Impossible Love

Impossible Love
19. Uang Yang Berbeda



Fredi berjalan ke arah ruangan makan di mana kini terlihat Mbok Sur tengah menyiapkan makan siang untuk anak majikannya,


Sampai di depan meja makan, tampak Fredi menatap sajian lauk siang ini yang terlihat menggugah selera,


Sayur lodeh, sambal pete, ikan mujaer goreng kering dan juga gorengan tempe yang dipotong segitiga dengan banyak irisan kocai,


"Mau Mbok gorengkan kerupuk udang juga Mas?"


Tanya Mbok Sur sembari meletakkan piring kosong untuk Fredi makan,


Fredi menggeleng cepat,


"Tidak usah Mbok, ini sudah lebih dari cukup,"


Ujar Fredi,


Mbok Sur pun mantuk-mantuk, lantas ke dapur untuk kemudian mengambilkan bakul nasi ukuran kecil untuk dibawa ke ruang makan,


"Lauk dari Mbak Rani mau dimasukkan ke lemari es saja ya Mas?"


Mbok Sur meminta ijin, tampak Fredi sejenak terdiam, lalu...


"Apa isinya Mbok?"


Tanya Fredi,


"Gulai sama dendeng sapi kesukaan Mas Dedi, mau dibawa ke sini saja?"


Tanya Mbok Sur,


"Dikasihkan tetangga saja Mbok, apa nanti dibawakan Pak Giman untuk dibawa pulang,"


Ujar Fredi,


"Mas Dedi tidak ingin nyicipi?"


Tanya Mbok Sur, cepat Fredi pun menggelengkan kepalanya,


"Tidak usah Mbok,"


Fredi menolak, lalu menyendok nasi dari bakul untuk ia pindahkan ke piring kosong miliknya,


Mbok Sur pun lantas tersenyum melihat si majikan mudanya itu begitu tegas menolak memakan kiriman Rani,


"Padahal biasanya Mas Dedi suka kalau dibawakan lauk Mbak Rani,"


Kata Mbok Sur sambil sibuk mengambil rantang bersih dari lemari makan yang ada di ruangan tersebut,


"Hah, apa Mbok?"


"Mas Dedi, biasanya kan kalau ada kiriman makanan dari Mbak Rani suka makan,"


Kata Mbok Sur sambil mengulum senyum,


Fredi yang melihat ekspresi Mbok Sur yang demikian jadi perasaannya langsung tidak enak, ia merasa jika Dedi yang kini ia perankan juga berarti ada tidak beresnya,


"Tapi, ada baiknya memang makanannya nanti buat Pak Giman saja ya Mas? Soalnya kalau Bapak sampai tahu, nanti Bapak marah,"


Kata Mbok Sur,


"Bapak?"


Fredi mengerutkan kening,


"Iya, kan Bapak tidak suka dengan Mbak Rani, iya kan?"


Mbok Sur memandangi Fredi yang benar-benar bingung dengan kondisi yang ada,


Dedi, Amelia, Rani, kenapa kalian begitu penuh misteri. Batin Fredi,


Dan sepanjang menikmati santap siangnya, Fredi pun sambil berpikir keras tentang ada hubungan apa sebetulnya Dedi dan Rani di belakang Amelia, dan kematian Amelia serta menghilangnya Dedi juga apakah ada hubungannya dengan Rani dan Ibunya yang pagi tadi terlihat aneh, ataukah ada hal lain lagi?


"Oh iya Mas,"


Tiba-tiba Mbok Sur mendekati Fredi dan mengulurkan tangannya ke arah Fredi untuk memberikan sejumlah uang kertas lima puluh ribuan dan sepuluh ribuan serta dua ribuan, yang jumlahnya sekitar tujuh puluh delapan ribu,


Fredi menatap uang-uang kertas yang ada di tangan Mbok Sur itu,


"Ini uang tapi kok aneh ya Mas modelnya, Mbok temukan di kantong celana pendek Mas Dedi,"


Ujar Mbok Sur kemudian,


Fredi pun cepat meraih uang-uang itu dari tangan Mbok Sur,


"Ini keluaran terbatas Mbok, tidak semua orang punya,"


Kata Fredi beralasan,


"Oh iya Mas, pantas Mbok baru lihat,"


Kata Mbok Sur sambil tertawa kecil,


Fredi jadi nyengir, jantungnya rasanya sampai mau lepas karena nyaris ia ketahuan jika ia bukan Dedi karena ada uang dari tahun 2023 yang terbawa di kantong celana pendeknya,


Ah iya benar, pagi saat ia dijemput travel ia tak sempat mandi dan memakai celana pendek yang untuk tidur itu masih ada uang kembalian beli pulsa,


...****************...