
Semenjak Zaki memaki nya tempo hari Adella memilih menjauh jika Zaki berada di rumah. Adella tidak tau apa yg membuat Zaki begitu membenci nya.
Adella ingat saat tak sengaja tertidur d ranjang Dion, ia merasa ada seseorang yg mencium kening dan menyelimuti kaki nya. Tapi saat dia terbangun ia hanya melihat siluet seorang pria yg menutup pintu.
Adella tak berharap apa apa. Ia hanya ingin menjalani pekerjaan dengan baik agar tidak mengecewakan. Dan sekarang keinginan nya jadi bertambah, ia berharap kedua majikan nya segera pulang dan kembali ke rumah mereka. Ia sudah tidak betah berlama-lama berada di sini.
Hari ini adalah weekend, Dion tengah belajar berenang dengan Zaki. Tentu saja Adella tidak berani mendekat, ia takut nanti ada kesalahan. Karena ia selalu salah d mata kakak majikan nya itu.
"Adel, tolong antar cemilan ini kepada tuan Zaki" Ucap salah seorang pelayan
"Maaf Bu, bagaimana kalau ibu saja yg antar??? saya gak berani" balas Adella memelas.
"Aduuh,, ibu gak bisa del.. Ibu lagi repot mau masak makan siang. Lagipula mana tau den Dion udah selesai. Jadi gak mungkin ibu bolak balik manggil kamu"
"Ya udah deh bu" ucap Adella terpaksa.
Ia membawa nampan berisi makanan dan minuman. Saat kaki nya hampir sampai, ia melihat pemandangan yg sedikit membuat panas dingin.
Dimana Zaki berdiri d tepi kolam bertelanjang dada, dengan otot yg yg sangat bagus. Kata orang orang sih sixpack...
Adella terpesona, apalagi dengan rambut basah dan tetesan air yg mengalir d leher.
"Hei, ngapain kamu disana??? " teriakan Zaki membuat Adella tersadar.
Ia segera meletakkan cemilan d atas meja dan berencana segera pergi..
"Kak Adel, Dion dah selesai" panggilan Dion membuat Adella mengurungkan niat nya.
Adella berjalan tergesa saat melihat bibir Dion sudah biru dan gemetar..
Tapi malang untuk nya, ia tersandung lampu taman di tepi kolam membuat nya terjatuh ke lantai. Karena kurang keseimbangan, membuat nya terjatuh ke dalam kolam.
Zaki dan Dion tertawa melihat Adella yg masuk ke dalam kolam.
"Tolong... tolong... Saya tak bisa berenang" teriak Adella.
Zaki yg awal nya hanya tertawa, karena merasa Adella tengah bercanda. Akhirnya melompat ke dalam kolam, karena tak lagi melihat keberadaan Adella.
Zaki menggapai Adella yg hampir tenggelam. Ia segera membawa Adella keluar dan meletakkan tubuh Adella di tepi kolam..
Zaki panik karena melihat Adella yg tak bergerak, dengan segera memompa perut Adella. Tapi tak ada kemajuan sedikit pun. Akhirnya Zaki mengambil keputusan untuk memberi nafas buatan.
Zaki merasa lega tapi tidak dengan orang orang yg melihat mereka.
Ternyata kedua orang tua nya dan beberapa orang pelayan sudah berdiri d ambang pintu.
Defan melotot melihat adegan yg baru saja ia lihat. Bagaimana tidak, melihat Zaki yg begitu panik melihat Adella membuat otak nya bertanya tanya.
Sedangkan Fatma langsung mendekat, takut terjadi sesuatu yg tidak d ingin kan. Tadi Dion berlari dengan tangis menghampiri nya yg tengah bersantai d ruang keluarga, mengatakan jika Adella tenggelam..
"Kamu gak apa apa Del??? " tanya Fatma.
"Saya tidak apa apa nyonya, maaf"
"Syukur lah" Fatma menghela nafas lega.
Adella mencoba berdiri tapi tidak mampu, ia kembali duduk karena tubuh nya masih lemas.
"Kamu" Fatma menunjuk Danang yg berdiri tak jauh dari lokasi "Tolong gendong Adella dan antar ke kamar nya"
Titah Fatma membuat Zaki melotot tak percaya. Entah kenapa hati nya tak Terima Adella d sentuh Danang.
"Biar aku saja ma,, aku gak mau Danang mencari kesempatan dalam kesempitan" Ucap Zaki lantang
"Terus kamu gak ambil kesempatan???" Tanya Fatma mengejek.
"Ma... " Zaki lagi lagi memelas.
"Gak usah nyonya, tuan, saya bisa jalan sendiri" tolak Adella takut merepotkan..
Adella berdiri tapi badan nya tidak seimbang membuat Zaki dengan cepat menggendong nya dengan gaya bridal.
Adella hanya diam dan menunduk kan kepala. Malu sekaligus takut melihat tatapan Zaki..
.
.
.