Immortal Love

Immortal Love
Tahta



Prince of Wolf bagian 17


Oleh Sept


Hari Penobatan


Seekor serigala abu-abu terlihat duduk di atas singgahsana. Sebuah mahkota emas dengan swarovski terletak di atas kepalanya yang dipenuhi bulu.


Edward telah kembali, dan tepat saat langit mulai menggelap karena gerhana total, maka saatnya Edward akan dinobatkan sebagai Raja. Dengan Amora yang kini duduk di kursi lain yang sama megahnya dengan singgahsana yang kini ia duduki.


Seluruh penghuni kastil tersebut menaruh hormat, satu persatu mulai membungkuk dan berlutut.


"Hidup Yang Mulia Edward!"


"Hidup Yang Mulia!"


Ribuan kata agung diserukan untuk menyambut pemimpin mereka semua. Semua mahluk bersuka cita, merayakan hari Penobatan tersebut. Lain halnya dengan Amora, sang ratu tampak murung karena kehilangan putri pertamanya.


"Aku akan mendapatkannya lagi! Akan kubawa Aubrey segera setelah ritual ini selesai!" ucap Sang raja serigala dengan tegas.


Amora menatap dengan penuh harap, kemudian menggengam tangan sang raja yang kini masih dalam wujud serigala.


Sesaat kemudian, setelah langit mulai cerah, tuan Smit datang dengan jubah merah berbenang emas pilihan. Seketika, Edward berubah wujud menjadi manusia.


Raja serigala itu kemudian menyapa semua penghuni kastil tua. Kemudian mengulurkan tangan pada Amora.


"Berikan hormat kalian pada Ratu Amora dan calon pangeran yang kini tengah ia kandung!"


Lautan manusia itu kemudian semakin riuh. Mereka berteriak kencang mengucapkan selamat atas kehamilan kedua sang Ratu.


"Hidup sang Ratu!"


"Hidup Ratu Amora!"


"Hidup calon Pangeran!"


Semua kembali tenang ketika Edward meminta.


"Akan ada pesta besar-besaran dari kerajan ini. Kalian ... bersenang-senanglah!" titah Raja Edward.


Selesai menyapa seluruh rakyatnya, Edward kemudian menggandeng tangan Amora, ratunya. Ya, semalam perut Amora membesar. Sepertinya, calon Pangeran sudah ingin melihat ke dunia. Semua terjadi sesuatu ramalan dari langit.


***


Di sebuah aula yang sangat luas dengan bunga segar yang memenuhi sekelilingnya. Amora berjalan sambil lengannya dipegang oleh sang Raja.


"Aku akan pergi setelah ini," ucap Raja baru Edward.


Amora mengengam tangan Edward erat. Sungguh berat melepaskan rajanya itu. Tapi ia juga ingin Aubrey bersama mereka.


"Tidak akan!"


WUSHHHH ...


Edward kembali menjadi serigala, tapi sekarang dalam balik bulunya yang ada di dahi, sebuah crown tergambar seperti tato hidup. Ia menyala terang saat bulunya tersibak.


Ya, Edward bukan raja serigala sembarang. Dia adalah penguasa dari segala mahluk yang ada di sana. Penguasa jutaan penduduk kastil dan banyak mahluk di luaran sana.


"Kau akan sendiri?"


Amora mencoba mencegah.


Edward menjawab dengan aungan, kemudian langsung melompat dari jendela. Serigala itu lenyap di tengah-tengah kerumunan manusia dan para rakyatnya.


***


"Meskipun kau raja, ini bukan istanamu! Silahkan tinggalkan wilayah ini!"


Salah satu bangsa Peri tidak menyukai kehadiran Edward yang tiba-tiba akan menembus gerbang kerajan Peri.


"Aku hanya ingin putriku, jika kalian tidak memberikannya ... maka jalan satu-satunya aku harus merebutnya dari kalian."


Pimpinan bangsa Peri mendadak muncul bersama kabut tipis.


"Aubrey tidak di sini!" ucapnya serius.


"Di mana dia?"


Pimpinan bangsa Peri kemudian menatap langit.


"Apa yang kau lakukan padanya?" teriak Edward menyeringai.


"Bukan kami! Tapi kau! Kau sudah menukar hidupmu dengannya."


Edward tersulut, ia meperlihatkan taringnya yang tajam.


"Katakan di mana dia?"


Sebuah tembok di samping Edward seketika berubah menjadi seperti kaca bengala. Sebuan cermin besar itu tiba-tiba muncul dan memperlihatkan wujud Aubrey sekarang ini.


"Apa yang sudah kalian lakukan?"


BRUAKKK


Raja Edward menyerang para bangsa Peri karena sudah merubah putrinya. BERSAMBUNG