
"Tapi pa... kenapa???" tanya Zaki protes..
"Karena papa sudah berjanji kepada Wijaya agar menjaga mereka dan tak membiarkan mereka terluka. jika kamu menikahi nya maka sudah d pastikan kamu akan mengecewakan Wijaya"
"Aku berjanji akan menjaga Adella dan melindungi nya pa"
"Tidak Zaki, kamu tak akan bisa menjaga nya. Karena kamu tidak mencintainya. Itu akan membuat nya terluka."
"Tidak pa, aku mencintai nya . Sangat mencintai nya pa" ucap Zaki lirih..
"Bagaimana bisa??? kamu jangan mengada ada"
"Aku serius pa.. Aku...."
"Nak .. Kamu yakin??? menikah itu komitmen seumur hidup" kali ini Fatma bersuara.
"Aku tau ma,, aku yakin dengan hati dan perasaan ku"
Fatma menoleh ke arah Defan dan mengangguk. Sedangkan Defan menghela nafas berat nya berkali kali.
"Baiklah, tapi kamu harus berjanji dengan dirimu sendiri jika kamu tidak akan mengecewakan Adella. Papa tidak mau ada perceraian d antara kalian "
Zaki mengangguk mantap, membuat semua yang ada d sana menghela nafas lega.
"Rino, sekarang minta Azka datang. Kita akan membicarakan hal ini Kepada nya" titah Defan.
"Baik om" Rino segera meminta sopir nya agar membawa Azka dan teman nya agar datang.
Azka datang dan mereka mulai menjelaskan semua yg terjadi. Awal nya Azka menolak karena ia tetap tidak mau menjual sang kakak. Tapi melihat kesungguhan Zaki akhirnya Azka mengangguk mantap. Biarlah Adella menikah dengan Zaki daripada dengan Widodo.
Zaki mengurus surat nya dengan sekejap mata, tentu saja karena uang.
Azka membawa Zaki pulang ke kampung dan bertemu dengan Widodo.
Tentu saja Widodo tak terima, tapi kekuatan dan kekayaan Widodo tak sebanding dengan Zaki.Zaki bahkan mengganti uang 2x kali lipat untuk membungkam Widodo.
Hingga hari pernikahan yg d tentukan akhirnya tiba. Tapi bukan pernikahan Adella dan Widodo melainkan Zaki dan Adella.
FLASHBACK OFF...
.
.
.
"Terima kasih Azka" ucap Adella lirih, seraya merentangkan kedua tangannya meminta Azka memeluk.
"Sudah seharusnya aku membantu kak, hanya itu yg bisa kulakukan" jawab Azka menyambut pelukan Adella.
"Sudah, sekarang kalian bersiaplah karena kita akan meninggal kan tempat ini" ucap Fatma menginterupsi.
"Maksud nya nyonya???"
"Mama, panggil saya mama. Karena kamu bukan lagi pengasuh Dion" jawab Fatma seraya tersenyum.
"Iya Del, kita akan pindah dari tempat ini dan kembali ke kota" kali ini Zaki yg bersuara.
"Lalu ibu dan adik adik???"
"Mereka ikut bersama kita, kami sudah mendapatkan tempat yg lebih baik dari sini. Rumah yg sangat nyaman untuk d tinggali ibu dan adik adik mu"
Adella menoleh ke arah Mila yg mengangguk.
"Semua nya sudah siap, kita harus segera sampai karena d sana kita akan melangsungkan pesta pernikahan mu dan Zaki"
Adella dan rombongan keluarga Zaki meninggal kan kampung halaman Mila. Mereka menggunakan mobil menuju kota.
Adella menoleh sekali lagi ke arah rumah, rumah yg menjadi tempat nya tumbuh dan besar.
Sekarang ia dan keluarganya akan memulai kehidupan baru d kota. Dimana status Adella sudah berubah menjadi istri.
Ia melirik ke arah samping melihat Zaki bersandar dan menutup mata.
Entah apa rencana Allah untuk nya, yg pasti Adella akan menerima dengan lapang dada. Entah itu bahagia atau menderita..
.
.
.