Immortal Love

Immortal Love
Berubah



Prince of Wolf bagian 18


Oleh Sept


Raja serigala murka ketika bangsa Peri sudah mengubah putrinya yang berharga, Aubrey kini tidak sepertinya sebelumnya. Satu-satunya yang sama hanya cara gadis itu menatap Edward. Meski dalam kaca, Aubrey seolah sedang menatap ayahnya, Rasa serigala yang ditakuti para penghuni kastil dan hutan terlarang.


Serigala abu-abu yang baru dinobatkan itu akhirnya mengamuk, merasa bangsa Peri sudah memanipulasi Aubrey.


"Kalian ... aku tidak akan diam!"


BRUAKKK ...


Edward yang masih dalam rupa serigala, mengibaskan kepala, membuat sebuah angin kencang berhembus dan benda-benda di dekatnya terdorong membentur satu sama lain.


Akhirnya perkelahian pun tidak terhindarkan, Edward yang dikuasai api kemarahan, terus menyerang dengan brutal. Tidak peduli jumlah mereka yang banyak, ia hanya ingin mengambil putrinya yang tertawan di sana.


"HENTIKAN!"


Seorang pemimpin bangsa Peri dengan rambut panjang warna putih tiba-tiba muncul dan menekan jantung Edward. Menghentikan serigala abu-abu yang tengah dikuasai kemarahan itu.


"Kau muncul juga! Berikan putriku padaku!" sentak Edward marah, tapi ia tidak bisa mengerakkan tubuhnya.


"Princess Aubrey," panggil pemimpin bangsa Peri yang sangat disegani.


Seorang gadis muncul, tanpa ekor emas yang selama ini menjadi jati dirinya. Kini rambutnya menjadi putih merata, seketika Aubrey menjelma dengan pakaian layaknya bangsa Peri.


Bahkan telinga gadis itu pun berubah, Aubrey bukan lagi serigala kecil milik Edward dan Amora. Ia kini sudah menjadi bagian dari bangsa Peri setelah melepaskan kemampuan sebagai serigala.


"Aubrey!" panggil Edward.


Aubrey hanya menatap, kemudian menundukkan wajah. Ia sedikit-sedikit membungkuk dan menaruh hormat para tamu yang merupakan raja tersebut.


"Tolong tinggalkan tempat ini," ucap Aubrey lembut. Anak yang biasanya kasar itu berubah menjadi lemah lembut. Jelas jiwa Aubrey sudah tertukar.


"Kalian apakan putriku?" teriak Edward Emosi.


"Kau dengar sendiri? Dia bahkan tidak mau ikut denganmu. Tolong ... tinggalkan tempat ini."


"Kalian!!"


"Tidak kah anak laki-laki itu cukup bagimu?"


DEG


Seketika angin langsung berhenti. Edward tidak percaya, Aubrey mengatakan hal itu.


"Ini bukan tempatmu! Ikut denganku!"


Aubrey menggeleng.


"Bukan ... ini tempatku. Sejak dulu bukan kah kau ingin memusnahkan aku? Sekarang aku kabulkan apa yang kamu mau."


"Aubrey!" sentak Edward marah karena merasa putrinya sangat kurang dihajar.


"Kenapa marah? Aku masih ingat ... aku masih bisa merasakan panas api meski belum menyentuh tubuhku!"


Edward diam seketika, waktu itu Aubrey masih berusia beberapa hari, tapi anak itu masih ingat. Bagaimana ia ingin membakar putrinya sendiri hanya karena tidak sesuai apa yang Edward mau.


"Hentikan!"


"Kenapa? Kembali lah, sebelum aku mengatakan semuanya. Segala sesuatu yang akan membuat jantungmu sakit!" ucap Aubrey dengan sorot mata yang menghujam.


Edward menyeringai marah, ia kemudian melotot pada pimpinan bangsa Peri. Pasti mereka semua sudah mencuci otak putrinya, hingga Aubrey sangat benci pada dirinya.


"Kau tidak akan mendapat apapun dari sini. Kembali lah!" titah pimpinan bangsa Peri kemudian.


"Aku tidak akan pergi dengan tangan kosong!"


Edward mendekat dengan cepat ia memukul tengkuk Aubrey. Seketika putrinya itu langsung pingsan.


"Apa yang kau lakukan?"


WUSHHHH ...


Bersama dengan angin yang bergemuru, tiba-tiba Edward menghilang bersama Aubrey. Bersambung