I Love You Baby Sitter

I Love You Baby Sitter
Pria tua



6 bulan berlalu tanpa terasa, saat ini Adella tengah berada dalam sebuah bus yg akan mengantarkan nya ke kampung halaman.


Adella mengambil jatah cuti libur selama seminggu. Ia sangat merindukan ibu dan adik adik nya d panti.


Rafael dan Zefa sudah memfasilitasi Adella agar naik pesawat saja, tapi Adella menolak karena takut dengan berita kecelakaan pesawat akhir akhir ini.


Adella seumur umur tidak pernah naik pesawat, apalagi banyak sekali istilah ketika naik kapal terbang tersebut 'Take off, boarding, delay' dan banyak lagi istilah lainnya yg membuat kepala pusing dan ia takut jika akan membuat malu nanti nya.


Lagipula lebih baik naik bus bukan??? karena sepanjang jalan ia bisa melihat pemandangan indah ciptaan Allah.


Bibir tipis berwarna merah jambu itu semakin tersenyum lebar kala ia melihat pagar panti.. Hampir setahun ia tak pulang.


Penampilan Adella pun sudah berubah, ia tak lagi memakai pakaian lusuh, karena Zefa memberikan baju dan sepatu yg sudah tak terpakai. Tentu saja harga satu baju d berikan Zefa sama dengan gaji nya sebulan. Dan semua yg d pakai Adella masih sangat layak pakai, bahkan ada yg masih baru. Membuat Adella semakin cantik dan terlihat sedikit dewasa.


Adella menenteng kardus ukuran besar d tangan kanan dan kiri nya. Kardus yg berisi oleh oleh kiriman Zefa, yg sebagian Zefa beli d Paris tempo hari dan sebagian adalah oleh oleh yg Adella beli sendiri.


Saat Adella sampai d depan pagar, ber tepatan keluar nya beberapa warga yg salah satu nya adalah pak Widodo. Orang yg sudah menghibah kan tanah nya untuk panti asuhan yg d tempati Adella dan adik adik nya.


Setelah menyapa ala kadar nya Adella segera. memasuki rumah yg membuat nya nyaman..


Bak kata pepatah "Sejauh apa pun kau melangkah pergi, kau Pasti akan kembali pulang"


.


.


Widodo menatap kagum wanita yg barusan menyapanya. Sangat Cantik ....


"Apakah gadis yg barusan itu Adella???" tanya nya kepada Asisten nya yg setia.


Saat ini Widodo berada d dalam mobil mewah nya. Setelah ia masuk mobil, satu persatu warga yg tadi berkerumun meninggal kan panti.


"Ya tuan,, dia bekerja d kota sebagai pembantu" jawab Asisten tersebut.


"Itu yg saya dengan dari ibu nya tuan"


"Lebih baik dia menjadi istri ku yg ke 3, aku tak akan membiarkan dia bekerja."


"Tapi apa tuan yakin akan menambah istri??? bagaimana dengan nyonya tua dan muda ??? Apakah mereka akan menyetujui nya???"


"Aku bisa membungkam mulut mereka berdua, dengan uang tentu nya." Senyum smirk menjijikkan d tampil kan oleh Widodo.


Pria paruh baya yg umur nya sudah setengah abad itu yakin bisa mendapatkan Adella.


"Jika mereka tak bisa membayar sewa tanah itu, buat aku bisa menikah dengan Adella"


"Saya yakin mereka tidak bisa membayar nya tuan, bukan kah semua donatur sudah anda ancam agar tidak lagi memberikan sumbangan"


"Hahaha, kau benar. Kau arus semua nya dengan segera, Aku sudah tak sabar membawa nya dalam Kungkungan ku. Aku bahkan sudah membayangkan de**Han lembut nya itu" Tawa Widodo menggelegar,


Asisten setia nya hanya bisa menggelengkan kepala merasa Widodo sudah tidak waras .


Bagaimana mungkin dia menikahi gadis yg sebaya dengan cucu nya????


Tapi ia bisa apa, tak mungkin menolak karena ia juga membutuhkan uang dan pekerjaan..


Ia akan membantu bos nya itu mendapatkan Adella..


.


.


.