Immortal Love

Immortal Love
First Day



Oke. Shane tahu ini adalah hal gila yang pernah ia lakukan seumuran hidup.


Menerima tawaran untuk bekerja di CRG, adalah hal yang sudah ia kubur jauh...dan sangat jauh dalam hidupnya.


Setelah apa yang presdir itu lakukan, Shane sudah tak memiliki minat untuk bekerja sebagai karyawan kantoran. Lebih baik bekerja sebagai pelayan di kedai, dari pada harus berurusan dengan pria yang sudah ia kutuk dalam hati.


Shane berusaha sebisa mungkin agar tidak berurusan dengan sosok Choi tersebut. Namun kedatangan pria bermarga 'Hwang' ke kediamannya hari itu, membuat Shane berpikir dua kali jika harus menolak tawaran pekerjaan yang sangat bergengsi itu.


Kalian bisa menghujat Shane sekarang ini bahwa dia adalah wanita materialistis karena tergiur dengan gaji 23 juta. Tapi bukan itu inti permasalahannya.


Apa yang Sejun katakan mengenai keluarganya yang masih memiliki hutang dari berbagai macam pihak lah yang menjadi pertimbangan.


Alasan mengapa wanita itu ingin mencari pekerjaan adalah, karena hutang yang melilit kedua orang tuanya.


Asuransi yang seharusnya menjadi pertanggungan untuk Ayah dan Ibunya, telah habis terpakai untuk melakukan pelunasan pinjaman di berbagai tempat.


Mulai dari Bank, perusahaan tempat Ayahnya bekerja, serta berbagai pelayanan KSP, dimana kedua orang tuanya datang menjajakan kaki demi meminjam lembaran-lembaran uang.


Keputusan paling berat yang harus ia ambil dalam hidupnya.


Sekali lagi, ia berusaha menyingkirkan ego karena amarah, agar semua hal dalam hidupnya bisa berjalan dengan baik.


Tidak ada untungnya jika ia marah terus menerus.


Ini bukan karena terpaksa, tapi Shane sekarang ikhlas jika harus bekerja dan berurusan dengan sosok Yoon Oh.


'Ini hanya untuk Ibu dan Ayah. Aku bekerja demi kalian. Mungkin hanya ini yang bisa ku berikan pada kalian sebagai tanda terima kasihku karena Ibu dan Ayah sudah merawat ku dengan baik dari kecil hingga dewasa seperti ini. Maaf jika Shane belum bisa memberikan apa yang Ibu dan Ayah inginkan.'


Ia menggumam dalam hati. Memejamkan matanya rapat-rapat, berusaha menenangkan diri sebelum ia berangkat kerja.


Ya, hari ini ia mulai berangkat kerja sebagai sekretaris pribadi Yoon Oh di perusahaan Crown Royal Group. Bukan lagi sebagai pelayan di kedai ramen.


Hari ini ia mencoba memakai baju terbaiknya. Baju lama namun masih terlihat baru karena Shane jarang memakainya. Terakhir kali ia memakai pakaian ini saat datang wawancara di sebuah perusahaan.


"Asik...yang mau kerja sebagai pegawai kantoran, nih." Chaeri tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar mandi dengan bathrobe yang masih membungkus tubuhnya.


"Jangan mengacau, Ri." sungut Shane yang tengah sibuk memoles lipstik berwarna Peach Nude yang ia beli beberapa waktu lalu.


CATAT! Ia hanya memakainya agar ia tak terlihat pucat di hari pertama ia bekerja. Pria itu mungkin akan mencaci-makinya dengan omelan ini dan itu, karena dirinya terlihat seperti mayat hidup yang tengah berjalan.


Warna yang ia pilih juga terkesan simple. Ia tidak mau presdirnya berpikir bahwa ia sedang berusaha untuk menarik perhatiannya dengan warna lipstik di bibirnya.


Ah, sudahlah. Shane tidak mau memikirkan kejadian beberapa minggu yang lalu.


"Oh iya, Shane. Katanya Sejun, dia yang akan menjemputmu datang kemari."


"Hem...aku sudah tahu itu."


"...bersama dengan Presdir."


Shane tersedak air ludahnya sendiri. Dirinya pun berbalik menatap Chaeri dengan raut wajah yang sangat terkejut. "A-apa kau bilang?"


"I-iya itu. Katanya Sejun, Presdir juga akan datang menjemputmu hari ini."


"Di sini?" Ia menunjuk ke bawah lantai.


"Ya...dimana lagi. Kau kan tinggal di sini." Setelah itu, Chaeri mengedikkan bahunya.


Telinganya tidak salah tangkap bukan. Choi Yoon Oh dan Hwang Sejun akan datang ke sini menjemputnya.


Itu bukan candaan kan?


Mana mungkin Presdir yang angkuh itu mau datang jauh-jauh dari rumahnya hanya untuk menjemput sekretaris yang belum genap 24 jam tersebut.


Baginya ini aneh. Seharusnya orang angkuh seperti Yoon tersebut tidak usah repot-repot menjemputnya. Ia bisa berjalan kaki menuju halte, kemudian berangkat menggunakan bus. Sesimpel itu saja.


Namun tiba-tiba...


Bunyi bel Apartemen terdengar dari luar sana. Sepertinya seseorang sudah menekan tombol tersebut.


'Jangan-jangan mereka datang?' pikirnya dalam hati.


Shane tak langsung mendekat ke arah pintu, melainkan Chaeri sang Tuan rumah datang mendekat, dan melihat satu wajah di layar interphone.


"Oh, i-iya...baiklah. Aku segera ke sana." Shane buru-buru merapikan riasannya dan segera bergegas keluar kamar untuk menemui Sejun.


Ternyata benar, di sana ada Sejun yang berdiri menunggunya di balik pintu. Chaeri sudah menyampaikan pesan agar Sejun mau menunggunya sebentar, dan akhirnya Shane keluar dari Apartemen.


"Kau membawa Presdir?" tanya Shane spontan saat melihat rupa Sejun yang sudah rapi dengan balutan jas formalnya menuju kantor.


Laki-laki itu mendengus kasar sambil merotasikan bola matanya. "Dia memaksa ku."


Inilah cobaan di hari pertama bekerja. Yoon Oh mulai mengujinya dari hal sekecil ini.


Tentang sebuah rasa akan ketertarikan lawan jenis.


***


Selama perjalanan menuju kantor, baik Shane, Sejun, dan juga Yoon Oh Mereka bertiga sama sekali tidak bertegur sapa.


Tadi Yoon Oh hanya melempar senyum tipis selama beberapa detik. Ia meliriknya dan ikut membalas senyum tersebut.


Sedikit canggung saat berdekatan dengan Presdir CRG, apalagi saat ini posisi mereka duduk bersebelahan di kursi penumpang, sedangkan Sejun fokus menyetir di depan.


Shane tak suka berada di situasi yang terasa menekan dirinya. Mungkin pria itu hanya biasa-biasa saja saat ini, tapi bagi Shane wanita itu sudah mirip cacing kepanasan.


Satu atmosfer dengan Yoon Oh membuatnya sulit untuk berkonsentrasi. Ia memikirkan tentang kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi padanya setelah tiba di kantor nanti.


'Semoga saja dia tidak mencercaku sampai di kantor. Aku tahu dia masih dendam padaku.'


Yoon Oh yang tahu kalau dirinya sedang di lirik oleh perempuan itu hanya menyunggingkan satu sudut bibirnya.


Sepertinya wanita itu mulai tertarik padanya.


"Presdir, kita sudah sampai di kantor." tegur Sejun merasa suasana mulai terasa semakin kaku. Antara dua insan tersebut, tak ada suara yang tercipta selama 30 menit perjalanan. Diam seperti tak saling mengenal, padahal hubungan mereka bukan sekedar orang asing lagi.


Melainkan Bos dan juga Sekretaris.


"Tolong siapkan berkas untuk pertemuan hari ini, aku dan Shane akan segera ke sana dengan Ha Joon."


"Anda yakin tidak ingin saya saja yang mengantar anda?" Sejun terlihat ragu dengan ucapan Yoon Oh barusan.


Pria yang di tanyanya hanya menggeleng sambil tersenyum, "Tugasmu mengawasi perusahaan saat aku tidak ada."


Kalau sudah seperti ini Sejun sama sekali tidak bisa membantahnya. Ini masih jam kerja, dan batasan yang berlaku antara dirinya dan juga Yoon Oh.


Meski mereka bersahabat sejak kecil, tapi Sejun tahu batasan dimana ia akan bersikap hormat pada atasan, dan bersikap layaknya teman biasa pada seorang sahabat.


Setelah mengiyakan perkataan Yon Oh, Sejun mengeluarkan beberapa map di sana dan langsung memberikannya pada Shane yang menatapnya dengan bingung. Memberikan satu anggukan agar Shane menuruti perkataan pria itu seperti yang sudah mereka bahas sebelumnya di pertemuan.


Sejun langsung keluar dari dalam mobil dan menghampiri Ha Joon di sebrang yang sudah membungkuk hormat akan kedatangannya.


"Tolong awasi Presdir dan sekretaris barunya. Laporkan apapun yang menurutmu mencurigakan padaku."


"Baik Tuan." Ha Joon yang merupakan tangan kanan Sejun hanya mengangguk patuh saat ia memberinya sebuah tugas untuk memata-matai Presdirnya tersebut.


"Satu lagi, jangan sampai Presdir tahu. Karirmu mungkin akan berakhir jika dia tahu aku menyuruhmu untuk memata-matai nya."


Sekali lagi, Ha Joon mengangguk. Sejun menepuk pundaknya, kemudian berlalu meninggalkan pelataran kantor secepat mungkin.


Ha Joon kemudian masuk ke dalam mobil. Mengenakan seat belt-nya, kemudian mengendarai mobil itu pergi dari lobby kantor.


Jangan kira Yoon Oh tidak melihat interaksi keduanya dari balik kaca mobil. Yoon Oh tahu, pasti Sejun sudah memerintahkan sesuatu pada Ha Joon untuknya. Tapi ia tidak ingin ambil pusing. Anggap saja itu bagian dari rencana Sejun. Pria itu memang selalu memata matai gerakannya setiap saat.


Buat apalagi jika pria tersebut tidak melaporkannya pada Chang Kyung, Ayah Choi Yoon Oh


"Mulai hari ini dan seterusnya, kau Nona Kim...akan menjadi sekretaris pribadi saya." Ia mengulurkan tangannya, "Selamat datang di Perusahaan CRG, semua kau betah bekerja dengan orang sepertiku."


Shane yang gugup pun membalas jabatan tangan tersebut, "Terima kasih Presdir atas kesempatannya. Saya berjanji akan berusaha bekerja secara profesional seperti yang anda inginkan."


Dan begitulah Shane di hari pertama bekerja. Sibuk menemani Yoon Oh sana sini dengan pertemuan yang terjadi hari itu. Ia tak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, tapi ia harap semoga saja tak ada hal yang membuatnya merasa rugi karena telah bekerja bersama Yoon Oh


***


To Be Continue...