
Sudah 2 hari ini Adella tidak d izinkan oleh Fatma bekerja. Dan selama itu juga Adella tidak melihat batang hidung Zaki..
Bukan merasa kecewa. Adella bahkan sangat bersyukur.
Pagi ini Adella kembali melakukan aktivitas seperti biasanya. Ia juga sudah mendapatkan informasi jika Rafael dan Zefa akan pulang hari ini..
Mereka sekeluarga menjemput Pasangan itu ke bandara.
Tentu saja Adella tidak ikut karena dia bukan keluarga dan merasa tidak pantas...
Kedatangan Rafael dan Zefa membuat senyuman Adella keluar. Walau bagaimanapun Zefa sudah sangat baik kepada Adella, bahkan Adella sudah menganggap Zefa seperti kakak nya sendiri..
Zefa tak segan memeluk para pelayan d rumah keluarga Anggara, bahkan Adella tentu nya.
"Bagaimana keadaan mu???" tanya Zefa saat melerai pelukan
"Saya sudah lebih baik Bu"
"Kamu bereskan semua barang Dion, besok kita pulang. Malam ini kita akan tidur di sini"
Adella mengangguk dan segera berlalu menuju kamar Dion. Jangan tanya bagaimana hati nya, tentu saja merasa sangat sangat bahagia.
Saat mencapai anak tangga terakhir mata bersirobok dengan mata yg sudah 2 hari tak di lihat nya.
Ya mata hazel punya Zaki seolah ingin menerkam nya hidup hidup .
Adella menundukkan kepala dan berjalan cepat menuju kamar Dion..
.
.
Sementara itu, gelak tawa terdengar dari ruang keluarga. Zefa begitu antusias menceritakan pengalaman nya saat d Paris.
Zefa juga mengeluarkan semua oleh oleh yg ia bawa dan segera membagikan nya kepada semua anggota keluarga Anggara , tak terkecuali para pelayan dan anak anak panti tempat Adella d besarkan.
Zefa juga menyisihkan beberapa oleh oleh untuk pelayan nya d rumah.
"Ini untuk siapa nak??!" tanya Fatma.
"Ooh, jam tangan untuk Adella dan Azka. Biar mereka bisa saling terhubung walaupun berjauhan"
Fatma tersenyum karena dia tau siapa Azka yg d maksud Zefa.Tapi tidak dengan Zaki, dia sedikit was was mendengar nama pria asing yg d sebut oleh Zefa. Bertanya pun ia enggan karena takut membuat keluarga nya curiga.
"Besok kami kembali ke rumah ma. makasih ya ma udah jaga anak anak Zefa"
"Kamu bicara apa, sudah seharusnya kami menjaga anak anak mu. Karena mereka juga cucu kami. Kamu istirahat gih, bawa suami mu juga. Kalian pasti capek."
Zefa dan Rafael berlalu menuju kamar.
"Azka siapa ma??" tanya Zaki kepada Fatma yg tengah sibuk menyusun oleh oleh yg d bawa Zefa.
Fatma melirik suami yg menampilkan wajah datar.
"Hmmm,, kata Zefa sih orang yg sangat berarti buat Adella" ucap Fatma tersenyum samar dan kembali ke aktivitas nya tadi.
Jawaban Fatma membuat Zaki terdiam dan ia pun segera beranjak dari hadapan orang tua nya.
Entah kenapa jawaban Fatma tadi membuat jantung Zaki berdetak tak karuan. Marah dan kecewa di rasakan Zaki saat ini.
"Kayak nya kita bakal pesta lagi nih pa" ucap Fatma melirik Defan yg tengah sibuk menatap ponsel.
"Jangan ngaco deh ma, umur mereka terpaut jauh. Lagipula Adella hanya......"
"Pa, jangan mulai deh" potong Fatma "Jangan sampai kejadian Zefa terulang ya pa... Mama gak akan pernah maafin papa" Fatma memperingati suami nya
"Bukan itu maksud papa, ma... "
Kalimat Defan terhenti saat Fatma sudah berlalu dari hadapan nya.
.
.