Impossible Love

Impossible Love
14. Harus Bisa



Tak terasa waktu berlalu cepat dan telah hampir jam delapan malam, Fredi yang tak ingin terjadi kehebohan lebih dulu bergegas menyimpan dus yang berisi barang-barang milik Dedi dan Amelia,


Fredi menyembunyikan dus itu di kolong tempat tidur, posisi seprei yang bagian sisinya menjuntai khas seprei jaman dulu mampu membuat kolong tempat tidur jadi tidak terlihat jika ada yang masuk ke dalam kamar,


Setelah dirasa penampakan kamar seperti sebelumnya, Fredi pun kemudian membuka kunci pintu kamar, dan mematikan lampu kamar tidurnya,


Bertepatan dengan itu terdengar suara mobil yang memasuki pelataran rumah, dan kemudian berhenti di sana yang sepertinya itu adalah Ibunya Dedi yang benar telah pulang dari mengantarkan suaminya,


Fredi lantas cepat naik ke tempat tidur agar bisa langsung pura-pura terlelap ketika Ibunya Dedi mengunjungi kamar Dedi, karena tentu saja ia yakin saat nanti masuk ke dalam rumah, Ibunya Dedi akan menanyakan soal dirinya yang dikiranya adalah sang anak,


Ya, sang anak, yang saat ini entah ada di mana, yang mungkin saja justeru bertukar tempat dengan diri Fredi atau malah ia hilang atau justeru...


Fredi tiba-tiba merasa merinding, tatkala sebuah pikiran liar tentang keberadaan Dedi yang asli ternyata ada di satu tempat telah menjadi mayat,


Aduh, tidak... tidak... Fredi menggelengkan kepalanya, ia sungguh tak sanggup jika ternyata kasusnya serumit itu, ia juga tak bisa membayangkan jika ia harus menjalankan peran sebagai Dedi selama-lamanya,


Dalam keremangan cahaya yang tak seberapapun terang karena tentu saja lampu di jaman itu yang berada di luar adalah lampu-lampu bohlam warna kuning, Fredi tampak menatap langit-langit kamar Dedi yang terbuat dari eternit bermotif,


Amelia dan Dedi berteman sejak kecil, namun Dedi seperti tidak mengerti jika Amelia sejatinya memiliki masalah di dalam rumah. Amelia juga memiliki saudara bernama Rani yang sepertinya mereka juga tidak akur, dan bahkan Amelia sempat mempertanyakan kunjungan Dedi ke rumah yang terlihat dekat dengan saudaranya,


Fredi terus merunut apa yang terjadi pada Dedi, Amelia dan juga saudara Amelia yang bernama Rani,


Pasti ada sesuatu, pasti ada misteri yang harus aku pecahkan di sini. Batin Fredi yakin,


Dan ketika Fredi tengah sibuk memikirkan semua hal tentang Dedi, tiba-tiba saja handel pintu kamar terdengar bersuara, jelas ada yang akan masuk ke dalam kamar dan itu pasti adalah Ibunya Dedi,


Sigap, Fredi pun seketika merubah posisi berbaringnya menghadap ke arah dinding, ia pura-pura memejamkan mata seolah tidur lelap,


Tuk... tuk... tuk...


Sandal wanita yang kebanyakan di tahun itu alasnya seperti terbuat dari kayu itupun memunculkan suara yang khas di telinga,


Fredi pun agar lebih meyakinkan tampak berpura-pura mendengkur pelan, terutama ketika ia merasakan tempat tidurnya bergerak di bagian tepinya, seolah ada yang duduk di sana,


"Istirahatlah nak, istirahatlah dan lupakan semuanya, Amelia bagaimanapun tidak akan bisa hidup lagi, kamu harus menerima itu, Ibu tahu ini berat, tapi kamu harus bisa melalui ini,"


Lirih suara perempuan yang merupakan Ibunya Dedi bicara pada Fredi yang dikiranya telah tidur,


"Ibu harap kamu bisa kembali lagi seperti sebelum peristiwa itu terjadi, kamu bisa tersenyum, bisa bicara tanpa emosi, bisa makan banyak, bisa istirahat tanpa mengigau sambil berteriak, dan juga tak perlu lagi pergi tiba-tiba sampai menghilang berhari-hari,"


Lirih Ibunya Dedi lagi, dengan suaranya yang kali ini terdengar bergetar,


"Kamu anak ibu satu-satunya, jika terjadi sesuatu padamu, Ibu harus bagaimana nak ..."


Ibunya Dedi menangis sesenggukan, sementara Fredi yang sejatinya hanya pura-pura tertidur jadi merasa semakin iba.


Tentu saja, ia jadi ingat sosok Ibunya di rumah, yang pastinya ia pun akan sama seperti Ibunya Dedi yang begitu sedih jika anaknya kenapa-kenapa,


Dan karena itulah, Fredi jadi merasa jika ia sungguh harus bisa segera memecahkan misteri ini,


Menemukan keberadaan Dedi yang asli, dan apa yang terjadi sebetulnya pada Amelia, yang semoga setelah semua itu bisa ia pecahkan, Fredi pun akan bisa pulang ke tahun 2023.


...****************...