
Pagi ini Zefa d kejutkan dengan pesan yg d kirim oleh Adella .
(Sebelumnya saya minta maaf Bu, tapi mungkin saya tidak akan kembali ke kota. Seminggu lagi saya akan menikah, sekali lagi maafkan saya bu. Saya sangat tidak sopan karena hanya menghubungi ibu lewat pesan. Saya resign Bu.. Surat resign akan saya kirim secepat nya. Terimakasih atas kebaikan yg selama ini ibu berikan. Sekali lagi maafkan saya🙏)
Zefa berteriak mencari suami nya yg sedang berolah raga d ruangan gym.
"Ada sih sayang???" Rafael mendekat ke arah Zefa seraya menghapus peluh yg menetes dari dahi nya..
"Ih sayang,, kamu makin **** deh kalau kayak gini" Zefa memainkan telunjuk nya d dada bidang Rafael.
Rafael hanya tersenyum dan menciiium istrinya itu dengan gemas..
"Jadi kenapa kamu berteriak???" Tanya Rafael yg merasa sudah tak bisa mengontrol sesuatu d balik celana nya..
Jangan sampai ia memakan Zefa d sini. Tidak salah juga siih, karena ruangan ini bisa membuat mereka bisa mengekspresikan gaya. D tambah dengan banyak nya kaca pasti lebih menantang..
Membayangkan nya saja sudah membuat Rafael hareudang. Saat bibir nya sedikit lagi mencapai bibir istri nya itu, Zefa langsung menoleh ke samping...
"Eh,, kamu jangan cium cium dulu. Aku mau cerita, Kamu mandi dulu. Aku mau liat anak anak dulu"
Zefa langsung melenggang pergi meninggalkan Rafael yg terdiam d tempat nya...
Hah....
Helaan nafas berat nya seakan menggambarkan isi hati nya...
"Sabar yaa nak, nanti papa akan menemui goa mama mu... Sekarang tidur lah dulu" ucap nya sambil menunduk dan melihat ke arah celana nya...
.
.
Saat ini Zefa tengah duduk berdampingan dengan Rafael d sofa kamar nya. Rafael terlihat sudah terlihat tampan karena telah mandi dan berganti pakaian, Zefa menceritakan isi pesan yg dikirim oleh Adella barusan.
"Kamu udah coba hubungi Adella????" Tanya Rafael dengan raut wajah serius.
"Aku juga berfikir seperti itu siih... Selama ini apakah dia pernah bercerita mengenai pernikahan nya???" Pertanyaan Rafael d jawab Zefa dengan gelengan kepala.
"Apa dia punya pacar???"
"Selama ini dia tak pernah bercerita kepada ku, dan saat ia pergi pun tidak ada sesuatu yg aneh"
"Aku akan menyuruh orang ku untuk mengecek nya, dan melihat apa yg terjadi d sana." Ucap Rafael, Zefa mengangguk cepat menyetujui ide suami nya...
"Apa kita saja yg kesana sayang???? Aku sangat khawatir"
Entah kenapa Zefa sangat mengkhawatirkan Adella. Ia sudah menganggap Adella adik kandung nya, dan ia ingin sekali melindungi baby sitter anak nya itu..
"Aku akan menghubungi asisten ku dulu, jika tidak ada pekerjaan penting. Kita akan kesana"
Rafael mengambil ponsel dan berbicara dengan asisten nya d balkon kamar.
Sedangkan Zefa menunggu keputusan sang suami dengan perasaan tak menentu. Perasaan nya mengatakan jika Adella saat ini sedang dalam masalah besar..
Selama ini Adella tidak pernah bercerita jika ia mempunyai pacar, lalu bagaimana bisa ia akan menikah dan mendadak seperti ini????
Bukan kah ini sangat aneh???
Zefa takut sesuatu menimpa Adella, gadis periang yg manis dan sangat sopan..
Ia akan sulit mendapatkan baby sitter lagi, karena ia merasa tidak ada seperti Adella yg tulus dan sepenuh hati merawat Dion.
"Bagaimana sayang????" tanya Zefa saat Rafael telah selesai dengan ponsel nya..
"Maaf sayang, tapi kayak nya aku gak bisa, banyak meeting penting yg harus ku hadiri"
"Ya sudah, lebih baik kamu utus anak buah mu saja,, karena pekerjaan mu lebih penting.. Oia aku akan ke rumah mama hari ini. Kamu antar aku dulu sebelum berangkat ke kantor"