I Love You Baby Sitter

I Love You Baby Sitter
Masa Lalu



"Kenapa kamu tak pernah cerita masalah panti ke kakak???"


Saat ini Adella duduk berdampingan dengan Azka d taman panti. Sesekali Adella tersenyum kepada adik adik nya yg tengah bermain.


"Aku gak mau menambah beban pikiran kakak" jawab Azka lirih.


Adella baru saja mendengar kabar jika pak Widodo meminta uang sewa rumah yg sekarang d tempati ibu dan adik adik nya.


"Tapi sudah seharusnya kakak tau kan Azka??? Agar kita bisa mencari jalan keluar nya sama sama"


"Maafkan aku kk. Ibu juga melarang ku memberi tahu kakak"


"Hah.." Adella menghela napas kasar.


"Jadi kita harus bagaimana kak??? Aku kasihan melihat ibu yg berjuang sendiri."


"Ya kakak tau, kakak juga kasihan kepada ibu"


"Bagaimana jika aku berhenti sekolah saja kak?? Aku bekerja saja membantu ibu dan kakak."


Adella menatap tajam sang adik.


"Kamu pikir tamat SMP bisa bekerja dimana Azka??? Sedangkan aku saja yg tamat SMA hanya bisa jadi pembantu."


"Kerja apa saja kk, asalkan halal dan bisa membantu"


"Gak, kakak gak setuju. Kamu bersabarlah, setahun lagi kamu tamat. Kakak punya sedikit tabungan yg kakak rasa bisa sedikit membantu"


"Bukan nya kakak menabung untuk biaya kuliah kakak nanti???"


Adella tersenyum dan menggeleng.


"Kakak udah nyaman kerja di tempat Bu Zefa. Lagian kalau kuliah bisa kapan saja, Sekarang yg lebih penting untuk kakak adalah ibu, kamu dan adik adik kita"


Adella menatap nanar adik adik nya, jika d jumlah kan ada 10 anak panti yg menjadi tanggung jawab Adella. 6 orang dari mereka masih duduk d sekolah dasar. Sedangkan 4 orang lagi masih balita. Adella akan mengubur cita cita nya demi hidup mereka. Bohong jika ia tak sedih, tapi Adella lebih mementingkan kebahagiaan mereka d banding kebahagiaan nya sendiri.


"Maaf kk" Ucap Azka lirih saat melihat setetes air mata jatuh d sudut mata Adella.


"Apa sih" Adella menepuk pelan bahu sang adik dan bangkit dari posisi duduk nya.


.


.


.


Bu Mila duduk termenung d ranjang menatap nanar ke jendela.


Ingatan nya kembali menyelam saat pertama kali ia membuka panti ini.


Mila dan Mulyadi almarhum suami nya sudah bertahun tahun menikah tapi belum d karuniai buah hati.


Hingga saat itu, berita tentang kematian orang tua Adella yg menjadi tetangga nya sampai ke telinga nya dan suami.


Saat mereka pergi melayat, ia mendengar percakapan Tante Adella yg mengatakan jika mereka lah yg membunuh orang tua Adella.


Mereka melakukan itu semua karena ingin mendapatkan harta yg d miliki orang tua Adella dengan cara mengasuh Adella dan Azka sampai mereka berumur 17 tahun. Karena katanya jika belum berumur 17 maka harta itu tidak bisa d cair kan. Setelah itu mereka akan membuang Adella dan Azka..


Mila menceritakan semua yg d dengar nya kepada suami. Ia prihatin karena selama ini orang tua Adella sudah sangat baik kepada mereka. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa karena itu adalah masalah keluarga.


Adella menderita saat tinggal bersama Tante nya, Mila kerap mendengar tangisan Adella yg masih berumur 6 tahun dan Azka berumur 3 tahun yg d siksa.


Pernah Mila menegur tapi mereka seakan tak peduli, hingga membentak Mila yg berani ikut campur..


Tak tahan Mila mendengar dan menyaksikan penderitaan Adella, ia dan suami nya membawa kabur Adella dan Azka. Dan membawa mereka k kampung halaman sang suami..


Bermodal uang penjualan rumah mereka mengontrak rumah kecil hingga orang tua Widodo menghibahkan sebuah bangunan untuk mereka kelola dan membuat panti asuhan..


Tak ada kendala yg berarti saat itu karena sang suami d angkat karyawan d rumah keluarga Widodo, sampai akhirnya Mulyadi meninggal dunia dan mereka mulai hidup pas Pasan bahkan d bawah garis kemiskinan.


Dan kini Widodo malah meminta uang sewa untuk bangunan yg mereka tempati.


Mila bisa apa, ia tak memiliki surat yg sah. Karena saat itu, ia terlalu percaya kepada orang tua Widodo.


Ia akan membayar dengan apa??? Sedangkan Donatur sudah 3 bulan belakangan ini tidak lagi memberikan sumbangan.


Ia hanya mengandalkan uang kiriman Adella untuk bertahan hidup.