
Hari ini Rafael dan Zefa berangkat ke Paris, meninggal kan kedua anak mereka dengan orang tua Zefa. Lambaian tangan mengiringi langkah kaki mereka.
Adella saat ini sedang berada d dalam kamar Dion, menemani Dion yg akan tidur siang.
Setelah beberapa menit Dion terlelap, Adella keluar kamar berencana ingin membereskan sisa mainan Dion d ruang tengah. Di sana ada mbak Santi yg sedang menimang Davina.
Adella bersenandung ria, karena merasa tidak ada majikan d rumah. Tadi tuan Defan dan nyonya Fatma pamit keluar, sedangkan tuan Zaki tidak tau keberadaan nya. Mungkin ia juga keluar pikir Adella..
Pelayan tuan Defan melirik Adella yg memutar mutar tubuh nya sambil bernyanyi hanya menggeleng melihat tingkah laku nya. Mbak Santi tertawa melihat tingkah Adella yg d anggap nya sangat lucu.
Mereka tidak menegur karena suara yg d hasilkan Adella cukup bagus menurut mereka.
Adella mengambil satu mainan Dion dan menjadikan nya microphone.
Dari balkon lantai dua Zaki melihat semua aktifitas Adella, awalnya ia ingin turun ke bawah, tapi melihat penampilan yg menarik membuat nya enggan melangkah..
"Ck, kelakuan nya seperti bocah" ujar Zaki pelan.
Tak lama, ia mendengar suara Dion dari kamar, Zaki segera menyusul dan melihat keponakan nya tengah menangis mencari keberadaan Adella..
Zaki segera menggendong Dion dan membawa nya turun..
"Ekhmm" Deheman Zaki membuat Adella menoleh dan segera menghentikan tarian nya..
"Kalau kamu mau menari harus nya masuk sekolah ballet bukan jadi baby sitter"
Ucap Zaki dingin seraya menyerahkan Dion kepada Adella.
Tapi.....
Tak sengaja tangan Zaki menyentuh dua Squishy Adella, membuat nya melotot..
"Tuaan.. " teriak Adella yg membuat Dion terkejut dan ikut berteriak disertai tangis.
"Apa??? " tanya Zaki.
Zaki kembali mengambil Dion yg menangis dari gendong an Adella.
Dan lagi lagi tangan Zaki menyentuh benda kenyal itu.
"Tuan sengaja ya??? " tanya Adella marah.
"Sengaja apa?? " tanya Zaki bingung.
"Sengaja menyentuh dada saya, saya tidak Terima"
Tuing.....
Zaki terdiam mencerna kata kata Adella.
"Astaga, jadi yg kenyal itu dada nya??? aku pikir ****** Dion.. " ucap Zaki dalam hati.
"Tuan harus tanggung jawab"
Perkataan Zaki membuat Adella terdiam, ia merasa bersalah. Zaki pergi meninggalkan nya dan Dion yg sudah ia duduk an d atas sofa.
"Astaga, bagaimana ini??? bagaimana jika tuan Zaki mengadu kepada pak Rafael,, bisa d pecat aku"
Adella menitipkan Dion kepada mbak Santi, Ia akan menyusul Zaki dan menjelaskan.
Sementara itu, Zaki segera menaiki mobil nya. Ia tertegun d balik kemudi.
Sungguh, tangan nya masih bergetar mengingat benda kenyal itu. Memang badan Adella kurus tapi entah kenapa Zaki merasa jika dada nya lumayan. Ia rasa cukup untuk telapak tangan nya yg besar.
Ah.. membayangkan nya saja membuat sesuatu dalam diri Zaki meronta dan berdiri..
Ada apa dengan nya???
Tidak mungkin tubuh nya tertarik dengan Adella, wanita yg hanya berstatus baby sitter keponakan nya..
Tok tok tok..
Di tengah lamunan nya Zaki menyadari jika ada yg mengetuk kaca mobil nya dan ternyata itu adalah Adella..
"Mau apa lagi kamu??? " tanya Zaki sedikit kesal setelah membuka kaca mobil nya.
Adella hanya menampilkan senyum konyol.
"Tuan, saya mohon jangan bilang kepada pak Rafael kelakuan saya tadi"
Zaki mengernyit bingung. Ternyata Adella takut dengan ancaman nya tadi, lagian siapa juga yg akan mengadu.
"Saya akan tetap laporkan kamu" Ucap Zaki
"Yah tuan, jangan seperti ini dong" Adella memelas
"Terserah saya"
"Kalau tuan laporkan saya, saya juga akan melaporkan tuan karena bertindak tak senonoh terhadap saya"
"Berani ya kamu ngancam saya??" Zaki keluar dari mobil dan membanting pintu mobil nya sedikit keras membuat Adella terkejut dan meraba raba dadanya.
"Astaga tuan, saya kaget lo. Kan bisa pelan nutup pintu nya"
Zaki tak menghiraukan perkataan Adella, ia menatap tajam Adella.
"Lagian saya yg d rugikan d sini tuan" ucap Adella pelan seraya menunduk, ia takut melihat tatapan Zaki.
"Dengar ya, kali ini saya akan memaafkan mu, tapi sekali lagi kamu seperti itu. Saya tidak akan segan melaporkan kamu kepada Rafael. Biar kamu di pecat" Teriak Zaki marah.
.
.