
Mbok Mirna membawa Adella ke sebuah kamar anak laki laki yg katanya adalah kamar den Dion, sangat mewah d lantai 2. Kamar serba biru dengan tema astronot itu membuat Adella menatap kagum.. Mata nya mengitari seluruh isi ruangan.
"Adella" panggil Zefa lembut.
Adella menoleh "Maaf Bu, saya terpesona melihat kamar den Dion" Ucap nya jujur..
Zefa mengangguk dan tersenyum. Pernah berada d posisi Adella yg serba kekurangan membuat Zefa maklum.
"Kamu terpesona nya nanti saja, karena mulai hari ini kamu akan sering datang ke dalam kamar ini. Saya ingin memberi tahu semua jadwal Dion padamu"
Adella mengangguk dan mendekat. Zefa duduk d ranjang, sedangkan Adella berdiri tak jauh dari Zefa.
Zefa memberi kan sebuah kertas yg berisi semua jadwal kegiatan Dion. Semua sudah tercatat rapi d sana, bahkan jadwal makanan Dion pun juga ada, apa yg boleh dan tidak boleh dimakan dan waktu untuk makan.
"Aku harap kamu pelajari dan hafal semua nya, karena suami ku tak mau ada kesalahan menyangkut anak anak mereka"
Adella mengangguk.
"Suami ku memang sedikit berlebihan, kadang aku lelah berdebat dengan nya, dia terlalu memanjakan anak anak" Zefa menghela nafas berat.
"Maaf Bu,, menurut saya itu wajar. Karena setiap orang tua pasti ingin yg terbaik untuk anak mereka"
Adella memberi kan pendapat nya.
"Iya, aku juga tau itu. Tapi dia terlalu lebay" Lagi lagi Zefa mengeluh mengingat perilaku sang suami yg sangat over protektif dengan anak.
Adella tidak bisa lagi menjawab, apa yg akan ia jawab? Ia takut terlalu banyak bicara d hari pertama nya bekerja.
"oia, d bagian belakang itu ada kontrak kerja mu Adella. Kamu baca dan pahami, setelah itu tanda tangan"
Adella mengangguk dan membaca nya dengan seksama. Tapi sesuatu membuat nya melotot tak percaya. Bukan karena isi kontrak kerja nya tapi nominal yg tertera.. Masa training 3 bulan saja ia d gaji sebanyak ini.. Ia sungguh tak percaya, ia akan tabungkan uang ini karena ia sudah mendapat jatah makan 3x sehari dan tempat tinggal yg nyaman.
Adella akan bekerja sungguh sungguh..
"Ti.. tidak bu, bahkan ini sangat banyak untuk saya. "
Adella tersenyum canggung.
"Jika kamu lulus masa training dan kerja mu bagus maka gaji yang kamu Terima nanti 2x lipat dari ini, belum lagi nanti akan ada bonus setiap bulan nya"
Adella berbinar, ia tak menyangka akan mendapat majikan yg sangat baik seperti bu Zefa.
"Terima kasih bu, saya berjanji akan bekerja dengan baik"
"Baiklah, sekarang cerita kan tentang dirimu dan keluargamu Adella. Aku ingin tau semua nya"
Adella mengangguk, dan ia mulai bercerita tentang kisah hidup nya. Semua ia cerita kan, kisah pilu dan bagaimana ia hidup serba kekurangan selama ini. Tapi d dalam cerita nya tak sedikit pun Adella mengeluh, bahkan ia bercerita dengan bahagia, terkadang terselip senyum d bibir mungil itu.
Cerita Adella membuat Zefa menitikkan air mata.
"Mendekat lah Adella"
Zefa memeluk Adella erat.
"Jangan panggil aku ibu, panggil saja aku kakak. Dan mulai hari ini aku dan keluargaku juga menjadi keluarga mu" ucap Zefa saat melerai pelukan.
"Maaf Bu, saya gak berani panggil ibu seperti itu. Saya gak enak, terdengar kurang sopan. Maafkan saya"
Zefa mengangguk memaklumi.
"Terserah kamu saja, jika ada apa apa jangan sungkan berbicara dengan ku ya"
Adella mengangguk..