
Mbok Sur yang akhirnya menuruti permintaan Fredi duduk kini tampak berada cukup dekat dengan Fredi,
Ia dengan cemas menunggu pertanyaan apa sesungguhnya yang akan Fredi tanyakan padanya,
Fredi yang baginya juga adalah Mas Dedi, anak dari majikannya itu tampak meminum air putih dari gelas yang ia sediakan, setelah itu...
"Mbok,"
Fredi terdengar memanggil, Mbok Sur mengangguk pelan dan masih duduk di tempatnya,
"Amelia,"
Fredi pelahan menyebut nama Amelia, yang kemudian membuat Mbok Sur seketika gemetaran,
Melihat reaksi Mbok Sur yang jelas memperlihatkan bahwa ada yang terjadi pada orang bernama Amelia itu, membuat Fredi jelas semakin penasaran,
"Mbok, aku..."
Fredi belum sempat menyelesaikan kalimatnya, saat Mbok Sur tiba-tiba meraih tangannya dan menepuk-nepuk nya dengan pelan,
"Mbok mengerti, Mas Dedi sangat terpukul dengan kejadian itu, bahkan saat Mas Dedi malam itu pergi, sebetulnya Mbok melihat Mas Dedi keluar dari rumah, namun Mbok diam saja,"
Kata Mbok Sur,
Fredi mengerutkan kening sambil menatap si Mbok yang kini bercucuran air mata,
"Mbak Amelia, dia gadis yang sangat baik, Mbok tahu betul Mas Dedi sangat menyukainya sejak kecil, apalagi dia gadis yang malang, Mas Dedi pasti ingin sekali membuatnya bahagia sebetulnya, jadi kejadian itu tentu membuat Mas Dedi sangat terpukul, Mbok mengerti sekali Mas, Mbok mengerti,"
Lirih Mbok Sur masih dengan berlinang air mata,
"Tapi, sekarang Mas Dedi sudah tidak dinyatakan bersalah, Mbok harap Mas Dedi pelan-pelan bisa melupakan semua kejadian yang tidak enak ini, agar Mas Dedi bisa menjalani hidup lagi seperti biasa, ya Mas ya..."
Kata Mbok Sur dengan tangan terus menepuk-nepuk lembut tangan Fredi,
"Mbok dengar Mas Dedi ditemukan di sekitar pemakaman kecamatan sebelah setelah berhari-hari tidak pulang, Mbok sudah ada firasat demikian, itu sebabnya Mbok menyampaikannya pada Pak Giman agar bolak balik pergi ke sana,"
Ujar Mbok Sur,
Fredi menatap Mbok Sur, perempuan setengah baya itu tampaknya sangat mengerti sosok Dedi, dari tepukan lembut tangannya, Fredi juga bisa merasakan kehangatan kasih sayang yang begitu besar, seolah menggambarkan jika Mbok Sur adalah abdi dan pengasuh Dedi semenjak kecil hingga ia memiliki keterikatan batin yang sangat dalam,
"Akan ada gadis lain yang bisa menggantikan Mbak Amelia, Mbok yakin nanti Mas Dedi pasti akan menemukannya,"
Kata Mbok Sur pula, membuat Fredi kemudian menghela nafas,
Nama itu, nama yang ia baca sebagai pemilik buku harian bergambar Candy, dia yang ternyata adalah kekasih Dedi yang kini sosoknya tiba-tiba harus digantikan Fredi,
Amelia, gadis seperti apa sebetulnya dia, kenapa dia meninggal? Ada misteri apa sebetulnya dengan meninggalnya Amelia dan menghilangnya Dedi?
Fredi pun kini jadi semakin penasaran dibuatnya,
"Mbok, apa ada banyak barang milik Amelia yang dibuang dari kamarku?"
Lirih Fredi bertanya, ia penasaran karena ia tadi tidak melihat apapun yang berkaitan dengan seorang gadis selain poster Nike Ardilla,
"Kenapa?"
Tanya Fredi,
"Tentu saja karena Ibu merasa gara-gara barang itulah Mas Dedi terus ingat dengan Mbak Amelia, hingga Mas Dedi jadi pergi untuk mencari siapa sebetulnya yang membuat Mbak Amelia meninggal,"
Jawab Mbok Sur dengan air matanya yang masih tersisa,
Fredi terkesiap, ia pelahan mulai merasa jika ia sebetulnya diberi misi untuk memecahkan teka-teki ini, dan bisa jadi, jika semuanya bisa ia jawab maka ia bisa pulang ke tahun aslinya ia hidup, tahun 2023,
"Aku ambil lagi saja yah Mbok,"
Pinta Fredi,
"Tapi Mas..."
"Tidak apa-apa Mbok, siapa tahu ada banyak hal yang bisa aku lihat di sana, aku juga ingin mengunjungi rumah Amelia, andai bisa,"
Kata Fredi,
Mbok Sur menatap Fredi,
"Mas Dedi,"
Panggil si Mbok,
Fredi mengangguk pelan,
"Ya Mbok,"
Jawab Fredi,
Si Mbok tampak tersenyum tipis,
"Sejujurnya, Mbok melihat Mas Dedi saat ini sudah jauh lebih baik, sudah mulai bisa tersenyum itu saja bisa menjadi bukti jika Mas Dedi saat ini sudah mulai kuat menerima kenyataan,"
Fredi mengangguk, iya iya saja karena pastinya ia bisa tersenyum karena ia bukan Dedi yang sebenarnya,
"Mbok akan memberikan barang-barang milik Mbak Amelia, tapi berjanjilah pada si Mbok jika Mas Dedi jangan kembali terlalu bersedih lagi, hingga mengurung diri dan tak mau makan lagi, tak mau berinteraksi dengan orang lain lagi, tetaplah seperti ini, bisa kembali hidup normal,"
Kata Mbok Sur dengan wajah dan tatapan yang menyiratkan ketulusan,
Fredi pun mengangguk,
"Iya Mbok, aku janji,"
Kata Fredi,
Bahkan aku janji akan mengungkap semua misteri ini agar aku bisa pulang. Batin Fredi meneruskan kata-katanya.
...****************...