Impossible Love

Impossible Love
13. Sosok Yang Mencurigakan



Fredi menggotong dus besar berisi barang-barang milik Amelia yang dimiliki Dedi selama ini,


Dari apa yang ia tangkap dari apa yang dikatakan Mbok Sur sepanjang mereka bicara saat mengambil barang-barang tersebut dari kamar Mbok Sur, Fredi bisa membayangkan jika Dedi dan Amelia tampaknya adalah teman semenjak kecil,


Sebagaimana yang Fredi baca dalam buku harian yang saat ini sepertinya terbawa mobil angkutan yang ada pada Pak Giman, Amelia ditinggal oleh Ibunya semenjak kecil, Ibu kandung Amelia meninggal saat melahirkan adik Amelia dan akhirnya Amelia diasuh oleh Ibu tiri yang dinikahi oleh Ayahnya Amelia setahun setelah Ibu kandung Amelia tiada,


Fredi kini meletakkan kardus berisi barang-barang milik Amelia di dalam kamarnya, ia pun sengaja mengunci kamar agar terkesan ia sedang beristirahat,


Jam masih berkisar diangka enam petang, jika perkiraan Ibunya Dedi akan pulang jam delapan nanti, maka Fredi masih memiliki waktu sekitar dua jam lagi untuk membongkar isi dari dus tersebut,


Sedikit terburu-buru, Fredi yang sudah dipenuhi oleh rasa penasaran dan kepo tingkat tinggi tampak membuka dus yang telah di lakban rapat,


Setelah berhasil dibuka, Fredi lantas langsung membongkar isi dari dus tersebut,


Di sana tampak ada banyak mainan, buku, dan juga beberapa sepatu dan tas,


Fredi mengeluarkan beberapa buku komik Naruto yang di depannya ada tulisan yang persis tulisan Amelia di buku harian,


Selamat membaca, hanya itu tulisannya, setelah itu ada beberapa tumpukan surat dengan kertas yang ada aromanya,


Fredi membukanya satu demi satu, surat-surat itu Fredi buka dari yang paling atas terlebih dahulu, yang tanggalnya sepertinya paling baru, sekitar awal tahun lalu,


Sudah tinggal hitungan hari aku lulus SMA, aku ingin pergi ke Jakarta, agar bisa jauh dari rumah. Aku benar-benar ingin pergi Mas, apa kita bisa menikah dan kita bisa pergi dari sini?


Kamu pasti akan tanya, kenapa kamu begitu ingin pergi, sedangkan di sini kami akan jauh lebih aman karena ada orangtua kita, lalu aku seperti biasa tak akan bisa menjelaskan alasannya sekarang, karena aku tidak tahu harus mengatakannya dari mana dulu.


Mas Dedi, aku membutuhkanmu lebih dari yang kamu tahu.


Fredi mengerutkan kening, ia merasa Amelia ini sebetulnya menyimpan satu masalah di dalam rumahnya, tapi apakah Dedi sedemikian tidak peka nya? Batin Fredi heran,


Bagaimana bisa laki-laki yang katanya sangat mencintai Amelia sampai tidak tahu jika kekasihnya tidak bahagia di dalam rumahnya sendiri, hingga ia membutuhkan kehadiran Dedi sebagai kekasih untuk peran yang lebih besar,


Fredi lantas membuka surat kedua, yang di mana sepertinya Amelia mengirimkannya karena sedang ada masalah dengan Dedi,


Aku ingin kamu menjelaskan, kenapa kamu datang ke rumah dan bicara dengan Rani saja berdua!


Aku akan tetap diam selama kamu tidak memberikan aku penjelasan!!!


Fredi kembali mengerutkan kening, Rani? Siapa dia? Batin Fredi lagi,


Fredi lantas membaca surat-surat yang lain, yang isinya semakin ke sana semakin standar orang pacaran yang sedang berbunga-bunga,


Tentu saja ini sangat ribet jika terjadi di tahun 2023, karena di tahun Fredi hidup, saat kita ingin bicara atau memaki-maki sekalipun, kita bisa langsung saja memakai hp maka semua unek-unek sudah keluar,


Dan sekian banyak surat yang ada akhirnya Fredi selesai membacanya setelah jarum jam dinding hampir sampai ke angka tujuh,


Meninggalnya Amelia, hubungan Dedi dengan semua ini hingga akhirnya ia menghilang, dan yang pasti kenapa Fredi ditarik ke tahun itu lalu dilibatkan di sana, hingga bagaimana caranya Fredi kembali ke tahun 2023 dimana harusnya ia tinggal serta hidup sebagai Fredi, bukan Dedi,


Fredi pun lantas mencoba membongkar lagi isi dus yang cukup besar itu, banyak mainan yang Fredi jelas tak pernah memainkannya, termasuk gimbot tetris yang baterainya sudah habis,


Gimbot berwarna hitam itu sebetulnya tidak ada tanda-tanda berkaitan dengan Amelia, tapi mungkin Amelia sering memainkannya hingga mainan itu dianggap perlu dimasukkan juga ke dalam kardus agar Dedi tak sampai perlu melihatnya lagi,


Fredi terus mencari dan mencari, hingga akhirnya ia menemukan beberapa album foto dan juga beberapa bingkai foto yang sepertinya semula digantung di dinding kamar Dedi yang kini Fredi tempati itu,


Fredi menatap bangkai-bangkai foto yang ia temukan di dalam dus tersebut, foto seorang gadis cantik dan manis berambut panjang melewati bahu,


Gadis yang feminim, dengan wajah mirip Nike Ardilla, dengan senyuman yang sangat menawan,


Inikah Amelia? Batin Fredi bertanya-tanya,


Fredi pun melihat semua foto-foto gadis yang sepertinya Amelia itu satu persatu, yang setiap fotonya terlihat begitu bagus dan cantik hingga membuat Fredi rasanya enggan berkedip,


Pantas jika Dedi sangat menyukai Amelia, karena tampaknya ia bukan hanya gadis yang cantik, namun juga baik,


Itu bisa dilihat dari beberapa foto yang kemudian Fredi lihat di dalam album, yang di beberapa foto tampak Amelia yang sedang memberikan sesuatu pada pengemis di jalan,


Foto yang sepertinya diambil saat mereka sedang di dalam studi tour atau mungkin juga acara yang dari sekolahan,


Amelia dari setiap fotonya yang selalu terlihat tersenyum juga menunjukkan ia gadis yang sangat pandai menutupi kesedihan yang ia rasakan,


Ia terlihat selalu tersenyum seperti matahari pagi yang hangat dan cerah bersinar, yang membuat siapapun melihatnya akan merasa senang,


Dan...


Fredi tiba-tiba pandangan matanya tak sengaja menangkap satu sosok yang seolah selalu ada di beberapa foto Amelia, terutama saat di foto-foto yang bersama teman sekolah dan juga foto-foto yang tidak sendirian,


Sosok itu seorang gadis yang usianya sepertinya sama dengan Amelia, tak terlalu cantik seperti Amelia, namun juga tak bisa dikatakan jelek,


Tubuhnya jauh lebih tinggi dari Amelia dan rambutnya juga panjang,


Tapi, bukan fisiknya tentu saja yang membuat Fredi tertarik memperhatikan sosoknya, melainkan ekspresinya,


Ya ekspresi sosok gadis itu yang terkesan selalu tertangkap sedang melihat ke arah Amelia dengan penglihatan yang seperti ia membenci Amelia,


Entahlah, Fredi sungguh merasakannya, merasakan sesuatu yang tak biasa pada tatapan mata itu, dan Fredi tiba-tiba jadi merinding melihatnya.


...****************...