
Pagi hari.
Saat ini Adella tengah mengurus adik adik nya yg akan berangkat sekolah.
Tak lama setelah kepergian mereka sebuah mobil memasuki halaman.
Widodo turun dari mobil setelah d bukakan pintu oleh asisten nya.
Widodo membawa beberapa buah tangan dengan senyum yg mengembang saat melihat Adella yg menanti nya d depan pintu.
Adella merasa tak curiga sama sekali atas kedatangan Widodo. Ia hanya tau jika Widodo akan menagih uang sewa. Adella sudah menyiapkan uang tabungan yg ia punya punya. Paling tidak, uang ini akan cukup untuk membayar sewa beberapa tahun kemudian.
"Silahkan di minum pak,, maaf hanya air saja" ucap Adella yg kemudian duduk d samping ibu Mila.
"Kalian pasti sudah mengetahui alasan kami datang kesini buka???" tanya Widodo.
Adella dan Mila mengangguk.
"Maaf sebelumnya pak, berapa jumlah uang sewa yg harus kami bayar???" tanya Adella ramah.
Widodo menatap Adella tanpa kedip.
"100 juta".
Adella tertegun. Uang sebanyak itu dari mana akan ia dapat kan dan kenapa bisa sebanyak itu. Uang tabungan nya pun tak sampai 10 juta.
"Maaf pak, kami tidak bisa membayar sekarang jika sebanyak itu. Tapi saya akan mencicil nya" Ucap Adella tenang, walau hati nya sangat gundah.
"Saya tidak mau jika kamu mencicil nya, saya ingin uang cash hari ini"
"Hah??? hari ini???" tanya Mila
"Ya, hari ini" jawab Widodo sinis
"Bisakah bapak memberikan saya waktu??? saya akan berusaha untuk membayar nya" Ucap Adella
"Berapa harga waktu yg kamu butuhkan???" tanya Widodo lagi, jika berbicara dengan Adella intonasi suara Widodo berubah lembut.
"1 bulan pak" jawab Adella mantap.
"Semingu waktu yg saya beri"
"Tapi pak"
"Jika kau tak sanggup, maka saya memberi pilihan. "
Kata kata Widodo membuat Adella bertanya tanya.
"Apa itu pak???"
"Kau harus bersedia menjadi istri ke 3 ku. Aku akan menganggap hutang mu lunas dan akan mengubah sertifikat rumah ini atas nama Ibu mu. Dan aku akan memberikan mahar yg banyak untuk mu. Setelah menikah aku akan menafkahi mu dan menjadi donatur tetap panti ini." jawaban Widodo membuat Adella dan Mila melotot tak percaya.
"Saya akan berusaha mencari pinjaman dan membayar semua hutang kami" ucap Mila mantap.
Adella menatap Mila bingung, dari mana Mila akan mendapatkan pinjaman sebanyak itu.
"Baiklah, seminggu lagi saya akan kembali. Jika uang itu tidak ada maka aku akan menikahi mu. Dan ingat.. tidak ada bantahan "
Widodo bangkit dari duduk nya dan melangkah pergi dari kediaman Mila...
Adella memijit pelipisnya.
"Kamu tak usah pikirkan perkataan dia nak, ibu akan berusaha mencari pinjaman " ucap Mila mengelus pelan tangan Adella..
"Tapi Bu,, ibu mau pinjam uang pada siapa??? sedangkan donatur sudah tidak ada lagi"
"Hmmm. Yang jelas ibu akan berusaha sebisa ibu. kamu jangan kuatir "
Adella tersenyum dan mengangguk.
Adella tau dalam waktu yg sangat singkat seperti ini ia dan Mila tak akan bisa membayar.
Entah kenapa keinginan untuk meminjam kepada Zefa membuat nya surut.. Takut sekaligus malu...
Apa sebaik nya ia menerima tawaran pak Widodo????
Ia akan berdiskusi dengan Azka terlebih dahulu. Karena hanya Azka saudara kandung satu satu nya. Dan bukankah Azka juga yg akan menikahkan Adella nanti nya..