Immortal Love

Immortal Love
2 Sisi



Prince Of Wolf Bagian 22


Oleh Sept


Mendung gelap menyelimuti kastil, rangkaian awan hitam pekat berarak dan berhenti tepat di atas bangunan istana yang megah tapi terlihat suram. Aura kegelapan tiba-tiba begitu terasa di sekitar sana. Kini para penjaga sedang bersiap siaga, tersirat kabar bahwa akan ada sesuatu yang buruk yang terjadi malam ini.


Tap tap tap


Suara alas kaki yang terdengar begitu lantang terus bersahutan. Satu persatu pelayan keluar masuk dengan buru-buru di dalam kastil, tepatnya di salah satu ruang yang paling penting.


Tuan Smit memerintah semuanya untuk mencari tabib terbalik, karena Amora sudah menunjukkan segala bentuk penolakan akan obat yang diberikan.


Sementara itu, Edward yang biasanya sangat garang saat memimpin pertempuran, kini terlihat hanya duduk di tepi ranjang sembari tangannya menyentuh tangan Amora.


Amora telah menua, segala sihir telah diberikan tapi yang mulai ratu dari penguasa tersebut tidak bisa melawan takdir. Amora adalah asli bangsa manusia, dia bisa mati karena faktor usia atau sakit yang tiba-tiba datang sewaktu-waktu.


"Kau yakin akan pergi, Ratuku?" tanya Edward sembari tangannya terus menggenggam jemari Amora yang mulai tidak mulus lagi. Sedangkan Edward, sang raja tetap gagah perkasa. Tidak bisa menua karena Edward sejatinya tidak bisa musnah.


Ditanya seperti itu, Amora hanya berkedip pelan. Kemudian mengatakan sebuah kata yang sulit untuk didengar, tapi Edward paham. Bahwa itu adalah nama putri pertamanya. Ya, Amora sepertinya ingin bertemu dengan Aubrey, putri mereka yang harus terasing karena memiliki sesuatu yang bisa menghancurkan segalanya.


"Aubr-rey ..."


Amora terus menggumamkan nama sang putri, Aubrey yang selalu ia rindukan selama ini. Sulit bagi Edward untuk membuat keduanya bertemu, karena Aubrey bisa menjadi petaka untuk yang lain. Tapi saat melihat kondisi Amora, akhirnya Edward sang raja tersebut mengambil keputusan. Hari itu, ia membuka gerbang rahasia, melepaskan Aubrey. Membiarkan putri yang terasing itu untuk bertemu dan kembali ke kastilnya.


Sementara itu, pangeran Arthur yang tidak mengerti apa-apa, ia sangat terkejut saat di kastil tersebut penjagaan sangat diperketat.


"Paman! Apa akan terjadi perang?" tanya pangeran Arthur pada tuan Smit.


Tuan Smit hanya melirik, kemudian menyiapkan sesuatu untuk melindungi keluarga kerajaan.


"Paman!" sentak pangeran Arthur yang merasa diabaian.


Arthur yang kesal kemudian pergi menemui ibunya. Di mana dia merasa heran, karena dilarang masuk.


"Apa-apaan kalian ini?"


Jelas Arthur marah, karena dijalani bertemu dengan ibunya.


"Maaf Pangeran Arthur, ini perintah yang Mulia raja."


Mendengar jawaban yang tidak masuk akal, Arthur terus saja mendesak masuk. Hingga ia harus menghadapi para pengawal yang jelas tidak akan menyakiti Arthur dengan berani.


"ARTHUR!" teriak Edward marah.


"Yang Mulia!"


Semua langsung menundukkan wajah, takut terkena murka sang raja. Suara yang menggema itu, membuat para mahluk di sana langsung merunduk.


Sedangkan Arthur, dia kemudian mendekati sang raja.


Hingga datang rombongan pengawal yang mengawal Aubrey, saat Aubrey semakin mendekat, Arthur langsung menatapnya tajam.


"Siapa gadis itu?" tanya pangeran Arthur ketika matanya saling bertemu dengan saudara perempuannya yang baru bertemu sekali tersebut, dan ini adalah pertemuan yang kedua bagi mereka.


Putri Aubrey memberikan hormat pada sang raja, kemudian kembali berjalan melewati pangeran Arthur.


"Mengapa dia boleh masuk ke kamar ratu? Sedangkan yang Mulia menghalangiku?" protes pangeran.


Lagi-lagi Edward tidak menjawab, ia malah berbalik. Meninggalkan putranya yang diliputi banyak pertanyaan.


"Yang Mulia!" panggil Arthur marah karena diabaikan.


"AYAH!" sentak Arthur, kemudian membuat semua orang menatapnya.


Semua pelayan semakin menundukkan wajah dalam-dalam, sedangkan Arthur, ia langsung menghalangi langkah sang raja.


Edward kemudian berubah menjadi serigala, ia langsung melompat keluar, diikuti oleh Arthur yang berubah menjadi serigala yang serupa, dua serigala abu-abu itu melompat dari atas, keluar dari jendela besar kemudian masuk ke dalam hutan.


Sementara itu, di tempat lain, Amora menatap penuh senyum. Rasanya ia sangat merindukan moment ini, di mana ia mengusap kepala Aubrey penuh cinta. Ya, Aubrey merebahkan kepalanya di pangkuan sang ratu. Sama rindunya, dan Aubrey bisa merasakan sesuatu, sesuatu yang akan menjadi pertanda buruk.


"Tidak ... aku tidak marah lagi pada ibu," kata Aubrey yang bisa mengerti apa yang dipikirkan oleh ibunya. Aubrey menggenggam tangan Amora, ia bisa merasakan bahwa Amora sangat menyesal karena tidak bisa melakukan apapun untuknya.


"Arthur cukup hebat, tapi dia tidak sekuat aku," ucap Aubrey kemudian menitihkan air mata.


"Jangan ... jangan pergi dulu. Atau aku tidak akan memaafkanmu."


Aubrey pun bangun, kemudian memeluk ibunya yang lama ia rindukan. Hanya karena terlahir menjadi seorang wanita, segalanya tidak mudah baginya. Arthur menjadi bintang, sedangkan dia ... dia akan selalu menjadi gerhana yang akan ditakuti kemunculannya.


"Hidup lah seribu tahun lagi ... tebus segala rasa bersalahmu padaku," bisik Aubrey, kemudian meniupkan sesuatu yang tiba-tiba seperti serbuk dan asap keluar dari ujung bibirnya.


Dengan perlahan, hitungan detik, Amora tiba-tiba berubah. Manusia yang tidak bisa menolak kematian itu, perlahan kulitnya berkilau. Keriput yang semula melapisi tubuh Amora, mendadak sirna.


Ada harga yang harus dibayar Edward untuk semua ini. Ya, tidak ada makan siang gratis. Aubrey yang terasing meminta keadilan. Setelah apa yang ia lakukan pada yang mulai ratu, selanjutnya ia akan menguasai kastil. Karena Arthur tidak memiliki kekuatan yang besar sepertinya.


Ada dua jiwa yang bertolak belakang pada diri Aubrey, antara membalas dendam, dan hanya menginginkan keluarganya kembali. Dua roh sudah bersiteru di tubuh yang sama, Aubrey bisa berubah kapan saja. Menjadi Malaikat yang mampu melindungi siapa saja, atau menjadi iblishhh yang menebar petaka saat ia menginginkannya.


Sudah putus asa, tidak mau kehilangan Amora, sang raja sepertinya melakukan perjanjian rahasia dengan putrinya yang pernah ia ingin bakar hidup-hidup.


Bagaimana kisah selanjutnya?


Season 1 END


Lanjut season 2


Bersambung