *******, dan kadang menggigit bibir yg amat mungil itu, kim adalah pencium yg sangat berpengalaman, beda dgn sae yg hanya diam tanpa membalas ciuman itu karna ini adalah ciuman pertama nya, dan yg lebih parahnya ciuman paksa.


Sae yg belun pernah berciuman sebelum nya merasa sulit bernafas karna permainan bibir kim yg terlalu kasar, dan sae juga harus merasakan sakit dan nyilu di bagian2 bibir nya yg kadang di gigit oleh kim, air mata sae terus mengalir deras.


Hatinya sangat terluka, knpa tuan muda nya begitu mudah mengambil ciuman pertama nya yg slama ini dia jaga. Sae merasa di rendahkan oleh kim.


Hatinya benar2 terluka.


Ciuman itupun berlalu setelah beberapa menit kemudian, dan kim menatap wajah cantik itu, dia melihat air mata itu, dan bibir mungil sae yg bengkak akibat ulah nya.


Sae hanya diam sambil terisak dalam tangisan nya.


Tubuh sae merosot tak berdaya, dia duduk di lantai sambil terus menangis.


Kim mulai tidak tega melihat sae sperti itu, ia pun duduk di depan sae, tangan nya perlahan menghapus air mata gadis itu , sae hanya diam dan terus menangis, melihat hal itu, kim tanpa ragu2 lagi, menarik tubuh sae dalam pelukan nya.


"Maafkan aku" suara itu terdengar parau.


Dgn lembut kim membawa wajah sae untuk menatapnya.


"Sae, Aku tidak suka melihat mu dgn pria lain, karna aku" kim menarik nafas dalam2 sambil memejamkan mata nya.


"Hemm sae, kau gadis pertama yg menarik hatiku, dan mengubah semua nya, aku... Hemm... Aku Ingin kau jadi milikku, aku mencintaimu sae, jadilah milikku" Kim berkata dgn begitu lembut, dan ini pertama kalinya tuan muda nya sperti ini, setau sae, kim sllu bicara dgn nada kasar.


Sae hanya diam mematung, dia tidak tau harus bagaimana, baru tadi di sekolah jungkook mengatakan hal yg sama terhadap nya, dan sekarang???... hal itu terjadi lagi.


"Apa yg tuan muda katakan?"


"Aku serius sae, putuslah dgn jungkook dan jadilah milikku"


"Maaf, saya tidak bisa"


"Kenapa?"


"Saya belun siap untuk sebuah hbngn cinta"


"Lalu knpa kau menjalin nya dgn jungkook?"


"Tidak, saya tidak menjalin hbngn dgn siapapun"


"Lalu tadi pagi di taman sekolah?"


"Hmm dia hanya mengatakan perasaan nya, dan belum saya jawab"


"Baguslah, berarti sekarang kau milikku, tidak boleh ada yg mendekatimu lagi"


"Hah? Tapi-.."


"Diam, atau ku buat tambah bengkak bibirmu itu"


"Huh dasar mesum"


"Apa katamu?"


"Ahh tidak" sae pun mulai berdiri dan menjauh dari kim.


"Saya harus pulang" ketika sae akan membuka pintu, tiba2 kim kembali menarik nya dan kembali menatap wajah cantik itu.


Jari2 kim menyentuh bibir sae dgn lembut.


"Maaf, ada bagian bibirmu yg terluka, maaf aku terlalu kasar, namun lumayan juga, setidak nya kau bisa mengingat ciuman pertamamu ini" kim tersenyum dari bibir nya yg menggoda.


Sae mendorong kim, dan kemudian dgn langkah cepat keluar dari kamar pria gila itu menurutnya.


Di tengah perjalanan pulang sae memaki2 tak jelas "dasar pria gila, sinti


ng, gak waras, ihh siapa juga yg mau jadi kekasih nya, ohh tuhan... knpa harus dia yg mengambil ciuman pertamaku? Nasib ku sangat tidak baik hari ini, mimpi apa aku semalam?" Sae masih tak percaya, knpa hal tadi menimpa diri nya, mengingat hal tadi membuat bulu keduk nya bergidik.


____________________


Selesai juga chapter 7...


Sukurr....


Hehe gak niat mau nulis kiss2 san, entah kenapa tiba2 pengen nulis yg kek gitu...


Tiana mutiara.